
<p><strong>Langkah 1: Dapatkan ide</strong></p>
<p>Dapatkan ide yang sesuai dengan gairah usaha Anda, sesuai dengan  cita-cita, kekuatan, sumber daya, dan memiliki risiko yang masih bisa  Anda toleransi. Namun, camkan dalam benak Anda, bahwa ide Anda ini baru  sekadar hipotesis atau perkiraan, jangan dulu jatuh cinta terlalu dalam  dengan ide Anda.</p>
<p><strong>Langkah 2: Pikirkan kembali ide Anda dari semua sudut</strong></p>
<p>Evaluasi kembali ide Anda, misalnya dengan memikirkan peluang yang  diinginkan oleh investor Anda. Evaluasi secara mendalam dan analitis.  Juga, siapa calon pelanggan Anda dan apa yang mereka cari sebenarnya?  Berapa besar peluang bisnis Anda? Apakah waktunya tepat untuk memulai?  Apa yang akan dikorbankan untuk memulai bisnis ini? Apakah pengorbanan  Anda nantinya kira-kira akan sebanding dengan hasil yang didapatkan?  Bagaimana model bisnis Anda?</p>
<p>Dalam hal ini, sebuah <em>business-plan</em> (rencana bisnis) bisa menjadi acuan untuk mulai menganalisa semua itu.</p>
<p><strong>Langkah 3: Dapatkan masukan dari orang lain</strong></p>
<p>Cari orang yang mengetahui pasaran, mengetahui model bisnis, dan  persaingan. Bisa jadi orang yang telah menggeluti bidang bisnis yang  akan Anda bangun tahu persis strategi yang biasanya berhasil dan  strategi yang biasanya gagal. Dapatkan masukan darinya, juga dari calon  pelanggan. Cari tahu pula tanggapan mereka terhadap ide bisnis Anda.  Memang, nanti Anda akan lebih banyak belajar ketika produk Anda mulai  masuk pasar. Namun, riset ini akan meningkatkan peluang Anda untuk  menapaki bisnis dari jalan yang benar.</p>
<p><strong>Langkah 4: Responlah masukan tadi</strong></p>
<p>Lakukan perubahan yang perlu pada <em>business-plan</em>, produk, dan  strategi awal Anda. Hitunglah seberapa besar perkiraan modal yang  diperlukan untuk mencapai capaian yang paling penting. Lalu, buatlah  rencana implementasi dengan menetapkan beberapa batu loncatan (<em>milestone</em>)  penting Anda di bulan-bulan mendatang. Juga tentukanlah siapa saja yang  akan Anda libatkan untuk mencapai batu-batu loncatan tersebut.</p>
<p><strong>Langkah 5: Mulailah membuat produk dengan spesifikasi minimal</strong></p>
<p>Ketika Anda merancang produk Anda atau jasa yang akan Anda tawarkan  nantinya, mungkin Anda telah merancangnya dengan desain yang berkelas,  mantap, atau memiliki fitur-fitur lengkap. Untuk permulaan, simpan  rancangan tersebut di balik layar. Mulailah bisnis Anda dengan produk  atau jasa dengan konsep seminimal mungkin namun tetap memenuhi kebutuhan  konsumen. Bangunlah produk atau jasa Anda tersebut, secepat dan semurah  mungkin.</p>
<p><strong>Langkah 6: Luncurkan toko Anda</strong></p>
<p>Memang, kadang kita tergoda untuk menunda peluncuran toko sampai produk kita “sempurna”. Pepatah barat mengatakan, “<em>Perfect is the enemy of good-enough</em>.”  Jika kesempurnaan itu menyulitkan, setidaknya capailah predikat “cukup  bagus”. Sebelum produk Anda masuk ke pasaran, bisnis Anda berjalan tanpa  arah, waktu dan uang terbuang, dan kemampuan Anda untuk menganalisa  perilaku konsumen pun terbatas. Oleh karena itu, segeralah hasilkan  produk inti dengan spesifikasi minimal dahulu, buka toko Anda, dan  segera masuk ke pasaran.</p>
<p><strong>Langkah 7: Ujilah strategi yang Anda terapkan di awal</strong></p>
<p>Ketika toko Anda sudah dibuka, mulailah menguji strategi yang Anda  terapkan. Dengan produk Anda yang sudah ada di pasaran, Anda bisa  mencari-tahu seberapa besar kesesuaian antara penawaran Anda dengan  kebutuhan konsumen. Untuk melakukan itu, lakukanlah pengujian pada  elemen-elemen, seperti: harga, sudah pas atau belum, pengenalan merek  kepada khalayak, fitur, dan pengalaman-pengalaman pelanggan yang sudah  memakai produk atau jasa Anda. Lalu cobalah langkah pemasaran yang bisa  diulang dan biaya yang efektif untuk menarik konsumen dengan  mencoba-coba beberapa metode: iklan, promo, penjualan keliling, atau  melalui jalur distribusi. Ukurlah keberhasilan pemasaran Anda tersebut,  lalu buatlah kesimpulan.</p>
<p><strong>Langkah 8: Lakukan penyesuaian</strong></p>
<p>Ketika Anda sudah mempelajari produk dan pemasaran Anda, Anda akan  menemukan letak kesalahan produk dan strategi pemasaran Anda, dan tentu  Anda akan memperbaikinya. Namun, mudah-mudahan Anda juga menemukan  hal-hal positif yang ingin Anda pertahankan. Terkadang, untuk  melakukannya secara bersamaan, Anda harus mengubah pendekatan yang Anda  lakukan.</p>
<p><strong>Langkah 9: Bersiaplah untuk berkembang</strong></p>
<p>Tinjau kembali <em>business-plan</em> Anda, lakukan pembaruan pada  produk, tim, teknik pemasaran, implementasi, dan strategi keuangan.  Dapatkan sumber daya yang cukup untuk mengembangkan usaha Anda. Jika  Anda ingin menambahkan modal, ini saat yang tepat. Katakanlah kepada  calon investor, “<em>Alhamdulillah, kami sudah pernah berhasil  mendapatkan pelanggan baru dengan mengeluarkan biaya x rupiah dan  mendapatkan 3x rupiah dari masing-masing mereka. Dengan dana lebih  besar, kami dapat berkembang cepat, insya Allah</em>.” Terdengar seperti sebuah nada kemenangan.</p>
<p><strong>Langkah 10: Injak pedal gas!</strong></p>
<p>Lakukan akselerasi pada bisnis Anda. Dengan <em>business-plan</em> yang telah teruji dan sumber daya yang siap, kini waktunya Anda  mengembangkan usaha. Pastikan tim Anda paham betul arah bisnis Anda.  Pastikan mereka mengerti benar capaian yang diharapkan dari mereka dan  tugas yang harus mereka selesaikan.</p>
<p>Oleh: David Ronick</p>
<p><strong>Sumber</strong>: <em>http://www.inc.com/articles/201105/10-steps-from-idea-to-business.html</em></p>
<p><strong>Diterjemahkan oleh Yulian Purnama, S.Kom.</strong></p>
<p><strong>Artikel <a target="_top">www.PengusahaMuslim.com</a></strong></p>
 