
<p>Anda masih takut menikah? Bisa jadi alasan Anda adalah ini:</p>
<ol>
<li>Trauma</li>
<li>Merasa tidak butuh pasangan</li>
<li>Faktor keuangan</li>
<li>Masalah seksual</li>
<li>Belum kepikiran nikah</li>
<li>Belum dapat restu orang tua</li>
</ol>
<h3></h3>
<h2><strong>Trauma</strong></h2>
<p>Kita tidak terus harus berada dalam kesedihan. Kita harus benar-benar memahami takdir. Ada yang baik di balik anggapan kita yang buruk pada takdir. Karena semua takdir Allah itu baik. Ayo segera move on!</p>
<h4><strong>Baca juga: <a href="https://remajaislam.com/1012-saatnya-move-on.html" target="_blank" rel="noopener">Saatnya Move On!</a></strong></h4>
<p> </p>
<h2><strong>Merasa tidak butuh pasangan</strong></h2>
<p><em>Benar nih …</em></p>
<p>Anda sudah dapat contoh yang salah berarti.<span class="Apple-converted-space"> </span></p>
<p>Karena menikah itu sunnah para nabi.</p>
<p>Dan sejatinya kita diciptakan berpasangan.<span class="Apple-converted-space"> </span></p>
<p>Allah <em>Ta’ala</em> berfirman,</p>
<p dir="rtl" align="center"><span style="font-size: 14pt;">وَمِنْ كُلِّ شَيْءٍ خَلَقْنَا زَوْجَيْنِ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ</span></p>
<p>“<em>Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat kebesaran Allah</em>.” (QS. Adz Dzariyat: 49)</p>
<h4><strong>Baca juga: <a href="https://rumaysho.com/10486-hikmah-penciptaan-yang-berpasang-pasangan.html" target="_blank" rel="noopener">Hikmah Penciptaan yang Berpasang-Pasangan</a></strong></h4>
<p> </p>
<h2><strong>Faktor keuangan</strong></h2>
<p>Menikah sebenarnya tidak butuh modal besar kok. Walau memang ini acara keluarga. Kenapa tidak mencoba dulu untuk maju? Banyak orang tua yang malah senang dengan laki-laki pemberani dan bertanggungjawab seperti Anda walaupun Anda lagi baru merintis pekerjaan. Yakinlah Allah akan menolong. Ingat, yang menolong itu Allah, bukan manusia.<span class="Apple-converted-space"> </span></p>
<p>Mari kita mulai dari merenungkan ayat berikut ini, Allah Ta’ala berfirman,</p>
<p dir="rtl" align="center"><span style="font-size: 14pt;">وَأَنكِحُوا اْلأَيَامَى مِنكُمْ وَالصَّالِحِينَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَإِمَآئِكُمْ إِن يَكُونُوا فُقَرَآءَ يُغْنِهِمُ اللهُ مِن فَضْلِهِ وَاللهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ</span></p>
<p>“<em>Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.</em>” (QS. An-Nuur: 32).</p>
<p>Dari ayat di atas, Ibnu Mas’ud <em>radhiyallahu ‘anhu</em> berkata,</p>
<p dir="rtl" align="center"><span style="font-size: 14pt;">اِلْتَمِسُوا الغِنَى فِي النِّكَاحِ</span></p>
<p>“<em>Carilah kaya (hidup berkecukupan) dengan menikah.</em>”  (Diriwayatkan  dari Ibnu Jarir). Imam Al-Baghawi menyatakan pula bahwa ‘Umar menyatakan seperti itu pula. Lihat <em>Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim,</em> 5:533.</p>
<p>Dari Abu Hurairah <em>radhiyallahu ‘anhu</em>, ia berkata bahwa Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>bersabda,</p>
<p dir="rtl" align="center"><span style="font-size: 14pt;">ثَلَاثَةٌ كُلُّهُمْ حَقٌّ عَلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ عَوْنُهُ الْمُجَاهِدُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَالنَّاكِحُ الَّذِي يُرِيدُ الْعَفَافَ وَالْمُكَاتَبُ الَّذِي يُرِيدُ الْأَدَاءَ</span></p>
<p>“<em>Ada tiga orang yang akan mendapatkan pertolongan Allah: (1) orang yang berjihad di jalan Allah, (2) orang yang menikah demi menjaga kesucian dirinya, (3) budak mukatab yang ingin membebaskan dirinya</em>.” (HR. An-Nasa’i, no. 3218; Tirmidzi, no. 1655; Ibnu Majah, no. 2518. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan).</p>
<h4><strong>Baca juga: <a href="https://rumaysho.com/26201-menikah-membuka-pintu-rezeki-ini-buktinya.html" target="_blank" rel="noopener">Menikah Membuka Pintu Rezeki, Ini Buktinya</a></strong></h4>
<p> </p>
<h2><strong>Masalah seksual</strong></h2>
<p>Kalau ini masalahnya, silakan konsultasikan pada ahlinya.<span class="Apple-converted-space"> </span></p>
<p dir="rtl" align="center"><span style="font-size: 14pt;">فَاسْـَٔلُوْٓا اَهْلَ الذِّكْرِ اِنْ كُنْتُمْ لَا تَعْلَمُوْنَۙ</span></p>
<p>“<em>Maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui.” </em>(QS. An-Nahl: 43). Semoga Allah berikan segera jalan keluar untuk masalah ini.</p>
<h4><strong>Baca juga: <a href="https://remajaislam.com/1721-nikah-itu-ibadah.html" target="_blank" rel="noopener">Nikah itu Ibadah</a></strong></h4>
<p> </p>
<h2><strong>Belum kepikiran nikah</strong></h2>
<p>Coba deh tahu manfaatnya menikah itu untuk mendapatkan keturunan. Coba Anda hitung, jika Anda menikah usia 30-an, apalagi Anda seorang wanita. Yang ada pastinya penyesalan ketika jadi telat menikah.</p>
<h4>Baca juga: <a href="https://remajaislam.com/1791-bagi-wanita-yang-telat-menikah.html" target="_blank" rel="noopener"><strong>Bagi Wanita yang Telat Menikah</strong></a>
</h4>
<p> </p>
<h2><strong>Belum dapat restu orang tua</strong></h2>
<p>Tetap cari restu orang tua dong … Alasannya, hadits berikut ini.</p>
<p>Dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin Al-‘Ashr radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 14pt;">رِضَا اَللَّهِ فِي رِضَا اَلْوَالِدَيْنِ, وَسَخَطُ اَللَّهِ فِي سَخَطِ اَلْوَالِدَيْنِ </span></p>
<p>“Keridhaan Allah tergantung pada ridha orang tua dan murka Allah tergantung pada murka orang tua.” (HR. Tirmidzi, no. 1899; Ibnu Hibban, 2:172; Al-Hakim, 4:151-152. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan).</p>
<p>Kalau memang orang tua tidak merestui pilihan kita. Husnuzhan selalu pada mereka. Lalu<span class="Apple-converted-space">  </span>pertimbangkan, apa memang si dia patut untuk terus diperjuangkan? Kami yakin dengan ikut saran orang tua yang lebih berpengalaman dan selalu ingin berharap terbaik untuk anak, pasti di balik itu ada jodoh terbaik.<span class="Apple-converted-space"> </span></p>
<p>Semoga Allah mudahkan untuk mendapatkan jodoh saleh/ salehah dan lepas dari kejombloan, daripada terus meronta-ronta dan galau hingga saat ini.<span class="Apple-converted-space"> </span></p>
<h4>Baca juga: <strong><a href="https://remajaislam.com/1641-jodohku-pilihan-orang-tua-atau-pilihanku.html" target="_blank" rel="noopener">Jodohku, Pilihan Orang Tua ataukah Pilihanku?</a></strong>
</h4>
<p> </p>
<p>Semoga kemudahan dari Allah senantiasa menghampiri Anda para JOFISA.</p>
<p> </p>
<h4><strong>Tonton pula video hal ini di Rumaysho TV:</strong></h4>
<p> </p>
<p><iframe loading="lazy" title="YouTube video player" src="https://www.youtube.com/embed/pvopRWcidX0" width="auto" height="auto" frameborder="0" allowfullscreen="allowfullscreen"><span data-mce-type="bookmark" style="display: inline-block; width: 0px; overflow: hidden; line-height: 0;" class="mce_SELRES_start">﻿</span></iframe><br>
<strong>Penulis: <a href="https://rumaysho.com/about-me" target="_blank" rel="noopener">Muhammad Abduh Tuasikal </a></strong></p>
<p>Gunungkidul, 27 Syawal 1442 H, 8 Juni 2021</p>
<p><a href="https://remajaislam.com"><strong>RemajaIslam.Com</strong></a></p>
 