
<p><iframe loading="lazy" src="https://www.youtube.com/embed/9Ux_VhsbbgE?controls=0&amp;showinfo=0" width="640" height="360" frameborder="0" allowfullscreen="allowfullscreen"></iframe><br>
<!--more--></p>
<p> </p>
<h2><strong>Adab-adab dalam Shalat Berjamaah</strong></h2>
<p><em>Bismillahirrahmanirrahim</em></p>
<p>Perkenankan kami berbagi</p>
<p>Ulama sepakat bahwa shalat wajib berjamaah merupakan ibadah yang sangat mulia dan syiar islam yang sangat agung. Karena Allah mensyariatkan agar shalat wajib dilakukan secara berjamaah di masjid.</p>
<p>Allah berfirman,</p>
<p class="arab">قُلْ أَمَرَ رَبِّي بِالْقِسْطِ وَأَقِيمُوا وُجُوهَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَادْعُوهُ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ</p>
<p><em>Katakanlah: “Tuhanku menyuruh menjalankan keadilan”. dan (katakanlah): “Arahkanlah wajahmu (dengan melaksanakan shalat jamaah) di setiap masjid dan sembahlah Allah dengan mengikhlaskan ketaatanmu kepada-Nya. </em>(QS. al-A’raf: 29)</p>
<p>Karena itu, Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> memberikan perhatian besar terhadap shalat jamaah. Beliau bersabda,</p>
<p class="arab">صَلاَةُ الجَمَاعَةِ تَفْضُلُ صَلاَةَ الفَذِّ بِسَبْعٍ وَعِشْرِينَ دَرَجَةً</p>
<p>Shalat jamaah lebih utama dibandingkan shalat sendirian dengan 27 derajat. (HR. Bukhari &amp; Muslim)</p>
<p>Bahkan beliau merasa kehilangan, ketika ada sahabat yang tidak ikut shalat berjamaah. Ubay bin Ka’ab radhiyallahu ‘anhu menceriatkan, suatu hari ketika Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> mengimami shalat subuh, beliau bertanya kepada para makmum,</p>
<p>“Apakah si A datang?” “Apakah si B hadir?”. Beliau menyebutkan beberapa orang munafik.</p>
<p>Kemudian beliau bersabda,</p>
<p class="arab">وإن الصف الأول على مثل صف الملائكة، ولو علمتم ما فضيلته لابتدرتموه</p>
<p>Sesungguhnya shaf pertama itu seperti shaf para malaikat. Andai kalian tahu keutamaannya, kalian akan berebut untuk mendapatkannya. (HR. Abu Daud, Nasai, dan dishahihkan al-Albani).</p>
<p>Agar shalat jamaah kita lebih sempurna, Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> mengajarkan berbagai macam adab. Berikut diantaranya,</p>
<p><strong><em>Pertama</em></strong>, apabila kita telah masuk masjid, dianjurkan mendekat ke sutrah untuk melaksanakan shalat sunah tahiyatul masjid atau shalat sunah qabliyah. Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda,</p>
<p class="arab">إِذَا دَخَلَ أَحَدُكُمُ الْمَسْجِدَ فَلْيَرْكَعْ رَكْعَتَيْنِ قَبْلَ أَنْ يَجْلِسَ</p>
<p><em>Apabila kalian masuk masjid, lakukanlah shalat dua rakaat sebelum duduk</em>. (HR. Bukhari &amp; Muslim)</p>
<p><strong><em>Kedua</em></strong>, jika waktu iqamah masih lama, duduklah dengan tenang menghadap kiblat, dan perbanyak membaca doa. Karena doa antara adzan dan iqamah tidak tertolak. Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda,</p>
<p class="arab">لَا يُرَدُّ الدُّعَاءُ بَيْنَ الْأَذَانِ وَالْإِقَامَةِ</p>
<p><em>Doa antara adzan dan iqamah tidak ditolak.</em> (HR. Abu Daud, Turmudzi dan dishahihkan al-Albani).</p>
<p><strong><em>Ketiga</em></strong>, jika iqamah dikumandangkan, sementara anda sedang shalat sunah, dan tidak memungkinkan untuk segera diselesaikan, maka batalkan shalat sunah dan bergabunglah di shaf untuk melaksanakan shalat wajib. Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda,</p>
<p class="arab">إِذَا أُقِيمَتِ الصَّلَاةُ فَلَا صَلَاةَ إِلَّا الْمَكْتُوبَةُ</p>
<p><em>“Apabila iqamah telah dikumandangkan, maka tidak ada shalat kecuali shalat wajib.” (</em>HR. Muslim)</p>
<p><strong><em>Keempat</em></strong>, pastikan semua yang mengganggu telah anda singkirkan. Karena kita dintuntut untuk khusyu ketika shalat. Diantaranya dengan mematikan bunyi HP.</p>
<p>Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda,</p>
<p class="arab">إِنَّ فِي الصَّلَاةِ لَشُغْلًا</p>
<p><em>“Sesungguhnya dalam shalat itu sudah banyak kesibukan.”</em> (HR. Bukhari dan Muslim).</p>
<p>Orang yang shalat, dia disibukkan dengan merenungi bacaan-bacaan shalat dan gerakan-gerakannya. Karena itu, jangan sampai kesibukan dalam shalat tersebut ditambah lagi dengan kesibukan yang tidak bermanfaat.</p>
<p><strong><em>Kelima</em></strong>, apabila anda mendengar bunyi hp anda, karena lupa mematikannya sebelum shalat, maka segera matikan hp anda, meskipun sedang melaksanakan shalat. Dan gerakan semacam ini tidak membatalkan shalat, karena gerakan ini dibutuhkan. Al-Hafidz Ibnu Hajar mengatakan,</p>
<p><em>“Dianjurkan menghilangkan segala yang mengganggu orang yang sholat dengan cara apapun, dapat menjaga agar selalu khusyuk.”</em> (Fathul Bari, 2/389).</p>
<p><strong><em>Keenam</em></strong>, pastikan shaf shalat rapat dan lurus</p>
<p>Merapatkan dan meluruskan shaf shalat berjamaah hukumnya wajib. Imam bertanggung jawab memerintahkan makmum untuk merapatkan dan meluruskan shaf mereka. Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> hampir tidak pernah lupa mengingatkan para sahabat akan hal ini setiap shalat jamaah. Karena lurus dan rapatnya shaf, merupakan salah satu tonggak kesempurnaan shalat jamaah.</p>
<p>Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> pernah memerintahkan para sahabat,</p>
<p class="arab">سوُّوا صُفُوفَكُمْ فَإِنَّ تَسْوِيَةَ الصَفِّ مِنْ تَماَمِ الصَّلَاةِ</p>
<p><em>”Luruskan shaf kalian, karena meluruskan shaf bagian dari kesempurnaan shalat.”</em> (HR. Muslim)</p>
<p>Beliau juga memerintahkan agar jamaah merapatkan shaf, dan tidak meninggalkan celah dalam shaf. Karena adanya celah, akan ditempati setan. Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda,</p>
<p class="arab">أَقِيمُوا الصُّفُوفَ وَحَاذُوا بَيْنَ الْمَنَاكِبِ وَسُدُّوا الْخَلَلَ وَلِينُوا بِأَيْدِي إِخْوَانِكُمْ وَلَا تَذَرُوا فُرُجَاتٍ لِلشَّيْطَانِ</p>
<p><em>”Luruskan shaf, rapatkan pundak, dan tutup celah, perlunak pundak kalian untuk saudaranya, dan jangan tinggalkan celah untuk setan.</em>” (HR. Abu Daud 666 dan dishahihkan al-Albani)</p>
<p><strong><em>Ketujuh</em></strong>, ikuti semua gerakan imam, tidak boleh mendahului atau terlalu telat dari gerakan imam.</p>
<p>Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda,</p>
<p class="arab">إنَّمَا جُعِلَ الِإمَامُ لِيُؤْتَمَّ بِهِ، فَلَا تَخْتَلِفُوا عَلَيهِ، فَإِذَا رَكَعَ فَارْكَعُوا، وَإِذَا قَالَ سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهُ، فَقُولُوا: رَبّنَا لَكَ الْحَمْدُ، وَإِذَا سَجَدَ فَاسْجُدُوا</p>
<p><em>Imam ditunjuk untuk diikuti makmum. Karena itu, janganlah menyelisihi imam. Apabila dia rukuk maka rukuklah, apabila dia i’tidal, ucapkan ’rabbana lakal hamdu’, dan apabila sujud maka sujudlah..</em> (HR. Bukhari &amp; Muslim).</p>
<p><strong><em>Kedelapan</em></strong>, Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> memberikan ancaman keras bagi orang yang mendahului gerakan imam. Beliau bersabda,</p>
<p class="arab">أَمَا يَخْشَى أَحَدُكُمْ إِذَا رَفَعَ رَأْسَهُ قَبْلَ الإِمَامِ، أَنْ يَجْعَلَ اللَّهُ رَأْسَهُ رَأْسَ حِمَارٍ، أَوْ يَجْعَلَ اللَّهُ صُورَتَهُ صُورَةَ حِمَارٍ</p>
<p><em>“Tidak takutkah kalian, ketika kalian mengangkat kepala (bangkit) sebelum imam, maka akan Allah jadikan kepalanya seperti kepala keledai atau bentuknya seperti bentuk keledai.”</em> (HR. Bukhari-Muslim)</p>
<p><strong><em>Kesembilan</em></strong>, apabila imam lupa gerakan shalat, makmum dianjurkan mengingatkannya dengan membaca <em>subhanallah</em> bagi laki-laki dan menepukkan tangan bagi wanita.</p>
<p>Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda,</p>
<p class="arab">إِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ مِثْلُكُمْ، أَنْسَى كَمَا تَنْسَوْنَ، فَإِذَا نَسِيتُ فَذَكِّرُونِي</p>
<p><em>Saya hanyalah manusia biasa seperti kalian. Saya lupa sebagaimana kalian lupa. Apabila saya lupa, ingatkanlah saya.</em> (HR. Bukhari &amp; Muslim)</p>
<p>Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> juga bersabda,</p>
<p class="arab">مَنْ نَابَهُ شَيْءٌ فِي صَلَاتِهِ فَلْيَقُلْ: سُبْحَانَ اللَّهِ</p>
<p>Siapa yang mengalami sesuatu dalam shalatnya, hendaknya dia mengucapkan : <strong><em>Subhanallah.</em> </strong>(HR. Bukhari &amp; Muslim).</p>
<p>Semoga kita dimudahkan untuk selalu istiqamah dalam menjalankannya.</p>
<p><strong>Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.</strong></p>
<ul>
<li>
<strong>SPONSOR</strong> hubungi: 081 326 333 328</li>
<li>
<strong>DONASI</strong> hubungi: 087 882 888 727</li>
<li>
<strong>REKENING DONASI</strong> : BNI SYARIAH 0381346658 / BANK SYARIAH MANDIRI 7086882242 a.n. YAYASAN YUFID NETWORK</li>
</ul>
<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content --> 