
<p>Penulis: Ummu Salamah Farosyah<br>
Muroja’ah: Ustadz Aris Munandar</p>
<p><em>Allahu Akbar!…  Allahu Akbar! Allahu Akbar!…  Allahu Akbar!</em></p>
<p><em>“Duh! Sudah adzan, sebentar lagi ah shalatnya… tanggung kerjaannya tinggal sedikit lagi.”</em></p>
<p><em>“Eh kok adzan? Padahal filmnya lagi seru nih! Nanti saja  shalatnya kalau filmnya sudah selesai ah. Tapi waktu shalatnya nanti  keburu habis?! Tunggu iklan saja deh kalau begitu, shalatnya juga harus  cepat nih.”</em></p>
<p><em>Astagfirullah… Astagfirullah… Astagfirullah…</em></p>
<p><!--more--><br>
Ketahuilah ukhti bahwa orang-orang tersebut di atas termasuk jenis  orang yang melalaikan shalatnya. Perhatikanlah firman Allah, yang  artinya <em>“Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya.”</em> (QS. Al-Maa’uun: 4-5)</p>
<p>Al-Haafidz Ibnu Katsir <em>rahimahullahu ta’ala</em> berkata, yang dimaksud orang-orang yang lalai dari shalatnya adalah:</p>
<ol>
<li>Orang tersebut menunda shalat dari awal waktunya sehingga ia selalu mengakhirkan sampai waktu yang terakhir.</li>
<li>Orang tersebut tidak melaksanakan rukun dan syarat shalat  sebagaimana yang diperintahkan oleh Allah Ta’ala dan dicontohkan oleh  Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>.</li>
<li>Orang tersebut tidak khusyu’ dalam shalat dan tidak merenungi makna bacaan shalat.</li>
</ol>
<p>Dan siapa saja yang memiliki salah satu dari ketiga sifat tersebut  maka ia termasuk bagian dari ayat ini (yakni termasuk orang-orang yang  lalai dalam shalatnya).</p>
<p><strong>Apa Adzabnya ?</strong></p>
<p>Diriwayatkan dalam <em>Shahih Al-Bukhari</em> dari sahabat Samurah bin Junab <em>radhiyallahu ‘anhu</em> sebagaimana disebutkan dalam hadits yang panjang tentang sabda Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> (dalam kisah tentang mimpi beliau):</p>
<p><em>“Kami mendatangi seorang laki-laki yang terbaring dan ada juga  yang lain yang berdiri sambil membawa batu besar, tiba-tiba orang  tersebut menjatuhkan batu besar tadi ke kepala laki-laki yang sedang  berbaring dan memecahkan kepalanya sehingga berhamburanlah pecahan batu  itu di sana sini, kemudian ia mengambil batu itu dan melakukannya lagi.  Dan tidaklah ia kembali mengulangi lagi hal tersebut sampai kepalanya  utuh kembali seperti semula dan ia terus-menerus mengulanginya seperti  semula dan ia terus-menerus mengulanginya seperti pertama kali.”</em></p>
<p>Disebutkan dalam penjelasan hadits ini <em>“Sesungguhnya laki-laki  tersebut adalah orang yang mengambil Al-Qur’an dan ia menolaknya, dan  orang yang tidur untuk meninggalkan shalat wajib.”</em></p>
<p><strong>Lalu Bagaimana Orang yang Meninggalkan Shalat Secara Mutlak ?</strong></p>
<p>Sesungguhnya orang yang meninggalkan shalat secara keseluruhan hukumnya kafir keluar dari Islam, berdasarkan sabda Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>: <em>“Perbedaan  antara kita dengan mereka (orang-orang kafir) adalah shalat.  Barangsiapa yang meninggalkan shalat maka ia telah kafir.” </em>(HR. At-Tirmidzi -Shahih)</p>
<p>Demikianlah Ukhti, marilah kita bersama-sama berusaha maksimal untuk  memperbaiki shalat kita karena ketahuilah bahwa amalan yang pertama  akan dihisab oleh Allah di akhirat nanti adalah shalat. Dan kita  memohon perlindungan kepada Allah Ta’ala dari kehinaan dan kondisi  orang-orang yang di adzab Allah karena lalai dari shalat.</p>
<p><strong>Maraji’:</strong><br>
<em>Setelah Maut Datang Menjemput</em> (Khalid bin Abdurrahman Asy-Syayi’)</p>
<div class="nf-post-footer"><a class="ads-mobile" href="https://www.instagram.com/souvenirnikahislami/" target="_blank" rel="noopener"><img class="ads-mobile aligncenter wp-image-10075 size-medium" src="https://muslimah.or.id/wp-content/uploads/2018/03/souvenir-nikah-islami-buku-saku-dzikir-pagi-petang-300x300.png" alt="" width="300" height="300"></a></div> 