
<h4><span style="color: #ff0000;"><b>Ketika Berdzikir kepada Allah</b></span></h4>
<p class="p2">Berdasarkan hadits al-Muhajir bin Qanfad. Dia mengucapkan salam kepada Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> hingga menuntaskan wudhu’nya. Beliau lalu menjawabnya dan berkata,</p>
<p class="arab" dir="rtl">إِنَهُ لَمْ يَمْنَعْنِي أَنْ أَرُدُّ عَلَىكَ إِلاَّ أَنِّيْ كَرِهْتُ أَنْ أَذْكُرَ اللهَ إِلاَّ عَلَى طَهَارَةٍ<span class="s1">.</span></p>
<p class="p1">“<em>Sesungguhnya tidak ada yang menghalangiku untuk menjawabmu. Hanya saja, aku tidak suka menyebut Nama Allah kecuali dalam keadaan suci</em>”.</p>
<h4><span style="color: #ff0000;"><b>Ketika Tidur</b></span></h4>
<p class="p2">Dasarnya adalah apa yang diriwayatkan al-Barra’ bin ‘Azib <em>radhiyallahu ‘anhu</em>. Dia mengatakan bahwa Nabi <em>shallallahu ’alaihi wa sallam</em> bersabda, “Kemudian tidurlah di atas sisi kananmu, lalu ucapkan,</p>
<p class="arab" dir="rtl">اَللهمَّ أَسْلَمْتُ نَفْسِي إِلَيْكَ<span class="s1">, </span>وَوَجَّهْتُ وَجْهِي إِلَيْكَ<span class="s1">, </span>وَفَوَّضْتُ أَمْرِي إِلَيْكَ<span class="s1">, </span>وَ أَلْجأْتُ ظَهْرِي إِلَيْكَ<span class="s1">, </span>رَغْبةً وَرَهْبَةً إِلَيْكَ<span class="s1">, </span>لاَ مَلْجَأَ وَلاَ مَنْجَى مِنْكَ إِلاَّ إِلَيْكَ<span class="s1">, </span>اَللهمَّ آمَنْتُ بِكِتَابِكَ الَّذِي أَنْزَلْتَ<span class="s1">, </span>وَنَبِيِّكَ الَّذِي أَرْسَلْتَ<span class="s1">.</span></p>
<p class="p1">‘<em>Ya Allah, Kuserahkan jiwaku pada-Mu, dan kuhadapkan wajahku pada-Mu. Kupasrahkan urusankau pada-Mu, dan kusandarkan punggungku pada-Mu, dengan suka cita maupun terpaksa. Tidak ada tempat bersandar dan berlindung dari-Mu kecuali kepada-Mu. Ya Allah, aku beriman kepada kitab-Mu yang Kau turunkan. Dan Nabi-Mu yang Kau utus.</em>’</p>
<p class="p2">Jika engkau meninggal pada malam itu, maka engkau meninggal dalam keadaan fitrah. Dan jadikanlah ia (dzikir ini) akhir pembicaraanmu”.</p>
<h4><span style="color: #ff0000;"><b>Ketika Junub</b></span></h4>
<p class="p2">Disunnahkan berwudhu’ ketika hendak makan, minum, tidur, atau mengulang <em>jima</em>’(persetubuhan). Dari ‘Aisyah <em>radhiyallahu’anha</em>, ia berkata, “Jika Nabi <em>Shallallahu’alaihi wa sallam</em> junub dan ingin makan, minum, atau tidur beliau berwudhu’ sebagaimana berwudhu’ untuk shalat”.</p>
<p class="p2">Juga dari Abu Sa’id radhiyallahu ’anhu, dari Nabi <em>shallallahu ’alaihi wa sallam</em>, beliau bersabda,</p>
<p class="arab" dir="rtl">إِذَا أَتَى أَحَدُكُمْ أَهْلَهُ ثُمَّ أَرَادَ أَنْ يَعُوْدَ فليتوضأْ<span class="s1">.</span></p>
<p class="p1">“<em>Jika salah seorang di antara kalian telah mendatangi istrinya dan ingin mengulanginya lagi, maka hendaklah berwudhu’</em>”.</p>
<h4><span style="color: #ff0000;"><b>Sebelum Mandi; Mandi Wajib maupun Sunnah</b></span></h4>
<p class="p2">Dari ‘Aisyah <em>radhiyallahu ’anha</em>, ia berkata, “Jika Rasulullah <em>shallallahu ’alaihi wa sallam</em> mandi junub, beliau memulainya dengan membasuh kedua tangannya. Kemudian beliau kucurkan air dari tangan kanan ke tangan kirinya. Beliau lantas membasuh kemaluannya lalu berwudhu’ sebagaimana berwudhu’ untuk shalat.”</p>
<h4><span style="color: #ff0000;"><b>Setelah Makan Makanan yang Tersentuh Api</b></span></h4>
<p class="p2">Dasarnya adalah hadits Abu Hurairah <em>radhiyallahu’anhu</em> yang berbunyi, “Aku mendengar Rasulullah <em>shallallahu ’alaihi wa sallam</em> bersabda, ‘Berwudhu’lah karena memakan makanan yang tersentuh api’”.</p>
<p class="p2">Perintah ini mengandung makna Sunnah. Dasarnya adalah hadits ‘Amr bin Umayyah adh-Dhamri, dia berkata, “Aku melihat Nabi <em>shallallahu’alaihi wa sallam</em> mengiris paha kambing. Beliau kemudian makan sebagian darinya lalu mengajak shalat. Beliau bangkit dan meletakkan pisau lantas shalat dan tidak berwudhu’”.</p>
<h4><span style="color: #ff0000;"><b>Pada Setiap Akan Shalat</b></span></h4>
<p class="p2">Berdasarkan hadits Buraidah <em>radhiyallahu’anhu</em>, dia berkata, “Dulu Nabi <em>shallallahu ’alaihi wa sallam</em> berwudhu’ setiap kali hendak shalat.ketika hari penaklukan (Makkah), beliau berwudhu’ dan mengusap sepatunya lalu melakukan semua shalat dengan satu wudhu’”.</p>
<p class="p2">‘Umar berkata padanya, ‘Wahai Rasulullah, Anda melakukan sesuatu yang tidak pernah Anda perbuat.’ Beliau berkata, ‘Ini sengaja kulakukan, wahai ‘Umar’”.</p>
<h4><span style="color: #ff0000;"><b>Tiap Kali Berhadats</b></span></h4>
<p class="p2">Dasarnya adalah hadits Buraidah <em>radhiyallahu ’anhu</em>, ia berkata, “Pada suatu pagi hari, Rasulullah <em>shallallhu ’alaihi wa sallam</em> memanggil Bilal dan berkata, ‘Wahai Bilal, dengan apa kau mendahuluiku ke Surga. Kemarin malam aku masuk Surga dan aku mendengar suara gerakanmu di depanku.’ Bilal berkata, ‘Wahai Rasulullah, tidaklah saya adzan melainkan shalat dua raka’at sesudahnya. Dan tidakah saya berhadats melainkan berwudhu’ saat itu juga.’ Rasulullah <em>shallallahu’alaihi wa sallam</em> berkata, ‘Karena itulah’”.</p>
<h4><span style="color: #ff0000;"><b>Setelah Muntah</b></span></h4>
<p class="p1">Berdasarkan hadits Ma’dan bin Abi Thalhah dari Abu Darda’, ia berkata, “Rasulullah <em>shallallahu ’alaihi wa sallam</em> pernah muntah, kemudian beliau berbuka dan berwudhu’.” Kutemui Tsauban di masjid Damaskus dan kuceritakan kejadian tadi padanya. Dia lalu berkata, ‘Benar. Akulah yang menuangkan air wudhu’ beliau’”.</p>
<h4><span style="color: #ff0000;"><b>Seusai Mengggotong Mayit</b></span></h4>
<p class="p1">Berdasarkan sabda beliau <em>shallallahu ’alaihi wa sallam</em>,</p>
<p class="arab" dir="rtl">مَنْ غَسَّلَ مَيتًا فَلْيَغْسِلْ<span class="s1">, </span>وَمَنْ حَمَلَهُ فليتوضأْ<span class="s1">.</span></p>
<p class="p1">“<em>Barangsiapa memandikan mayit, maka hendaklah ia mandi. Dan barangsiapa membawanya, maka hendaklah berwudhu’</em>”.</p>
<p class="p1">***</p>
<p class="p1">Ditulis ulang dari buku “<em>Sifat Shalat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam Seakan-akan Anda Shalat bersama beliau</em>” (terjemah), penerjemah: Ust. Ahmad Sabiq Abu Yusuf, Lc &amp; Ust. Hayik el Bahja, Lc, Penerbit: Media Tarbiyah.</p>
<p class="p1">Artikel Muslimah.Or.Id</p>
<div class="nf-post-footer"><a class="ads-mobile" href="https://www.instagram.com/souvenirnikahislami/" target="_blank" rel="noopener"><img class="ads-mobile aligncenter wp-image-10075 size-medium" src="https://muslimah.or.id/wp-content/uploads/2018/03/souvenir-nikah-islami-buku-saku-dzikir-pagi-petang-300x300.png" alt="" width="300" height="300"></a></div> 