
<p>Tanya:</p>
<p><em>Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuhu.</em></p>
<p>Pak Ustadz, saya mau tanya, tapi maaf, pertanyaanku hanya sepele saja, aku hanya ingin tahu kepastian hukum saja.<br>
Begini pak ustadz, makan pakai tangan, memelihara jenggot itu termasuk sunnah Rasul yang lemah apa yang kuat, dan coba berikan alasannya serta baik buruknya? Trims.</p>
<p>(0556359126)<br>
<!--more--><span><br>
<strong>Jawab:<br>
</strong><br>
<em>Wa’alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuhu.</em></span></p>
<p><span> Pertanyaannya bagus akhi. Semoga kita bisa mengamalkannya.<br>
</span></p>
<p><span>1. Memakan dengan tangan secara langsung hukumnya sunnah (dianjurkan), dan disunnahkan dengan 3 jari (ibu jari, jari telunjuk, jari tengah) kalau memang bisa dimakan dengan 3 jari.</span></p>
<p><span> Ka’b bin Malik berkata:</span></p>
<p class="arab" style="text-align: right;">أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَأْكُلُ بِثَلَاثِ أَصَابِعَ فَإِذَا فَرَغَ لَعِقَهَا</p>
<p><span>Artinya: “<em>Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam makan dengan 3 jari, dan kalau sudah selesai makan beliau menjilatinya.” </em>(HR. Muslim)<br>
</span></p>
<p><span> Namun kalau tidak memungkinkan memakai tangan maka tidak mengapa memakai sendok dan garpu.<br>
</span></p>
<p><span>2. Memelihara jenggot termasuk sunnah (ajaran) Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> yang hukumnya wajib. Dalil-dalilnya:<br>
</span></p>
<p><span>a. Memelihara jenggot termasuk fitrah seorang laki-laki. Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda:</span></p>
<p class="arab" style="text-align: right;">عَشْرٌ مِنْ الْفِطْرَةِ قَصُّ الشَّارِبِ وَإِعْفَاءُ اللِّحْيَةِ وَالسِّوَاكُ وَاسْتِنْشَاقُ الْمَاءِ وَقَصُّ الْأَظْفَارِ</p>
<p><span>Artinya: <em>“Sepuluh perkara yang termasuk fithrah: Memotong kumis, memelihara jenggot, bersiwak, memasukkan air ke dalam hidung, memotong kuku.” </em>(HR. Muslim)<br>
</span></p>
<p><span>b. Memelihara jenggot adalah perintah Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>, sebagaimana sabda beliau:</span></p>
<p class="arab" style="text-align: right;">انْهَكُوا الشَّوَارِبَ وَأَعْفُوا اللِّحَى</p>
<p><span>Artinya: “<em>Potonglah kumis dan peliharalah jenggot.”</em> (HR. Al-Bukhary dan Muslim)<br>
</span></p>
<p><span>c. Memotong jenggot adalah kebiasaan orang-orang musyrik, di dalam hadist Ibnu Umar Rasulullah bersabda:</span></p>
<p class="arab" style="text-align: right;">خَالِفُوا الْمُشْرِكِينَ وَفِّرُوا اللِّحَى وَأَحْفُوا الشَّوَارِبَ</p>
<p><span>Artinya: <em>“Selisihilah orang-orang musyrik, peliharalah jenggot dan potonglah kumis.”</em> (HR. Al-Bukhary dan Muslim)<br>
</span></p>
<p><span>Demikian pula di dalam hadist Abu Hurairah <em>radhiyallahu ‘anhu</em>, beliau bersabda:</span></p>
<p class="arab" style="text-align: right;">جُزُّوا الشَّوَارِبَ وَأَرْخُوا اللِّحَى خَالِفُوا الْمَجُوسَ</p>
<p><span>Artinya: “<em>Potonglah kumis dan biarkanlah jenggot, selisihilah orang-orang Majusi (penyembah matahari).” </em>(HR. Muslim)<br>
</span></p>
<p><span> Sedangkan Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> telah mengancam orang-orang yang menyerupai orang-orang kafir dengan sabda beliau:</span></p>
<p class="arab" style="text-align: right;">مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ</p>
<p><span>Artinya: “<em>Barangsiapa yang menyerupai sebuah kaum maka dia termasuk golongan mereka.</em>” (HR. Abu Dawud, berkata Syeikh Al-Albany: Hasan Shahih)<br>
</span></p>
<p><span>d. Mencukur jenggot adalah penyerupaan terhadap wanita, sedangkan Ibnu ‘Abbas telah berkata:</span></p>
<p class="arab" style="text-align: right;">لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمُتَشَبِّهِينَ مِنْ الرِّجَالِ بِالنِّسَاءِ وَالْمُتَشَبِّهَاتِ مِنْ النِّسَاءِ بِالرِّجَالِ</p>
<p><span>Artinya: <em>“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah melaknat laki-laki yang menyerupai wanita dan wanita-wanita yang menyerupai laki-laki.”</em> (HR. Al-Bukhary)<br>
</span></p>
<p><span> Dalil-dalil di atas cukup menjadi dorongan bagi kita untuk melaksanakan sunnah Rasul yang telah banyak ditinggalkan kaum muslimin ini.<br>
</span></p>
<p><span>Di sana ada hikmah dibalik perintah membiarkan jenggot dan larangan mencukurnya:<br>
</span></p>
<ol>
<li><span>Sebagian orang mengatakan bahwasanya  mencukur jenggot menyebabkan kanker. </span></li>
<li><span>Sebagian lagi mengatakan bahwasanya mencukur jenggot menyebabkan lemah syahwat.</span></li>
<li><span>Orang yang mencukur jenggot maka dia akan kerepotan dalam mengurus jenggotnya, karena setiap 2 atau 3 hari dia harus mencukurnya. Lain dengan orang memelihara jenggot, maka dia tidak akan sibuk dengan jenggotnya.</span></li>
<li><span>Jenggot adalah keindahan dan lambang kejantanan bagi laki-laki. </span></li>
</ol>
<p><span> Semoga Allah memberi hidayah kepada kita semua untuk mengikuti sunnah Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> dan bersabar dalam menjalankannya di zaman yang banyak manusia meninggalkannya dan menganggapnya asing. Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda:</span></p>
<p class="arab" style="text-align: right;">بَدَأَ الْإِسْلَامُ غَرِيبًا وَسَيَعُودُ كَمَا بَدَأَ غَرِيبًا فَطُوبَى لِلْغُرَبَاءِ</p>
<p>Artinya: “<em>Islam muncul dalam keadaan asing dan akan kembali asing sebagaimana munculnya , maka surgalah bagi orang-orang yang dianggap asing.”</em> (HR. Muslim)</p>
<p><span>Wallahu ta’ala a’lam.</span></p>
<p>Ustadz Abdullah Roy, Lc.</p>
<p>Sumber: tanyajawabagamaislam.blogspot.com</p>
 