
<p>Apa yang diucapkan oleh lidah juga dihisab oleh Allah sebagaimana amalan, lantas kenapa kita begitu berhati-hati dalam beramal namun tidak berhati-hati dalam berucap.<br>‎- Bukankah lidah lebih cepat beraktifitas dibandingkan amalan? dalam satu menit terlalu banyak kata yang bisa dilontarkan oleh lidah, sedangakan amalan terbatas ruang gerakanya<br>– bukankah lidah bisa menyakiti orang yang sedang hidup maupun yang telah lama meninggal dunia bahkan para ulama (dengan menggibah mereka)?,adapun amalan hanya bisa menyakiti orang yang masih hidup?<br>– Bukankah lidah bisa menyakiti orang yang tidak dihadapannya bahkan berada di tempat yang jauh di ujung dunia, sementara amalan hanya bisa menyakiti orang yang dihadapannya?<br>– Bukankah lisan merupakan salah satu sebab terbesar yang menjerumuskan orang dalam api neraka?<br>Lantas kenapa kita bisa berpikir dan berhati-hati tatkala bertindak sementara tidak berfikir dan berhati-hati dalam berucap?</p>
 