
<p><span style="font-weight: 400;">Saudaraku, tentu kita tidak ingin apabila telah berusaha semaksimal mungkin dan mengerahkan semua upaya, tetapi tiba-tiba semua usaha kita tersebut sia-sia dan tidak berbuah hasil sama sekali. Tentu kita sangat kecewa dan putus asa. Demikian juga dengan amal ibadah kita, akan sia-sia dan tidak teranggap tanpa<a href="https://muslim.or.id/45170-kebodohan-kita-terhadap-makna-kalimat-tauhid-bag-5.html"> tauhid yang benar.</a></span></p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><strong><span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="https://muslim.or.id/89-virus-yang-mewabah-di-tengah-ummat.html" data-darkreader-inline-color="">Inilah Virus yang Mewabah di Tengah Ummat</a></span></strong></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Saudaraku, hendaknya kita benar-benar dan serius <a href="https://muslim.or.id/45911-tauhid-sebagai-sebab-penggugur-dosa-bag-3.html">memperhatikan tauhid kita.</a> Kita wajib belajar dan wajib tahu apa-apa saja yang menegakkan tauhid, apa-apa saja yang bisa membatalkan tauhid kita. Demikian juga kita wajib tahu apa yang bisa menambah tauhid kita dan apa-apa yang bisa mengurangi tauhid kita, karena tauhid sangat berpengaruh dengan amal ibadah yang kita lakukan.</span></p>
<h2><span style="color: #003366; font-size: 21pt; --darkreader-inline-color: #8fcdff;" data-darkreader-inline-color="">Tauhid adalah kunci ibadah</span></h2>
<p><span style="font-weight: 400;">Tauhid adalah kunci ibadah, tanpa tauhid ibadah akan sia-sia. Syaikh Muhammad At-Tamimi menjelaskan,</span></p>
<table>
<tbody>
<tr>
<td>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">اعلم أن العبادة لا تسمى عبادة إلا مع التوحيد، كما أن الصلاة لا تسمى صلاة إلا مع الطهارة، فإذا دخل الشرك في العبادة فسدت</span></p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><span style="font-weight: 400;">“Ketahuilah, Ibadah tidak bisa disebut ibadah (tidak sah) tanpa tauhid. Sebagaimana shalat tidak bisa disebut shalat (tidak sah) tanpa thaharah (bersuci). Apabila ibadah termasuki oleh syirik maka akan menjadi rusak.” [Matan Qawaidul Arba’]</span></p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="https://muslim.or.id/112-mendatangi-pelayan-setan.html" data-darkreader-inline-color="">Akibat Mendatangi Pelayan Setan</a></strong></p>
<h2><span style="color: #003366; --darkreader-inline-color: #8fcdff; font-size: 21pt;" data-darkreader-inline-color="">Syarat utama diterimanya amalan</span></h2>
<p><span style="font-weight: 400;">Tauhid adalah syarat utama diterimanya amal. Ini adalah konsekuensi dari syahadat seroang muslim.</span><span style="font-weight: 400;"><br>
</span><span style="font-weight: 400;"><br>
</span><strong>1. Asyhadu alla ilaha illallahu (أشهد أن لا إله إلا الله)</strong><span style="font-weight: 400;"><br>
</span><span style="font-weight: 400;">Konsekuensinya adalah ibadah kita harus ikhlas kepada Allah saja.</span><span style="font-weight: 400;"><br>
</span><span style="font-weight: 400;">Tidak boleh riya’, sum’ah beribadah karena ingin dipuji dan dilihat manusia. Tidak boleh beribadah untuk yang lain semisal menyembelih kepada jin.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Sebagai konsekuensi Syahadat “Asyhadu alla ilaha illallahu”, kita harus ikhlas, karena amal dan balasan sesuai dengan niat</span><span style="font-weight: 400;"><br>
</span><span style="font-weight: 400;"><br>
</span><span style="font-weight: 400;">Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّةِ ، وَإِنَّمَا لاِمْرِئٍ مَا نَوَى ، فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ ، وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى دُنْيَا يُصِيبُهَا أَوِ امْرَأَةٍ يَتَزَوَّجُهَا ، فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ</span><span style="font-weight: 400;"><br>
</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada niat. Dan setiap orang akan mendapatkan apa yang ia niatkan. Barangsiapa yang berhijrah karena Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya adalah pada Allah dan Rasul-Nya. Barangsiapa yang hijrah karena dunia yang ia cari-cari atau karena wanita yang ingin ia nikahi, maka hijrahnya berarti pada apa yang ia tuju”.(HR. Bukhari dan Muslim)</span></p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="https://muslim.or.id/153-jimat-gaya-hidup-modern.html" data-darkreader-inline-color="">Jimat, Gaya Hidup Modern?</a></strong></p>
<p><strong>2. Asyhadu anna Muhammad Rasulullah (أشهد أن محمدا رسول الله)</strong><span style="font-weight: 400;"><br>
</span><span style="font-weight: 400;">Konsekuensinya adalah dalam beribadah kita harus mengikuti cara Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, mengikuti sesuai dalil dan tidak boleh beribadah dengan sesuatu yang tidak ada ajaran/tuntunan sebelumnya dari beliau.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Sebagai konsekuensi Syahadat “Asyhadu anna Muhammad Rasulullah” harus beribadah sesuai cara dan petunjuk yang disampaikan oleh beliau. Jika tidak, maka amalannya tertolak dan tidak diterima,</span><span style="font-weight: 400;"><br>
</span><span style="font-weight: 400;"><br>
</span><span style="font-weight: 400;">Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,</span><span style="font-weight: 400;"><br>
</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">مَنْ أَحْدَثَ فِى أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ</span><span style="font-weight: 400;"><br>
</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Barangsiapa membuat suatu perkara baru dalam agama kami ini yang tidak ada asalnya, maka perkara tersebut tertolak.”[HR. Bukhari no. 20 dan Muslim no. 1718]</span><span style="font-weight: 400;"><br>
</span><span style="font-weight: 400;"><br>
</span><span style="font-weight: 400;">Dalam riwayat Muslim disebutkan,</span><span style="font-weight: 400;"><br>
</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ</span><span style="font-weight: 400;"><br>
</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Barangsiapa melakukan suatu amalan yang bukan ajaran kami, maka amalan tersebut tertolak.”</span><span style="font-weight: 400;"><br>
</span><span style="font-weight: 400;"><br>
</span><span style="font-weight: 400;">Dalam ibadah tidak diperkenankan hanya “berniat baik” saja, akan tetapi caranya juga harus sesuai ajaran dan tuntunan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Oleh karena itu, kaidah dalam beribadah:</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">الأصل في العبادات التحريم</span><span style="font-weight: 400;"><br>
</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Hukum asal ibadah adalah haram”</span><span style="font-weight: 400;"><br>
</span><span style="font-weight: 400;"><br>
</span><span style="font-weight: 400;">Sampai ada dalil yang membolehkannya.</span><span style="font-weight: 400;"><br>
</span><span style="font-weight: 400;"><br>
</span><span style="font-weight: 400;">Misalnya: shalah subuh itu 3 rakaat haram, 4 rakaat haram, sampai ada dalil yang mengatakan 2 rakaat</span></p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="https://muslim.or.id/229-menjadikan-kyai-sebagai-sesembahan-selain-allah.html" data-darkreader-inline-color="">Menjadikan Kyai Sebagai Sesembahan Selain Allah</a></strong></p>
<h2><span style="color: #003366; font-size: 21pt; --darkreader-inline-color: #8fcdff;" data-darkreader-inline-color="">Kesyirikan menghapus amal dan membuat amal sia-sia</span></h2>
<p><span style="font-weight: 400;">Sebaliknya Kesyirikan akan membuat amal sia-sia dan terhapus.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Allah </span><i><span style="font-weight: 400;">Ta’ala</span></i><span style="font-weight: 400;"> berfirman,</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">وَلَوْ أَشْرَكُوا لَحَبِطَ عَنْهُمْ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“</span><i><span style="font-weight: 400;">Seandainya mereka mempersekutukan Allah, niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan</span></i><span style="font-weight: 400;">.” (QS. Al An’am: 88).</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Bahkan Allah tidak akan mengampuni dosa syirik apabila dibawa mati, yaitu melakukan dosa syirik dan tidak bertaubat sampai ia meninggal.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Allah </span><i><span style="font-weight: 400;">Ta’ala</span></i><span style="font-weight: 400;"> berfirman,</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدِ افْتَرَى إِثْمًا عَظِيمًا</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“</span><i><span style="font-weight: 400;">Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang </span></i><i><span style="font-weight: 400;">dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.</span></i><span style="font-weight: 400;">” (QS. An Nisa’: 48).</span></p>
<p><strong>Baca Juga:</strong></p>
<div class="post-title">
<ul>
<li><span style="color: #ff0000;" data-darkreader-inline-color=""><strong><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/220-upaya-menjaga-kemurnian-islam-menyoal-tahdzir-dan-norma-normanya.html" data-darkreader-inline-color="">Upaya Menjaga Kemurnian Islam, Menyoal Tahdzir dan Norma-Normanya</a></strong></span></li>
<li><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/241-ternyata-kesyirikan-di-zaman-kita-lebih-parah.html" data-darkreader-inline-color="">Ternyata Kesyirikan di Zaman Kita Lebih Parah</a></strong></li>
</ul>
</div>
<p><span style="font-weight: 400;">Demikian semoga bermanfaat</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">@ Lombok, Pulau Seribu Masjid</span></p>
<p><strong>Penyusun:<span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="https://muslim.or.id/author/raehan" data-darkreader-inline-color=""> Raehanul Bahraen</a></span></strong></p>
<p><strong>Artikel www.<span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="http://muslim.or.id" data-darkreader-inline-color="">muslim.or.id</a></span></strong></p>
 