
<p>Pertanyaan: <em>Banyak orang beranggapan, bahkan melakukannya bahwa daging kambing sebagai aqiqah harus dimasak bumbu manis. Adakah ini diajarkan oleh Rasulullah dan apa manfaatnya?</em></p>
<p>Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin rahimahullah mengatakan, “Ada sebagian orang yang berpendapat bahwa daging aqiqah seyogyanya dimasak manis. Maksudnya, masakan daging aqiqah tersebut diberi gula dalam jumlah yang banyak sehingga terasa manis. Hal ini dilakukan dengan harapan akhlak anak tersebut besok hari adalah akhlak yang manis. Anggapan ini adalah <strong>pendapat yang lemah</strong> karena perbuatan ini tidak ada dalilnya, dan masalah optimistis atau pengharapan seyogyanya tidak kita perluas sampai keterlaluan seperti ini. (Lihat as-syarhu al-Mumti’ Jilid VII hal 546)</p>
<p>Artikel <a href="https://ustadzaris.com">www.ustadzaris.com</a></p>
 