
<p style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 26px; text-align: center;" dir="RTL">أخت لي تسأل أن والدها توفي ولم يعق عن نفسه، فهل يمكن أهله أن يعقوا عنه أو لا يلزم منهم أن يعقوا عنه لأني أو لأنه توفي؟</p>
<p><strong>Pertanyaan</strong>:</p>
<p>Ayah telah meninggal dunia sebelum mengaqiqahi dirinya sendiri. Apakah memungkinkan bagi keluarganya untuk mengaqiqahinya ataukah tidak boleh mengingat  beliau sudah meninggal?</p>
<p style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 26px; text-align: center;" dir="RTL">مثل هذا الكبير جاء في الحديث: ((كل غلام مرتهن بعقيقته)) والعقيقة بالنسبة للصغير على الأب، وهذا باعتباره كبر ومات والأصل في العقيقة أنها سنة فمثل هذا يقال: فات محلها.</p>
<p>Jawaban <strong>Syaikh Dr Abdul Karim al Khudair</strong>:</p>
<p>Orang dewasa yang belum diakikahi berlaku padanya hadits 'Setiap anak itu tergadai dengan akikahnya' [artinya, tetap dituntunkan untuk mengadakan akikah, pent].</p>
<p>Akikah untuk anak kecil itu menjadi tanggung jawab ayahnya.</p>
<p>Sedangkan yang menjadi pertanyaan adalah orang dewasa yang sudah meninggal dunia dan menimbang bahwa pada dasarnya hukum aqiqah adalah sunnah maka kita kitakan bahwa waktu aqiqah sudah berlalu sehingga keluarga tidak perlu mengadakan acara aqiqah karena pertimbangan di atas.</p>
<p><strong>Sumber</strong>:</p>
<p>http://www.khudheir.com/audio/5622 </p>
 