
<h1><b>Aturan dalam Distribusi Daging Kurban</b></h1>
<p><b>Pertanyaan:</b></p>
<p><i><span style="font-weight: 400;">Bagaimana sebenarnya aturan dalam pembagian daging kurban? Benarkah harus sepertiga disedekahkan, sepertiga dihadiahkan dan sepertiga dimakan sendiri? Dan bolehkah dibagikan kepada nonmuslim juga? Jazakallah khayran.</span></i></p>
<p><b>Jawaban:</b></p>
<p><i><span style="font-weight: 400;">Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, ash-shalatu was salamu ‘ala Nabiyyina Muhammadin, wa ‘ala alihi wa shahbihi ajma’in. Amma ba’du.</span></i></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Mengenai distribusi daging kurban, terdapat hadis yang panjang dari Aisyah </span><i><span style="font-weight: 400;">radhiyallahu ‘anha</span></i><span style="font-weight: 400;">, ia berkata:</span></p>
<p class="arab"><span style="font-weight: 400;">دَفَّ أَهْلُ أَبْيَاتٍ مِن أهْلِ البادِيَةِ حَضْرَةَ الأضْحَى زَمَنَ رَسولِ اللهِ صلَّى اللَّهُ عليه وسلَّمَ، فقالَ رَسولُ اللهِ صلَّى اللَّهُ عليه وسلَّمَ: ادَّخِرُوا ثَلاثًا، ثُمَّ تَصَدَّقُوا بما بَقِيَ، فلَمَّا كانَ بَعْدَ ذلكَ، قالوا: يا رَسولَ اللهِ، إنَّ النَّاسَ يَتَّخِذُونَ الأسْقِيَةَ مِن ضَحاياهُمْ، وَيَجْمُلُونَ منها الوَدَكَ، فقالَ رَسولُ اللهِ صلَّى اللَّهُ عليه وسلَّمَ: وما ذَاكَ؟ قالوا: نَهَيْتَ أنْ تُؤْكَلَ لُحُومُ الضَّحايَا بَعْدَ ثَلاثٍ، فقالَ: إنَّما نَهَيْتُكُمْ مِن أَجْلِ الدَّافَّةِ الَّتي دَفَّتْ؛ فَكُلوا وادَّخِرُوا وتَصدَّقُوا</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Orang-orang yang tinggal di gurun mempercepat langkahnya dan bersegera menghadiri Idul Adha di zaman Rasulullah </span><i><span style="font-weight: 400;">shallallahu ‘alaihi wasallam</span></i><span style="font-weight: 400;">. Ketika itu Rasulullah </span><i><span style="font-weight: 400;">shallallahu ‘alaihi wasallam </span></i><span style="font-weight: 400;">bersabda: “Simpanlah (daging kurban tersebut) hingga tiga hari, setelah itu sedekahkanlah yang masih tersisa”. Setelah hal itu berlalu, orang-orang berkata, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya orang-orang memanfaatkan dari kurban, mereka mencairkan lemaknya dan darinya mereka membuat geriba (wadah air)”. Beliau bersabda: “Ada apa dengan hal itu?” Mereka berkata, “Engkau telah melarang memakan daging kurban setelah lewat tiga hari.” Beliau bersabda: </span><i><span style="font-weight: 400;">“Sesungguhnya saya melarang demikian karena adanya sekelompok orang yang datang terburu-buru (yaitu orang-orang miskin dari gurun). Namun sekarang silakan makanlah (daging sembelihan tersebut), simpanlah dan bersedekahlah” </span></i><span style="font-weight: 400;">(HR. Muslim no.1971).</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Dalam hadis ini, Nabi </span><i><span style="font-weight: 400;">shallallahu ‘alaihi wasallam </span></i><span style="font-weight: 400;">sempat melarang penduduk Madinah untuk menyimpan daging kurban lebih dari tiga hari. Karena beliau melihat adanya orang-orang Badiyah (yang tinggal di tengah gurun) yang membutuhkan daging tersebut. Sehingga Nabi </span><i><span style="font-weight: 400;">shallallahu ‘alaihi wasallam </span></i><span style="font-weight: 400;">memotivasi penduduk Madinah untuk menyedekahkan daging kepada mereka dan tidak menyimpannya untuk diri sendiri. Dan Nabi </span><i><span style="font-weight: 400;">shallallahu ‘alaihi wasallam </span></i><span style="font-weight: 400;">menjelaskan bahwa sejatinya tidak terlarang menyimpan daging kurban lebih dari tiga hari.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Dan di dalam hadis ini Nabi </span><i><span style="font-weight: 400;">shallallahu ‘alaihi wasallam </span></i><span style="font-weight: 400;">mengatakan: “</span><i><span style="font-weight: 400;">Silakan makanlah (daging sembelihan tersebut), simpanlah dan bersedekahlah</span></i><span style="font-weight: 400;">”. Sebagian ulama memahami bahwa distribusi daging kurban adalah 1/3 dimakan sendiri, 1/3 disedekahkan dan 1/3 sisanya simpan untuk dihadiahkan. Sebagaimana juga riwayat dari Abdullah bin ‘Abbas </span><i><span style="font-weight: 400;">radhiyallahu ‘anhu</span></i><span style="font-weight: 400;">, ia berkata:</span></p>
<p class="arab"><span style="font-weight: 400;">يأكل هو الثلث ويطعم من أراد الثلث ويتصدق على المساكين بالثلث</span></p>
<p><i><span style="font-weight: 400;">“(Daging kurban) dimakan sendiri 1/3, dihadiahkan 1/3, dan disedekahkan kepada orang miskin 1/3” </span></i><span style="font-weight: 400;">(Disebutkan oleh Ibnu Qudamah dalam </span><i><span style="font-weight: 400;">al-Mughni</span></i><span style="font-weight: 400;">, 8/632).</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Ini pendapat yang dikuatkan oleh Syafi’iyyah dan Hanabilah. Adapun Imam Malik </span><i><span style="font-weight: 400;">rahimahullah</span></i><span style="font-weight: 400;">, beliau menilai ukuran di atas bukanlah batasan dan tidak ada batasan tertentu dalam distribusi daging kurban. Beliau mengatakan:</span></p>
<p class="arab"><span style="font-weight: 400;">لا حد فيما يأكل ويتصدق ويطعم الفقراء والأغنياء ، إن شاء نيئاً وإن شاء مطبوخاً</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Tidak ada batasan tertentu untuk kadar daging kurban yang dimakan sendiri, atau disedekahkan, atau dihadiahkan, boleh diberikan kepada orang miskin, ataupun orang kaya, boleh dalam keadaan mentah ataupun matang” (</span><i><span style="font-weight: 400;">Al-Kafi fi Fiqhi Ahlil Madinah</span></i><span style="font-weight: 400;">, 1/424).</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Ini pendapat yang </span><i><span style="font-weight: 400;">rajih</span></i><span style="font-weight: 400;">, </span><i><span style="font-weight: 400;">insyaAllah</span></i><span style="font-weight: 400;">. Sebagaimana dijelaskan oleh a</span><i><span style="font-weight: 400;">l-Lajnah ad-Daimah lil Buhuts wal Ifta’</span></i><span style="font-weight: 400;">: “Perkara distribusi daging kurban itu longgar </span><i><span style="font-weight: 400;">walhamdulillah</span></i><span style="font-weight: 400;">. Andaikan orang yang berkurban memakan sendiri semua daging kurbannya tanpa menyedekahkan kepada fakir-miskin, dan tidak menghadiahkannya kepada teman-temannya, itu </span><b>dibolehkan</b><span style="font-weight: 400;">. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Atau jika ia menyedekahkan semuanya, tanpa memakannya sedikit pun, dan menghadiahkan semuanya, itu dibolehkan. Atau dia makan sebagian, dia simpan sebagian, dan dia sedekahkan sebagian, ini juga tidak mengapa. Karena perintah dalam dua ayat yang disebutkan, bermakna kebolehan dan anjuran, sebagaimana disebutkan oleh para ulama, dan bukan pewajiban” (</span><i><span style="font-weight: 400;">Majalah al-Buhuts al-Islamiyah</span></i><span style="font-weight: 400;">, juz 62 hal. 378).</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Adapun memberikan daging kurban untuk nonmuslim, ini dibolehkan oleh para ulama sebagaimana difatwakan oleh Syaikh Abdul Aziz bin Baz, Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin, dan </span><i><span style="font-weight: 400;">al-Lajnah ad-Daimah lil Buhuts wal Ifta’</span></i><span style="font-weight: 400;">. Berdasarkan keumuman ayat:</span></p>
<p class="arab"><span style="font-weight: 400;">لَا يَنْهَاكُمُ اللَّهُ عَنِ الَّذِينَ لَمْ يُقَاتِلُوكُمْ فِي الدِّينِ وَلَمْ يُخْرِجُوكُمْ مِنْ دِيَارِكُمْ أَنْ تَبَرُّوهُمْ وَتُقْسِطُوا إِلَيْهِمْ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tidak memerangimu karena agama dan tidak mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.” (QS. al-Mumtahanah: 8).</span></p>
<p><i><span style="font-weight: 400;">Wallahu a’lam</span></i><span style="font-weight: 400;">.</span></p>
<p><span style="font-size: inherit;">***</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Dijawab oleh Ustadz </span><span style="font-weight: 400;">Yulian Purnama, S.Kom.</span><span style="font-weight: 400;"> </span></p>
<p><strong>Anda bisa membaca artikel ini melalui aplikasi <a href="https://play.google.com/store/apps/details?id=org.yufid.tanyaustadz" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Tanya Ustadz untuk Android</a>. <a href="https://play.google.com/store/apps/details?id=org.yufid.tanyaustadz" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Download Sekarang !!</a></strong></p>
<p><strong>Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.</strong></p>
<ul>
<li>
<strong>REKENING DONASI</strong>:</li>
</ul>
<p>BANK SYARIAH INDONESIA<br>
7086882242<br>
a.n. YAYASAN YUFID NETWORK<br>
Kode BSI: 451</p>
 