
<p><em>Segala puji hanya milik Allah semata Rabb semesta alam, shalawat dan salam semoga tercurahkan kepada Nabi kita Muhammad, kepada para kerabatnya, para shahabat seluruhnya, wa ba’du:</em></p>
<p>Aku melihat seorang laki-laki warga Negara Filipina, ia dulu adalah seorang pendeta dan misionaris, kemudian Allah <em>Azza wa Jalla</em> memberikan kepadanya hidayah! Lalu mari kita perhatikan apakah yang ia kerjakan setelah Allah membukakan hatinya untuk memeluk agama Islam? Dia mulai mendakwahi anak bangsanya sehingga masuk islam di tangannya 4000 orang! Dan yang demikian itu hanya dalam beberapa tahun saja! Kira-kira berapa banyak orang yang akan memeluk agama Islam di tangan mereka yang 4000 itu, dan akhirnya kebaikan terus melambung naik sampai hari kiamat! Alangkah beruntungnya ia…</p>
<p>Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wasallam</em> bersabda:</p>
<p dir="RTL" align="center"><span style="font-size: 18pt;">مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ</span></p>
<p>Artinya: <em><strong>“Barangsiapa yang menunjukkan kepada sebuah kebaikan maka baginya seperti pahala pelakunya<a title="" href="http://www.facebook.com/editnote.php#_ftn1"><strong>[1]</strong></a>.”</strong></em></p>
<p>An Nawawi <em>rahimahullah</em> berkata: “ia menunjukkan dengan perkataan, lisan, isyarat dan tulisan.”</p>
<p><em>Saudaraku muslim…</em></p>
<p>Berdakwah kepada agama Allah <em>Azza wa Jalla</em> termasuk keta’atan yang paling tinggi dan ibadah yang paling agung, ia membutuhkan dari seluruhnya cara-cara yang bermacam-macam, keikhlashan, kesungguhan, kesabaran untuk menyampaikan agama ini, mempertahankan dan memperjuangkannya dari kehancuran:</p>
<p dir="RTL" align="center"><span style="font-size: 18pt;">{يَا أَيُّهَا الْمُدَّثِّرُ (1) قُمْ فَأَنْذِرْ (2)} [المدثر: 1، 2]</span></p>
<p>Artinya: <em><strong>“Hai orang yang berkemul (berselimut),  bangunlah, lalu berilah peringatan!</strong></em><a title="" href="http://www.facebook.com/editnote.php#_ftn2"><strong><em>[2]</em></strong></a><em><strong>.”</strong></em></p>
<p>Jika bukan kita penganut agama Islam yang bekerja untuk agama ini, maka siapakah gerangan yang akan mengerjakannya?!</p>
<p>Allah <em>Azza wa Jalla</em> telah memuliakanmu dengan nikmat Islam dan memudahkan bagimu perkara-perkara dan memudahkan bagimu jalan sehingga kamu berjalan di jalan yang paling agung, Ibnul Qayyim berkata: “Berdakwah ke jalan Allah Ta’ala adalah tugasnya para rasul dan para pengikutnya.”</p>
<p><em>Saudaraku muslim…</em></p>
<p>Siapa yang memberikan sebuah buku maka ia adalah pendakwah, siapa yang menghadiahkan kaset maka ia adalah seorang pendakwah, siapa yang mengajarkan oang yang bodoh maka ia adalah seoorang pendakwah, dan barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan maka ia adalah seorang pendakwah, siapa yang menyampaikan sepatah kata maka ia adalah seorang pendakwah…pintu-pintu yang luas dan jalan yang mudah dan gampang, segala puji hanya milik Allah, setiap kali berkurang kemauan dan hasrat menjadi lemah, maka ingatlah pahala-pahala dan buah-buah yang agung bagi siapa yang berdakwah ke jalan Allah, di antaranya:</p>
<p><span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1a1a; font-size: 18pt;" data-darkreader-inline-color=""><strong>Pertama: mengikuti para nabi dan mencontoh mereka</strong></span></p>
<p dir="RTL" align="center"><span style="font-size: 18pt;">{قُلْ هَذِهِ سَبِيلِي أَدْعُو إِلَى اللَّهِ عَلَى بَصِيرَةٍ أَنَا وَمَنِ اتَّبَعَنِي وَسُبْحَانَ اللَّهِ وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ } [يوسف: 108]</span></p>
<p>Artinya: <em><strong>“Katakanlah: “Inilah jalan (agama) ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujah yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik<a title="" href="http://www.facebook.com/editnote.php#_ftn3"><strong>[3]</strong></a>.”</strong></em></p>
<p>Al Farra berkata: “Wajib bagi setiap yang mengikutinya untuk berdakwah kepada apa yang ia dakwah dan menyebutkan Al Quran dan nasehat”.</p>
<p><span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1a1a; font-size: 18pt;" data-darkreader-inline-color=""><strong>Kedua: bergegas untuk mendapatkan kebaikan dan kemauan di dalam mendapatkan pahala</strong></span><strong><br>
</strong></p>
<p>karena Allah <em>Azza wa Jalla </em>memuji para pendakwah:</p>
<p dir="RTL" align="center"><span style="font-size: 18pt;">{وَمَنْ أَحْسَنُ قَوْلًا مِمَّنْ دَعَا إِلَى اللَّهِ وَعَمِلَ صَالِحًا وَقَالَ إِنَّنِي مِنَ الْمُسْلِمِينَ } [فصلت: 33]</span></p>
<p>Artinya: <em><strong>“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh dan berkata: “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri?<a title="" href="http://www.facebook.com/editnote.php#_ftn4"><strong>[4]</strong></a>.”</strong></em></p>
<p>Asy Syaukani berkata: “Tidak ada yang lebih baik darinya dan yang lebih jelas dari jalannya dan tidak ada yang lebih banyak pahalanya dibanding  amalannya”.</p>
<p><span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1a1a; font-size: 18pt;" data-darkreader-inline-color=""><strong>Ketiga: berusaha untuk mendapatkan pahala-pahala yang besar kebaikan-kebaikan yang banyak dengan hanya perbuatan yang sediki</strong><strong>t</strong></span></p>
<p>Nabi Muhammad <em>shallallahu ‘alaihi wasallam</em> telah memberikan kabar gembira dengan sabdanya:</p>
<p dir="RTL" align="center"><span style="font-size: 18pt;">مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ</span></p>
<p>Artinya: <em><strong>“Barangsiapa yang menunjukkan kepada sebuah kebaikan maka baginya seperti pahala pelakunya</strong></em><a title="" href="http://www.facebook.com/editnote.php#_ftn5"><strong><em>[5]</em></strong></a><em><strong>.”</strong></em></p>
<p>Jika anda menunjukkan seseorang kepada agama Islam maka bagi anda seperti pahala islamnya, amalannya, shalatnya dan puasanya dan tidak mengurangi hal tersebut dari pahalanya sedikitpun, dan pintu ini sangat agung dan luas, siapa yang diberi taufik oleh Allah <em>Azza wa Jalla</em> ia akan masuk ke dalamnya.</p>
<p><span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1a1a; font-size: 18pt;" data-darkreader-inline-color=""><strong>Keempat: taufik dan pendekatan kepada kebenaran: bahwasanya ia adalah buah yang sangat jelas dari dakwah </strong></span></p>
<p>Allah <em>Ta’ala</em> berfirman:</p>
<p dir="RTL" align="center"><span style="font-size: 18pt;">{وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا وَإِنَّ اللَّهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِينَ} [العنكبوت: 69]</span></p>
<p>Artinya: <em><strong>“Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan Kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik<a title="" href="http://www.facebook.com/editnote.php#_ftn6"><strong>[6]</strong></a>.”</strong></em></p>
<p>Al Baghawi berkata: “Orang-orang yang berjihad melawan orang-orang musyrik untuk memperjuangkan agama kiat”.</p>
<p><span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1a1a; font-size: 18pt;" data-darkreader-inline-color=""><strong>Kelima: Harapan shalihnya keturunan</strong></span></p>
<p>Karena sesungguhnya di dalam hal tersebut terdapat Qurratu ‘ain di dunia dan akhirat, dan Allah tidak menghilangkan pahala orang yang telah berbuat kebaikan. Allah Ta’ala berfirman:</p>
<p dir="RTL" align="center"><span style="font-size: 18pt;">{وَلْيَخْشَ الَّذِينَ لَوْ تَرَكُوا مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعَافًا خَافُوا عَلَيْهِمْ فَلْيَتَّقُوا اللَّهَ وَلْيَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا } [النساء: 9]</span></p>
<p>Artinya: <em><strong>“Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar<a title="" href="http://www.facebook.com/editnote.php#_ftn7"><strong>[7]</strong></a>.”</strong></em></p>
<p>dan termasuk dari perkataan yang benar yang paling agung adalah berdakwah kepada Agam Allah.</p>
<p><span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1a1a; font-size: 18pt;" data-darkreader-inline-color=""><strong>Keenam: termasuk dari buah dari berdakwah adalah memberatkan timbangan-timbangan kebaikan kita pada hari ditunjukkannya amal perbuatan</strong></span></p>
<p>Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wasallam</em> bersabda:</p>
<p dir="RTL"><span style="font-size: 18pt;">مَنْ دَعَا إِلَى هُدًى كَانَ لَهُ مِنَ الأَجْرِ مِثْلُ أُجُورِ مَنْ تَبِعَهُ لاَ يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْئًا وَمَنْ دَعَا إِلَى ضَلاَلَةٍ كَانَ عَلَيْهِ مِنَ الإِثْمِ مِثْلُ آثَامِ مَنْ تَبِعَهُ لاَ يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ آثَامِهِمْ شَيْئًا</span></p>
<p>Artinya: <em><strong>“Barangsiapa yang menyeru kepada sebuah petunjuk maka baginya pahal seperti pahala-pahala orang-orang yang mengikutinya, hal tersebut tidak mengurangi akan pahala-pahala mereka sedikitpun dan barangsiapa yang menyeru kepada sebuah kesesatan maka atasnya dosa  seperti dosa-dosa yang mengikutinya, hal tersebut tidak mengurangi dari dosa-dosa mereka sedikitpun<a title="" href="http://www.facebook.com/editnote.php#_ftn8"><strong>[8]</strong></a>.”</strong></em></p>
<p><span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1a1a; font-size: 18pt;" data-darkreader-inline-color=""><strong>Ketujuh: Melakukan dakwah kepada Allah merupakan sebagian dari sebab-sebab kemenangan dan keberuntungan di dunia dan akhirat</strong></span></p>
<p>Allah Ta’ala berfirman:</p>
<p dir="RTL" style="text-align: center;"><span style="font-size: 18pt;">وَالْعَصْرِ(1) إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ(2) إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ (3)</span></p>
<p>Artinya: <em><strong>“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasihat menasihati supaya menaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran<a title="" href="http://www.facebook.com/editnote.php#_ftn9"><strong>[9]</strong></a>.”</strong></em></p>
<p><span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1a1a; font-size: 18pt;" data-darkreader-inline-color=""><strong>Kedelapan: Berdakwah kepada agama Allah termasuk dari sebab-sebab yang mendatangkan kemenangan melawan musuh-musuh</strong></span></p>
<p>Allah <em>Ta’ala</em> berfirman:</p>
<p dir="RTL" style="text-align: center;" align="center"><span style="font-size: 18pt;">{يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ تَنْصُرُوا اللَّهَ يَنْصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ} [محمد: 7]</span></p>
<p>Artinya: <strong>“</strong><em><strong>Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu</strong></em><strong><a title="" href="http://www.facebook.com/editnote.php#_ftn10">[10]</a>.”</strong></p>
<p>Karena dengan dakwah maka Allah akan disembah sesuai dengan yang disyri’atkan-Nya, kemungkaran-kemungkaran akan hilang, dan akan tumbuh di dalam umat ini rasa kejayaan dan kemuliaan sehingga jalan di jalan kemenangan dan kekuasaan.</p>
<p><span style="color: #ff0000;" data-darkreader-inline-color=""><strong><span style="font-size: 18pt;">Kesembilan: dengan berdakwah kepada agama Allah maka akan didapatkan kedudukan-kedudukan yang tinggi</span><br>
</strong></span></p>
<p>Syaikh Abdurrahman As Sa’dy <em>rahimahullah</em> berkata: “Dan kedudukan ini yaitu kedudukan berdakwah adalah kesempurnaan yang bagi orang-orang shiddiq, yang telah menyempurnakan akan diri mereka dan selain mereka, dan mereka akan mendapatkan warisan yang sempurna dari para rasul”.</p>
<p><span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1a1a; font-size: 18pt;" data-darkreader-inline-color=""><strong>Kesepuluh: dari buah hasil berdakwah adalah shalawat Allah, para malaikat-Nya dan penduduk langit dan bumi atas pengajar manusia kebaikan</strong></span></p>
<p>karena apa yang ia akan sampaikan hanyalah ilmu yang diwarisi dari firman Allah Ta’ala dan sabda rasul-Nya yang mulia, Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wasallam</em> bersabda:</p>
<p dir="RTL" style="text-align: center;"><span style="font-size: 18pt;">إِنَّ اللَّهَ وَمَلاَئِكَتَهُ وَأَهْلَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ حَتَّى النَّمْلَةَ فِى جُحْرِهَا وَحَتَّى الْحُوتَ لَيُصَلُّونَ عَلَى مُعَلِّمِ النَّاسِ الْخَيْرَ</span></p>
<p>Artinya: <em><strong>“Sesungguhnya Allah, para malaikat-Nya dan penghuni bumi dan langit sampai semut yang berada di lubangnya dan bahkan sampai ikan benar-benar bershalwat atas pengajar manusia kebaikan<a title="" href="http://www.facebook.com/editnote.php#_ftn11"><strong>[11]</strong></a>.”</strong></em></p>
<p><span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1a1a; font-size: 18pt;" data-darkreader-inline-color=""><strong>Kesebelas: Berdakwah kepada agama Allah mengangkat derajat di dunia dan akhirat</strong></span></p>
<p>Ibnul Qayyim berkata: “Sesungguhnya pangkat makhluq yang paling mulia di sisi Allah adalah pangkat kerasulan dan kenabian, karenanya Allah mengutus dari manusia seorang rasul bergitu pula dari jin”.</p>
<p><span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1a1a; font-size: 18pt;" data-darkreader-inline-color=""><strong>Kedua belas: Termasuk buah hasil berdakwah adalah terus mengalirnya pahala si pendakwah setelah wafatnya</strong></span></p>
<p>Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wasallam</em> bersabda:</p>
<p align="center"><span style="font-size: 18pt;">مَنْ سَنَّ سُنَّةً حَسَنَةً فَلَهُ أَجْرُهَا مَا عَمِلَ بِهِ فِي حَيَاتِهِ وَبَعْدَ مَمَاتِهِ حَتَّى يَتْرُكَ</span></p>
<p>Artinya: <em><strong>“Barangsiapa yang mensunnahkan sunnah yang baik maka baginya pahala amalan tersebut selama dikerjakan di dalam kehidupannya dan setelah wafatnya sampai ditinggalkan<a title="" href="http://www.facebook.com/editnote.php#_ftn12"><strong>[12]</strong></a>.”</strong></em></p>
<p>Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wasallam</em> bersabda:</p>
<p dir="RTL" align="center"><span style="font-size: 18pt;">إذَا مَاتَ ابْنُ آدَمَ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إلَّا مِنْ ثَلَاثٍ : صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ</span></p>
<p>Artinya: <em><strong>“Jika seorang anak keturunan Adam meninggal maka terputus amalnya kecuali dati tiga perkara…”</strong></em>, dan salah satu diantaranya adalah: <em><strong>“Ilmu yang bermanfa’at.”</strong></em></p>
<p style="text-align: left;"><span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1a1a; font-size: 18pt;" data-darkreader-inline-color=""><strong>Ketiga belas: Kecintaan Allah </strong><em><strong>Azza wa Jalla</strong></em><strong> bagi siapa yang memperjuangkan agama-Nya dan menyampaikan risalah-Nya</strong></span></p>
<p>Al Hasan ketika mengomentari firman Allah Ta’ala:</p>
<p dir="RTL" align="center"><span style="font-size: 18pt;">{وَمَنْ أَحْسَنُ قَوْلًا مِمَّنْ دَعَا إِلَى اللَّهِ وَعَمِلَ صَالِحًا وَقَالَ إِنَّنِي مِنَ الْمُسْلِمِينَ } [فصلت: 33]</span></p>
<p>Artinya: <em><strong>“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh dan berkata: “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri?<a title="" href="http://www.facebook.com/editnote.php#_ftn13"><strong>[13]</strong></a>. “</strong></em></p>
<p>Beliau berkata: “Dia adalah orang yang beriman, menerima seruan Allah lalu menyeru manusia kepada apa yang ia telah dia terima dari seruan tersebut lalu ia beramal shalih ketika menerimanya, maka orang ini aadalah orang yang dicintai oleh Allah, ia adalah wali Allah”.</p>
<p><span style="color: #ff0000;" data-darkreader-inline-color=""><strong><span style="font-size: 18pt;">Keempat belas: dari buah hasil berdakwah yang dicintai yang disenangi oleh jiwa dan melapangkan dada</span> </strong></span></p>
<p>dan juga menolong untuk selalu terus (dalam berdakwah) dan mampu melawan dalam keadaan yang sempit, yaitu doa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam agar terang wajah bagi yang menyampaikan sabda beliau,</p>
<p dir="RTL" align="center"><span style="font-size: 18pt;">نَضَّرَ اللَّهُ امْرَأً سَمِعَ مَقَالَتِى فَبَلَّغَهَا</span></p>
<p>Artinya: <em><strong>“Allah mencerahkan wajah seseorang yang telah mendengar perkataanku lalu ia sampaikan<a title="" href="http://www.facebook.com/editnote.php#_ftn14"><strong>[14]</strong></a>.”</strong></em></p>
<p>Maka berbahagaialah orang yang merasakan doa ini dan mendapatkan bagian darinya.</p>
<p><span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1a1a; font-size: 18pt;" data-darkreader-inline-color=""><strong>Kelima belas: Doa Nabi Muhammad </strong><em><strong>shallallahu ‘alaihi wasallam</strong></em><strong> agar mendapatkan rahmat bagi siapa yang menyampaikan sabda beliau</strong></span><strong><br>
</strong></p>
<p>termasuk hal yang paling agung yang membantu untuk selalu berjalan dengan semangat:</p>
<p dir="RTL" align="center"><span style="font-size: 18pt;">رحم الله امرأ سمع منى حديثا فحفظه حتى يبلغه غيره</span></p>
<p>Artinya: <em><strong>“Allah merahmati seseorang yang telah mendengar dariku sebuah hadits lalu ia menghafalnya  kemudian ia sampaikan kepada orang lain<a title="" href="http://www.facebook.com/editnote.php#_ftn15"><strong>[15]</strong></a>.”</strong></em></p>
<p>Dan di zaman sekarang terkumpul syarat-syarat untuk menyampaikan, Al Quran, kaset-kaset yang bernuansa islam telah tersedia, agar sampai kepada orang yang di dakwahi dalam keadaan yang sempurna dan baik, saya etringat bahwa seorang laki-laki masuk Islam kemudian ia dating ke Negara ini dan bermukim di sini beberapa tahun kemudian pulang ke negaranya dan tidak ada seorangpun dari manusia yang mengajaknya ke agama Allah, sampai ada kesempatan baginya untuk bekerja yang lain lagi dan setelah setahun ia pulang bersama sebuha perusahaan di bidang perbaikan hotel-hotel. Ia berkata: lalu pada suatu hari aku dapatkan sebuah tulisan singkat diletakkan di atas meja dapur setelah keluarnya orang yang menyewa hotel tersebut, ternyata di dalamnya terdapat pengetahuan-pengetahuan tentang Islam, lalu jadilah inti pencarianku adalah tentang Islam dan bertanya seputarnya, sampai akhirnya akupun masuk Islam dam masuk islam bersamaku bapak dan ibuku serta istriku dan aku berusaha untuk memasukkan sisa dari keluargaku sekarang masuk ke dalam Islam, maka bagaimanakah kesenganan seorang pendakwah yang meletakkan tulisan singkat tersebut kelak paa hari kiamat, jika seluruh kealuarga itu dan yang lainnya menerima dan itu semua akan terdapat di buku amalan dan kebaikan dia?</p>
<p><span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1a1a; font-size: 18pt;" data-darkreader-inline-color=""><strong>Keenam belas: berdakwah kepada agama Allah adalah shadaqah dari beberapa cara shadaqah</strong></span></p>
<p>Allah Ta’ala berfirman,</p>
<p dir="RTL" align="center"><span style="font-size: 18pt;">{الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ} [البقرة: 3]</span></p>
<p>Artinya: <em><strong>“(yaitu) mereka yang beriman kepada yang gaib, yang mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka<a title="" href="http://www.facebook.com/editnote.php#_ftn16"><strong>[16]</strong></a>.”</strong></em></p>
<p>Al Hasan berkata: “Termasuk infaq yang paling afdhal adalah infaq ilmu”.</p>
<p>Aku memohon kepada Allah <em>Azza wa Jalla</em> menjadikan kita dari para pendakwah kepada agama-Nya dan memberikan kepada kita seluruhnya keikhlashan di dalam perkataan dan perbuatan.</p>
<p><strong>*) Disusun oleh Abdul Malik Al Qasim, </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Penerjemah: <span style="color: #ff0000;" data-darkreader-inline-color="">Ustadz Ahmad Zainuddin, Lc</span></strong></p>
<p>Artikel <span style="color: #ff0000;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id" data-darkreader-inline-color="">www.muslim.or.id</a></span></p>
<p> </p>
<div align="right">
<hr align="right" size="1" width="33%">
</div>
<p><a title="" href="http://www.facebook.com/editnote.php#_ftnref1">[1]</a>Hadits riwayat Muslim</p>
<p><a title="" href="http://www.facebook.com/editnote.php#_ftnref2">[2]</a> QS. Al Mudatstsir:1-2</p>
<p><a title="" href="http://www.facebook.com/editnote.php#_ftnref3">[3]</a> QS. Yusuf:108</p>
<p><a title="" href="http://www.facebook.com/editnote.php#_ftnref4">[4]</a> QS. Fushshilat:33</p>
<p><a title="" href="http://www.facebook.com/editnote.php#_ftnref5">[5]</a> Hadits riwayat Muslim</p>
<p><a title="" href="http://www.facebook.com/editnote.php#_ftnref6">[6]</a> QS. Al Ankabut:69</p>
<p><a title="" href="http://www.facebook.com/editnote.php#_ftnref7">[7]</a> QS. An Nisa-‘:9</p>
<p><a title="" href="http://www.facebook.com/editnote.php#_ftnref8">[8]</a> Hadits riwayat Muslim</p>
<p><a title="" href="http://www.facebook.com/editnote.php#_ftnref9">[9]</a> QS. Al Ashr:1-3</p>
<p><a title="" href="http://www.facebook.com/editnote.php#_ftnref10">[10]</a> QS. Muhammad:10</p>
<p><a title="" href="http://www.facebook.com/editnote.php#_ftnref11">[11]</a> Hadits riwayat Tirmidzi</p>
<p><a title="" href="http://www.facebook.com/editnote.php#_ftnref12">[12]</a> Hadits riwayat Ath Thabarani</p>
<p><a title="" href="http://www.facebook.com/editnote.php#_ftnref13">[13]</a> QS. Fushshilat:33</p>
<p><a title="" href="http://www.facebook.com/editnote.php#_ftnref14">[14]</a> Hadits riwayat Ibnu Majah</p>
<p><a title="" href="http://www.facebook.com/editnote.php#_ftnref15">[15]</a> Hadits riwayat Ahmad</p>
<p><a title="" href="http://www.facebook.com/editnote.php#_ftnref16">[16]</a> QS. Al Baqarah:3</p>
<p> </p>
 