
<p><span style="font-weight: 400;">Suatu kebiasaan dan budaya yang berkembangan di <a href="https://muslim.or.id/42898-media-social-dalam-timbangan.html">zaman internet dan sosmed</a> ini adalah budaya berkomentar. Semua orang punya “panggung” untuk berbicara ke publik, komentar apa saja, tentang apa saja dan kapan saja. Dengan mudahnya orang banyak berkomentar sekarang, semua hal dan semua kejadian bisa dikomentari. Sebaliknya era internet dan sosmed bisa jadi mematikan budaya yang baik yaitu membaca, dalam artian membaca sebuah ilmu yang bermanfaat atau membaca dengan tujuan belajar, memahami dan menghasilkan perbaikan yang bermanfaat. Buku-buku bermanfaat ditinggalkan karena manusia lebih suka memegang gadget mereka.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;"><a href="https://muslim.or.id/26733-jangan-khawatirkan-agama-islam.html">Agama Islam y</a>ang mulia ini telah mengarahkan kita pada kebiasaan yang sebaliknya yaitu sedikit berbicara/komentar dan banyak membaca. Ini adalah kebiasaan dan budaya yang baik dan ditekankan dalam agama Islam.</span></p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="https://muslim.or.id/46132-gadget-telah-memalingkan-kita-dari-al-quran.html" data-darkreader-inline-color="">Gadget Telah Memalingkan Kita dari Al-Quran</a></strong></p>
<h2><span style="font-size: 21pt;">Tidak banyak berkomentar bahkan diam jika tidak tahu/berilmu</span></h2>
<p><span style="font-weight: 400;"><a href="https://muslim.or.id/20297-nasehat-ulama-untuk-meninggalkan-qiila-wa-qaala-di-internet.html">Banyak berkomentar dan berbicara</a> membuat kita mudah tergelincir dalam berbagai kesalahan. Sangat bernar ungkapan bahwa “lidah tidak bertulang”. Agar selamat hendaknya kita mampu menahan diri agar tidak banyak berkomentar, terlebih kita tidak tahu atau berilmu mengenai hal tersebut.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Ungakapan “diam itu emas” juga cukup tepat sebagaimana hadits Rasulullah </span><i><span style="font-weight: 400;">Shallallahu alaihi wasallam, </span></i><span style="font-weight: 400;">beliau bersabda,</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400;"><span style="font-size: 21pt;">من كان يؤمن بالله واليوم الآخر فليقل خيراً أو ليصمت</span> </span></p>
<p><i><span style="font-weight: 400;"> ”Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir,maka hendaknya dia berkata dengan perkataan yang baik,atau hendaknya dia diam.”</span></i><span style="font-weight: 400;"> [</span><span style="font-weight: 400;">HR. Bukhari dan Muslim]</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Perlu diingat pula, lidahlah yang banyak menyebabkan seseorang masuk ke neraka. Luka karena pukulan tangan bisa sembuh dalam waktu beberapa hari atau minggu akan tetapi luka karena ungkapan lidah yang menusuk bisa jadi sulit atau susah sembuh. Sangat banyak “kejahatan” lidah jika tidak bisa dikendalikan.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Rasulullah </span><i><span style="font-weight: 400;">Shallallahu alaihi wasallam</span></i><span style="font-weight: 400;"> bersabda,</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400;"><span style="font-size: 21pt;">ثكلتك أمك يا معاذ. وهل يكبّ الناس في النار على وجوههم إلا حصائدُ ألسنتهم</span> </span></p>
<p><i><span style="font-weight: 400;">“Engkau telah keliru wahai Mu’adz, tidaklah manusia </span></i><b><i>dilemparkan ke Neraka di atas wajah-wajah mereka melainkan disebabkan oleh ucapan-ucapan mereka</i></b><i><span style="font-weight: 400;">.”</span></i><span style="font-weight: 400;"> [</span><span style="font-weight: 400;">HR.Tirmidzi]</span></p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="https://muslim.or.id/44200-jangan-sembarang-share-berita-dan-wacana-yang-membuat-resah.html" data-darkreader-inline-color="">Jangan Sembarang Share Berita Dan Wacana Yang Membuat Resah</a></strong></p>
<p>Beliau juga bersabda,</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">مَنْ يَضْمَنَّ لِي مَابَيْنَ لِحْيَيْهِ وَمَا بَيْنَ رِجْلَيْهِ أَضْمَنْ لَهُ الْجَنَّ</span>ةَ</p>
<p><i><span style="font-weight: 400;">“Barangsiapa bisa memberikan jaminan kepadaku (untuk menjaga) apa yang ada di antara dua janggutnya (maksudnya janggut dan kumis) dan dua kakinya, maka kuberikan kepadanya jaminan masuk surga”</span></i><span style="font-weight: 400;"> [</span><span style="font-weight: 400;">HR. Al-Bukhari]</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Hendaknya kita ingat bahwa setiap perkataan kita pasti akan di catat, baik banyak maupun sedikit, banyak keluhan dengan teriakan atau sekedar mengeluh dengan ungkapan kecil. Karena akan ada malaikat yang mencatat segala amal kita.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Allah </span><i><span style="font-weight: 400;">Ta’ala</span></i><span style="font-weight: 400;"> berfirman,</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400; font-size: 21pt;"> عن اليمين وعن الشمال قعيد. ما يلفظ من قولٍ إلا لديه رقيب عتيد </span></p>
<p><i><span style="font-weight: 400;"> “Seorang duduk disebelah kanan, dan yang lain duduk disebelah kiri. tiada satu ucapanpun yang diucapkan melainkan ada didekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir” </span></i><span style="font-weight: 400;">(Qaaf:17-18).</span></p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="https://muslim.or.id/25661-hukum-berjualan-di-facebook-dan-beriklan-di-kolom-komentar.html" data-darkreader-inline-color="">Hukum Berjualan Di Facebook Dan Beriklan Di Kolom Komentar</a></strong></p>
<h2><span style="font-size: 21pt;">Rajin membaca dan belajar</span></h2>
<p><span style="font-weight: 400;">Rajin membaca dan belajar adalah ciri dan kebiasaan baik seorang mukmin. Bukankah ayat pertama yang turun adalah “iqra’” yaitu perintah membaca? Orang yang paham akan pentingnya membaca akan merasakan lezatnya ilmu dan membaca adalah suatu kebutuhan primer baginya.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata,</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">ولا ريب أن لذة العلم أعظم اللذات، و اللذة التي تبقى بعد الموت وتنفع في الآخرة هي لذة العلم بالله والعمل له وهو الإيمان به</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Tidak diragukan lagi bahwasanya kelezatan ilmu itu adalah sebesar-besarnya kelezatan, dan kelezatan yang akan tetap ada setelah meninggal dan akan bermanfaat di akhirat ialah kelezatan ilmu kepada Allah dan beramal dengannya dan dia beriman kepadanya.” (Majmu’ Al-Fatawa 14/162)</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Di antara ulama yang terkenal rajin membaca di zaman ini adalah syaikh Al-Albani rahimahullah, beliau membaca sehari bisa sampai 12 jam. Berikut kisah beliau membaca di atas tangga selama 6 jam karena sedang berlezat-lezat dengan ilmu. </span><span style="font-weight: 400;">Berikut kisahnya,</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;"><span style="font-weight: 400;">يقول أحد تلامذة الشيخ ويقول:</span><span style="font-weight: 400;"><br>
</span></span><span style="font-weight: 400;"><span style="font-size: 21pt;">ومما يدل على صبره وجلده في طلب العلم… أن الشيخ ناصر صعد على السلم في المكتبة الظاهرية ليأخذ كتابًا مخطوطًا، فتناول الكتاب وفتحه، فبقي واقفًا على السلم يقرأ في الكتاب لمدة تزيد على الست ساعات</span> </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Salah satu murid syaikh Al-Albani berkata,</span><span style="font-weight: 400;"><br>
</span><span style="font-weight: 400;">“Di antara yang menunjukkan kesabaran dan kegigihan beliau (syaikh Al-Albani) dalam menuntu ilmu..</span><span style="font-weight: 400;"><br>
</span><span style="font-weight: 400;">Syaikh naik ke tangga di perpustakaan Dzahiriyah untuk mengambil kitab manuskrip. Beliau mengambil kitab tersebut dan membukanya, beliau tetap berdiri di atas tangga membaca kitab tersebut lebih dari 6 jam” (Maqaalaat Al-Albani)</span></p>
<p><strong>Baca Juga:</strong></p>
<div class="post-title">
<ul>
<li><span style="color: #ff0000;" data-darkreader-inline-color=""><strong><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/29950-kebangkrutan-besar-akibat-buruknya-lisan-di-sosial-media.html" data-darkreader-inline-color="">Kebangkrutan Besar Akibat Buruknya Lisan di Sosial Media</a></strong></span></li>
<li><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/36166-bijak-menyikapi-kajian-di-youtube-dan-kajian-live-sosial-media.html" data-darkreader-inline-color="">Bijak Menyikapi Kajian di YouTube dan Kajian LIVE di Media Sosial</a></strong></li>
</ul>
</div>
<p><span style="font-weight: 400;">Demikian semoga bermanfaat</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">@ Lombok, Pulau Seribu Masjid</span></p>
<p><strong>Penyusun: <span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="https://muslim.or.id/author/raehan" data-darkreader-inline-color="">Raehanul Bahraen</a></span></strong></p>
<p><strong>Artikel </strong><span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="http://muslim.or.id" data-darkreader-inline-color="">www.muslim.or.id</a></span></p>
 