
<p>Ketahuilah bahwa urusan pertama yang akan diperhitungkan antara manusia pada hari kiamat adalah urusan darah.</p>
<p>Dari ‘Abdullah, ia berkata bahwa Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda,</p>
<p dir="RTL" style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 23px; text-align: center;">أَوَّلُ مَا يُقْضَى بَيْنَ النَّاسِ فِى الدِّمَاءِ</p>
<p>“<em>Urusan pertama yang akan diselesaikan (pada hari kiamat) di antara sesama manusia adalah mengenai darah.</em>” (HR. Bukhari no. 6864 dan Muslim no. 1678).</p>
<p>Ibnu Hajar <em>rahimahullah</em> berkata, “Amalan yang pertama kali akan dihisab adalah shalat. Namun perkara yang diselesaikan antara sesama manusia adalah mengenai masalah darah. Sebagaimana hal ini disebutkan sekaligus dalam riwayat An Nasai.” (<em>Fathul Bari</em>, 12: 189).</p>
<p>Dari ‘Abdurrahman bin Abi Bakroh dari ayahnya –<em>radhiyallahu ‘anhu</em>-, ia berkata bahwa Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda,</p>
<p dir="RTL" style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 23px; text-align: center;">أَكْبَرُ الْكَبَائِرِ الإِشْرَاكُ بِاللَّهِ ، وَعُقُوقُ الْوَالِدَيْنِ ، وَشَهَادَةُ الزُّورِ ، وَشَهَادَةُ الزُّورِ – ثَلاَثًا – أَوْ قَوْلُ الزُّور</p>
<p>“<em>Dosa besar yang paling besar adalah berbuat syirik pada Allah, durhaka pada orang tua, persaksian palsu (disebut tiga kali) atau perkataan dusta.</em>” (HR. Bukhari no. 6919)</p>
<p>Dari ‘Abdullah bin Murroh, dari Masruq, dari ‘Abdullah, ia berkata bahwa Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda,</p>
<p dir="RTL" style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 23px; text-align: center;">لَيْسَ مِنْ نَفْسٍ تُقْتَلُ ظُلْمًا إِلاَّ كَانَ عَلَى ابْنِ آدَمَ الأَوَّلِ كِفْلٌ مِنْهَا لأَنَّهُ أَوَّلُ مَنْ سَنَّ الْقَتْلَ أَوَّلاً</p>
<p>“<em>Bila satu jiwa terbunuh dalam keadaan zhalim, maka anak Adam yang pertama akan mendapatkan bagian dari dosa pembunuhan tersebut karena ia yang pertama kali mencontohkan pembunuhan</em>” (HR. Bukhari no. 7321).</p>
<p>Al Muhallab berkata bahwa hadits ini berisi peringatan keras terhadap perbuatan kesesatan, menjauhi bid’ah dan perkara baru dalam agama, juga diingatkan jangan sampai menyelisihi jalan orang-orang beriman. (<em>Fathul Bari</em>, 13: 302).</p>
<p>Mengenai hadits di atas,Imam Bukhari membawakan judul bab dalam kitab shahihnya,</p>
<p dir="RTL" style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 23px; text-align: center;">باب إِثْمِ مَنْ دَعَا إِلَى ضَلاَلَةٍ أَوْ سَنَّ سُنَّةً سَيِّئَةً</p>
<p>“Bab: Dosa menunjuki orang lain dalam kesesatan atau menjadi pelopor pertama dalam kejelekan.”</p>
<p>Dalam hadits disebutkan,</p>
<p dir="RTL" style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 23px; text-align: center;">وَمَنْ سَنَّ فِى الإِسْلاَمِ سُنَّةً سَيِّئَةً كَانَ عَلَيْهِ وِزْرُهَا وَوِزْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا مِنْ بَعْدِهِ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أَوْزَارِهِمْ شَىْءٌ</p>
<p>“<em>Siapa yang jadi pelopor ajaran kejelekan, maka baginya dosa dan ia akan mendapat dosa orang yang mengikutinya setelah itu tanpa mengurangi dosa mereka sedikit pun juga</em>” (HR. Muslim no. 1017).</p>
<p>Dari Abu Hurairah <em>radhiyallahu ‘anhu</em>, Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda,</p>
<p dir="RTL" style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 23px; text-align: center;">مَنْ أَعَانَ عَلَى قَتْلِ مُؤْمِنٍ بِشَطْرِ كَلِمَةٍ لَقِىَ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ مَكْتُوبٌ بَيْنَ عَيْنَيْهِ آيِسٌ مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ</p>
<p>“<em>Barang siapa menolong seseorang untuk membunuh seorang muslim dengan setengah kata, dia akan menemui Allah dalam keadaan dahinya tertulis “terputus dari rahmat Allah.</em>” (HR. Ibnu Majah no. 2620 dan Al Baihaqi 8: 22. Hadits ini dikatakan bathil maudhu’ oleh Abu Hatim. Adz Dzahabi dalam Al Kabair mengatakan bahwa sanad hadits ini menuai kritikan. Al Hafizh Abu Thohir menyimpulkan bahwa hadits ini <em>dho’if</em>).</p>
<p>Mu’awiyah berkata bahwa ia pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,</p>
<p dir="RTL" style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 23px; text-align: center;">كُلُّ ذَنْبٍ عَسَى اللَّهُ أَنْ يَغْفِرَهُ إِلَّا الرَّجُلُ يَقْتُلُ الْمُؤْمِنَ مُتَعَمِّدًا أَوْ الرَّجُلُ يَمُوتُ كَافِرًا</p>
<p>“<em>Setiap dosa akan Allah ampuni kecuali dosa orang yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja atau seseorang yang mati dalam keadaan kafir.</em>” (HR. An Nasai no. 3989. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih).</p>
<p>Hadits-hadits di atas menunjukkan pula bahaya membunuh satu jiwa tanpa jalan yang benar. Dan perbuatan tersebut termasuk dosa besar.</p>
<p style="text-align: center;"><em>Semoga bermanfaat.</em></p>
<p>—</p>
<p>Disusun di pagi hari @ <a href="http://darushsholihin.com/">Pesantren Darush Sholihin</a>, Panggang, Gunungkidul, 20 Rabi’uts Tsani 1435 H</p>
<p>Akhukum fillah: Muhammad Abduh Tuasikal</p>
<p>Follow status kami via <a href="https://www.facebook.com/muhammad.tuasikal">Facebook Muhammad Abduh Tuasikal</a>, <a href="https://www.facebook.com/rumaysho">Fans Page Mengenal Ajaran Islam Lebih Dekat</a>, <a href="https://twitter.com/RumayshoCom">Twitter RumayshoCom</a></p>
<p>Akan segera hadir buku Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal terbaru: “Kenapa Masih Enggan Shalat?” seharga Rp.16.000,-. Silakan lakukan pre order dengan format: Buku enggan shalat# nama pemesan# alamat# no HP# jumlah buku, kirim ke 0852 00 171 222.</p>
<p><span style="color: #545454; font-family: Roboto; line-height: 20px;"> </span></p>
 