
<p><strong>Pertanyaan:</strong></p>
<p>Wahai Syekh yang mulia, mohon ajari kami cara memperbagus zahir serta batin kami.</p>
<p><strong>Jawaban:</strong></p>
<p>Setiap orang bisa mengukur dirinya, untuk memperbaiki hatinya. Di antara sebab bersihnya batin adalah hendaklah seseorang senantiasa merasa bersama Allah*, memperbanyak zikir dan istigfar. Ketika bermaksiat, dia merasa takut kepada-Nya, dan ketika berbuat ketaatan, dia sangat mengharap rahmat-Nya. Yang terpenting, hatinya selalu bergantung kepada Allah <em>‘Azza wa Jalla</em>, bukan kepada dunia beserta segala perhiasannya. Tidak pula kepada isi dunia dan segala godaan syahwat di dalamnya.</p>
<p>Allah <em>Tabaraka wa Ta’ala </em>berfirman,</p>
<p class="arab">زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاءِ وَالْبَنِينَ وَالْقَنَاطِيرِ الْمُقَنْطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالْأَنْعَامِ وَالْحَرْثِ ذَلِكَ مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَاللَّهُ عِنْدَهُ حُسْنُ الْمَآبِ * قُلْ أَؤُنَبِّئُكُمْ بِخَيْرٍ مِنْ ذَلِكُمْ لِلَّذِينَ اتَّقَوْا عِنْدَ رَبِّهِمْ جَنَّاتٌ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا وَأَزْوَاجٌ مُطَهَّرَةٌ وَرِضْوَانٌ مِنَ اللَّهِ وَاللَّهُ بَصِيرٌ بِالْعِبَادِ</p>
<p>“<em>Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada segala hal yang diinginkan, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, serta harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak, dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga). Katakanlah, ‘Inginkah aku kabarkan kepadamu sesuatu yang lebih baik dari yang demikian itu?’ Untuk orang-orang yang bertakwa (kepada Allah), di sisi Rabb mereka ada surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya. Dan (mereka dikaruniai) istri-istri yang disucikan serta keridhaan Allah. Dan Allah Maha Melihat hamba-hamba-Nya.</em>” (Q.s. Ali Imran, 14—15)</p>
<p><em>Fatwa dikeluarkan oleh Syekh Abu Bakar bin Jabir Al-Jazairi, tahun 1416 H.</em></p>
<p>Sumber: <em>Durus Fatawa Al-Haram Al-Madani Tahun 1416 H</em>. Al-Maktabah Asy-Syamilah.</p>
<p>***</p>
<p>Diterjemahkan oleh Tim Penerjemah <a href="http://www.muslimah.or.id/">www.muslimah.or.id</a>.</p>
<p>*) Silakan lihat artikel berjudul “Dua Jenis Ma’iyyatullah” (https://muslimah.or.id/aqidah/dua-jenis-maiyyatullah.html)</p>
<div class="nf-post-footer"><a class="ads-mobile" href="https://www.instagram.com/souvenirnikahislami/" target="_blank" rel="noopener"><img class="ads-mobile aligncenter wp-image-10075 size-medium" src="https://muslimah.or.id/wp-content/uploads/2018/03/souvenir-nikah-islami-buku-saku-dzikir-pagi-petang-300x300.png" alt="" width="300" height="300"></a></div> 