
<p><iframe loading="lazy" width="100%" height="166" scrolling="no" frameborder="no" allow="autoplay" src="https://w.soundcloud.com/player/?url=https%3A//api.soundcloud.com/tracks/1307778517&amp;color=2f4468&amp;hide_related=true&amp;show_artwork=false&amp;show_comments=false&amp;show_teaser=false&amp;show_user=false"></iframe></p>
<p><span style="color: #000000;">Beliau <em>radhiyallahu ‘anhu</em> termasuk kalangan  orang-orang shalih, sekaligus salah satu dari sahabat utama yang dekat dengan  Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>, imam yang utama dari sejumlah  sahabat yang lainnya.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Beliau telah menghabiskan hidup dan segenap jiwa raganya,  harta  kekayaannya serta waktunya untuk diinfakkan dan berjihad di jalan Allah.   Termasuk memberikan pelayanan dalam dakwah dan penyampaian wahyu.</span><br>
<!--more--><br>
<span style="color: #000000;">Dialah sahabat Abu Bakar yang nama lengkapnya <strong>Abdullah  bin Abi Quhafah Al Qurasyi At Tamimi</strong> yang terkenal dengan sebutan <strong>Abu  Bakar Asy Syiddiq</strong>.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Beliau sangat mudah mencucurkan air mata saat membaca Al  Quran dalam  shalatnya. Hal ini disebabkan karena banyaknya pengalaman hidup  beliau  bersama Al Quran. Sehingga beliau tidak mampu menahan perasaannya dari   kejadian kejadian yang pernah dialaminya ketika membaca Al Quran.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Sebagaimana yang dijelaskan dalam hadits Aisyah <em>radhiyallahu  ‘anha</em> ketika Nabi Muhammad <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> berkata <em>“Mereka  melalui Abu Bakar yang sedang shalat bersama dengan yang lainnya.”</em> Aisyah  menuturkan, Saya pun berkata kepada Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em></span></p>
<p><span style="color: #000000;"><em>“Wahai Rasulullah, sesungguhnyaAbu Bakar adalah seorang  laki  laki yang lembut hatinya, apabila telah membaca Al Quran beliau tidak   mampu menahan cucuran air mata dari keduanya.”</em> (HR Muslim)</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Adapun kekhusyukan beliau serta tangisan beliau di dalam  shalat,  benar-benar berpengaruh besar kepada orang-orang di sekelilingnya.Hal   ini menyebabkan orang-orang Quraisy yang menguasai Mekah pada waktu itu   mengajukan sejumlah syarat kepada beliau ketika beliau menunaikan  shalat.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Akhirnya kaum kafir Quraisy menemui Ibnu Ad Daghinah yang  saat itu  memberikan jaminan keamana kepada Abu BakarAsh Shiddiq. Mereka berkata   kepadanya<em>, “Wahai Ibnu Ad Daghinah, suruhlah Abu Bakar untuk  beribadah  kepada Rabbnya di rumahnya, hendaklah dia shalat dan membaca  apa yang dia  kehendaki dan janganlah dia menyakiti kami. Sesungguhnya  kami khawatir perkara  itu menjadi fitnah bagi anak dan istri kami.”</em></span></p>
<p><span style="color: #000000;">Ibnu Ad Daghinah pun mengatakan hal itu kepada Abu Bakar,  sehingga  beliau mulai beribadah kepada Allah di rumahnya, dengan tidak   mengeraskan shalatnya begitupun dengan bacaannya.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Kemudian Abu Bakar mulai membangun sebuah masjid di  halaman  rumahnya, beliau shalat dan membaca Al Quran di masjid itu. Pada saat   itu, berkumpullah istri-istri dari kalangan orang musyrik dan anak-anak  mereka,  mereka begitu kagum akan shalat yang didirikan Abu Bakar dengan  terus  memperhatikannya. Abu Bakar adalah seorang laki laki yang sering  menangis,  beliau tidak bisa menahan air matanya ketika membaca AL  Quran (Kisah ini  diriwayatkan oleh Al Bukhari dan Ibnu Hiban)</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Sahl bin Sa’d dia berkata, <em>“Abu Bakar radhiyallahu  ‘anhu tidak pernah melirik ketika dalam shalat.”</em> (<em>Fadhail Ash Shahabat</em> I/208, Imam Ahmad)</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Mujahis menuturkan, <em>“Keadaan Ibnu Az Zubair ketika dia  berdiri menunaikan shalat, seperti sebuah kayu yang kokoh (tidak bergerak).” </em>Dikisahkan  pula bahwa Abu Bakar pun seperti itu ketika shalat. Abdurrazaq berkata, “<em>Penduduk   Mekah menuturkan bahwa Ibnu Zubair mencontohshalat dari Abu Bakar, dan  Abu  Bakar mencontohnya dari Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa  sallam.”</em> (<em>Fadhail  Ash Shahabat</em> I/208, Imam Ahmad)</span></p>
<p><span style="color: #000000;">***</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Artikel <a href="www.kisahMuslim.com" target="_blank" rel="noopener noreferrer">www.kisahMuslim.com</a> di-<em>publish </em>ulang dari<em> </em><a href="http://muslimah.or.id" target="_blank" rel="noopener noreferrer">muslimah.or.id</a></span><br>
<span style="color: #000000;">disalin dari buku <em>Shalatnya Para Kekasih Allah</em> karya  Ahmad Musthafa Ath Thathawi (Terjemah dari buku <em>Shalat Ash Shalihin wa  Qishash Al ‘Abidin</em>)</span></p>
 