
<p style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: Georgia, 'Times New Roman', 'Bitstream Charter', Times, serif; line-height: 19px;"><b>BEKERJALAH WAHAI PENGANGGURAN</b></p>
<p style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: Georgia, 'Times New Roman', 'Bitstream Charter', Times, serif; line-height: 19px;"><i>Oleh: Said Yai Ardiansyah, Lc., M.A.[1]</i></p>
<p style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: Georgia, 'Times New Roman', 'Bitstream Charter', Times, serif; line-height: 19px;">Sungguh sangat disayangkan sekali, banyak pengangguran di negeri kita ini. Para pelajar yang belajar di berbagai jenjang pendidikan, ketika lulus dari sekolah atau tempat dia belajar justru bukan “melahirkan” para pekerja atau pengusaha, tetapi justru “melahirkan” para pengangguran. Bagusnya suatu sekolah atau kuliah, ternyata bukan menjadi jaminan para pelajar tersebut akan bisa bekerja, berketerampilan yang baik atau membuka peluang usaha.</p>
<p style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: Georgia, 'Times New Roman', 'Bitstream Charter', Times, serif; line-height: 19px;">Banyak lembaga pendidikan justru mengajarkan pelajarnya untuk menjadi buruh atau pegawai. Sehingga kita dapatkan para pelajar mengatakan bahwa kami sedang menganggur, ketika lulus dari sekolah atau kuliah, jika mereka tidak mendapatkan pekerjaan.</p>
<p style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: Georgia, 'Times New Roman', 'Bitstream Charter', Times, serif; line-height: 19px;">Padahal pekerjaan bukan hanya menjadi pegawai atau buruh. Pekerjaan yang halal sangat banyak sekali. Bahkan kalau kita perhatikan di masyarakat kita, yang bekerja sebagai pegawai hanya sebagian saja. Ada yang bekerja di bidang pertanian, perkebunan, perikanan, perdagangan, transportasi, komunikasi, jasa dll.</p>
<p style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: Georgia, 'Times New Roman', 'Bitstream Charter', Times, serif; line-height: 19px;">Orientasi pendidikan yang salah di negara kita menjadikan para pelajar kita tergantung dengan orang lain, tidak mau berusaha dan tidak mau berinisiatif mengembangkan kemampuan yang mereka miliki. Dan yang sangat disayangkan mayoritas mereka adalah kaum muslimin.</p>
<p style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: Georgia, 'Times New Roman', 'Bitstream Charter', Times, serif; line-height: 19px;">Apakah Islam mengajarkan seperti itu? Tentu tidak.</p>
<p style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: Georgia, 'Times New Roman', 'Bitstream Charter', Times, serif; line-height: 19px;">Semangat ketergantungan kepada orang lain bukanlah suatu yang terpuji. Islam telah mengajarkan seluruh aspek kehidupan, termasuk permasalahan sosial seperti ini.</p>
<p style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: Georgia, 'Times New Roman', 'Bitstream Charter', Times, serif; line-height: 19px;"><strong>Anjuran Nabi <i>shallallahu ‘alaihi wa sallam</i> Agar semua Muslim Mau Berusaha</strong></p>
<p style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: Georgia, 'Times New Roman', 'Bitstream Charter', Times, serif; line-height: 19px;">Rasulullah <i>shallallahu ‘alaihi wa sallam</i> menganjurkan para sahabat untuk mau bekerja dan tidak berdiam diri di rumah atau tergantung dengan orang lain.</p>
<p style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: Georgia, 'Times New Roman', 'Bitstream Charter', Times, serif; line-height: 19px;">Rasulullah <i>shallallahu ‘alaihi wa sallam</i> bersabda dalam riwayat Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu:</p>
<p class="arab" style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: Georgia, 'Times New Roman', 'Bitstream Charter', Times, serif; line-height: 19px;">((لأَنْ يَحْتَطِبَ أَحَدُكُمْ حُزْمَةً عَلَى ظَهْرِهِ خَيْرٌ مِنْ أَنْ يَسْأَلَ أَحَدًا فَيُعْطِيَهُ، أَوْ يَمْنَعَه.))</p>
<p style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: Georgia, 'Times New Roman', 'Bitstream Charter', Times, serif; line-height: 19px;"><em>“Seseorang di antara kalian mencari seikat kayu bakar yang dipikul di atas punggungnya, itu lebih baik daripada meminta-minta kepada seseorang, terkadang diberi, terkadang tidak.”</em>[2]</p>
<p style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: Georgia, 'Times New Roman', 'Bitstream Charter', Times, serif; line-height: 19px;">Pada hadits ini Rasulullah menganjurkan agar seorang muslim mau bekerja, meskipun pekerjaan tersebut sangat ringan atau tidak membutuhkan keterampilan khusus. Pekerjaan seperti ini sangat banyak di lingkungan kita, seperti: menjadi tukang angkat-angkat di pasar, menjadi tukang pemungut sampah, menjual telur atau makanan keliling dll.</p>
<p style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: Georgia, 'Times New Roman', 'Bitstream Charter', Times, serif; line-height: 19px;">Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> mengajarkan kepada kita untuk berlindung dari sikap malas. Beliau <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> pernah berdoa:</p>
<p class="arab" style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: Georgia, 'Times New Roman', 'Bitstream Charter', Times, serif; line-height: 19px;">(( اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ وَالْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَالْجُبْنِ وَالْبُخْلِ وَضَلَعِ الدَّيْنِ وَغَلَبَةِ الرِّجَالِ.))</p>
<p style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: Georgia, 'Times New Roman', 'Bitstream Charter', Times, serif; line-height: 19px;"><em>“Ya Allah! Sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kebimbangan, kesedihan, kelemahan, kemalasan, ketakutan, kepelitan, dililit hutang dan dikuasai oleh orang-orang.</em>”[3]</p>
<p style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: Georgia, 'Times New Roman', 'Bitstream Charter', Times, serif; line-height: 19px;">Seluruh apa yang disebutkan dalam doa di atas adalah akibat dari kelemahan, kemalasan dan kurangnya rasa tawakkal kepada Allah.</p>
<p style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: Georgia, 'Times New Roman', 'Bitstream Charter', Times, serif; line-height: 19px;">Penyakit inilah yang banyak menjangkit di masyarakat kita. Kaum muslimin harus bangkit dari tidur dan kemalasannya.</p>
<p style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: Georgia, 'Times New Roman', 'Bitstream Charter', Times, serif; line-height: 19px;"><strong>Orang yang Kuat Berusaha Tidak Pantas untuk Meminta-minta</strong></p>
<p style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: Georgia, 'Times New Roman', 'Bitstream Charter', Times, serif; line-height: 19px;">Orang yang kuat berusaha tidak sepantasnya menggantungkan dirinya kepada orang lain, kecuali jika benar-benar terpaksa atau benar-benar sangat membutuhkan, seperti: orang yang cacat total, sakit parah, tua renta, orang yang menanggung hutang orang lain, orang miskin yang tidak bisa mencukupi kebutuhan hariannya dll.</p>
<p style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: Georgia, 'Times New Roman', 'Bitstream Charter', Times, serif; line-height: 19px;">Oleh karena itu, disebutkan di dalam hadits berikut:</p>
<p class="arab" style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: Georgia, 'Times New Roman', 'Bitstream Charter', Times, serif; line-height: 19px;">(( عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عَدِىِّ بْنِ الْخِيَارِ قَالَ: أَخْبَرَنِى رَجُلاَنِ أَنَّهُمَا أَتَيَا النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- فِى حَجَّةِ الْوَدَاعِ وَهُوَ يَقْسِمُ الصَّدَقَةَ فَسَأَلاَهُ مِنْهَا فَرَفَعَ فِينَا الْبَصَرَ وَخَفَضَهُ فَرَآنَا جَلْدَيْنِ فَقَالَ: (( إِنْ شِئْتُمَا أَعْطَيْتُكُمَا وَلاَ حَظَّ فِيهَا لِغَنِىٍّ وَلاَ لِقَوِىٍّ مُكْتَسِبٍ. ))</p>
<p style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: Georgia, 'Times New Roman', 'Bitstream Charter', Times, serif; line-height: 19px;">Diriwayatkan dari ‘Ubaidillah bin ‘Adi bin Al-Khiyar, dia mengatakan bahwa ada dua orang mengabarkan kepadaku bahwa mereka dulu pernah mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika haji wada’ dan beliau sedang membagi-bagikan sedekah. Kemudian dua orang tersebut memintanya agar mendapatkan sedekah. Kemudian beliau mengangkat pandangannya ke atas sampai ke bawah tubuh kami. Beliau melihat kami berdua sebagai orang yang kuat. Beliau pun mengatakan, “Jika kalian mau, saya akan memberikan kepada kalian berdua. Akan tetapi sedekah tidak diperuntukkan untuk orang yang kaya atau yang kuat untuk berusaha.”[4]</p>
<p style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: Georgia, 'Times New Roman', 'Bitstream Charter', Times, serif; line-height: 19px;">Pekerjaan yang halal sangat banyak sekali, meskipun hasilnya mungkin tidak begitu besar. Meskipun demikian penghasilan yang sedikit dan dapat menghidupi diri sendiri lebih baik daripada menjadi pengangguran dan tergantung dengan orang lain.</p>
<p style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: Georgia, 'Times New Roman', 'Bitstream Charter', Times, serif; line-height: 19px;">Para sahabat Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> adalah orang-orang yang rajin bekerja. Dan tidak bisa dipungkiri bahwa sebagian dari mereka adalah pekerja yang banyak menguras keringat.</p>
<p class="arab" style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: Georgia, 'Times New Roman', 'Bitstream Charter', Times, serif; line-height: 19px;">(( عن عَائِشَةُ -رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا- قالت: كَانَ أَصْحَابُ رَسُولِ اللهِ -صلى الله عليه وسلم- عُمَّالَ أَنْفُسِهِمْ ، وَكَانَ يَكُونُ لَهُمْ أَرْوَاحٌ فَقِيلَ لَهُمْ لَوِ اغْتَسَلْتُمْ.))</p>
<p style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: Georgia, 'Times New Roman', 'Bitstream Charter', Times, serif; line-height: 19px;">Diriwayatkan dari ‘Aisyah <em>radhiallahu ‘anha</em>, dulu sahabat-sahabat Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> adalah para pekerja untuk diri mereka sendiri. Dan dulu mereka memiliki bau (dari keringat mereka). Kemudian dikatakan kepada mereka, “Bagaimana jika kalian mandi?”[5]</p>
<p style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: Georgia, 'Times New Roman', 'Bitstream Charter', Times, serif; line-height: 19px;">Ini menunjukkan bahwa mereka adalah orang yang aktif bekerja.</p>
<p style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: Georgia, 'Times New Roman', 'Bitstream Charter', Times, serif; line-height: 19px;"><strong>Teladan yang Baik dalam Berusaha</strong></p>
<p style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: Georgia, 'Times New Roman', 'Bitstream Charter', Times, serif; line-height: 19px;">Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> mengabarkan kehidupan Nabi Dawud <em>‘alaihissalam</em> yang makan dari hasil usahanya sendiri:</p>
<p class="arab" style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: Georgia, 'Times New Roman', 'Bitstream Charter', Times, serif; line-height: 19px;">(( عَنِ الْمِقْدَامِ -رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ- عَنْ رَسُولِ اللهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ: مَا أَكَلَ أَحَدٌ طَعَامًا قَطُّ خَيْرًا مِنْ أَنْ يَأْكُلَ مِنْ عَمَلِ يَدِهِ وَإِنَّ نَبِيَّ اللهِ دَاوُدَ -عَلَيْهِ السَّلاَمُ- كَانَ يَأْكُلُ مِنْ عَمَلِ يَدِهِ.))</p>
<p style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: Georgia, 'Times New Roman', 'Bitstream Charter', Times, serif; line-height: 19px;">Diriwayatkan dari Al-Miqdam <em>radhiallahu ‘anhu</em>, Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda, “Tidak ada makanan yang dimakan oleh seseorang yang lebih baik daripada makanan yang dihasilkan dari pekerjaan tangannya sendiri. Dulu Nabi Dawud ‘alahissalam makan dari hasil pekerjaan tangannya sendiri.”[6]</p>
<p style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: Georgia, 'Times New Roman', 'Bitstream Charter', Times, serif; line-height: 19px;">Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> menyebutkan nama Nabi Dawud <em>‘alihissalam</em> karena beliau adalah sosok yang terkenal dari banyak Nabi dan ternyata Nabi Dawud ‘alahissalam adalah seorang raja. Meskipun beliau menjadi seorang raja, beliau tetap tidak menggantungkan dirinya kepada rakyatnya. Beliau berusaha sendiri untuk mencari penghasilan yang dapat mencukupi hidupnya dan keluarganya.</p>
<p style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: Georgia, 'Times New Roman', 'Bitstream Charter', Times, serif; line-height: 19px;">Begitu pula dengan Nabi Zakaria<em> ‘alaihissalam</em>. Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda:</p>
<p class="arab" style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: Georgia, 'Times New Roman', 'Bitstream Charter', Times, serif; line-height: 19px;">((كَانَ زَكَرِيَّا نَجَّارًا.))</p>
<p style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: Georgia, 'Times New Roman', 'Bitstream Charter', Times, serif; line-height: 19px;">“Dulu Nabi Zakaria adalah seorang tukang kayu.”[7]</p>
<p style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: Georgia, 'Times New Roman', 'Bitstream Charter', Times, serif; line-height: 19px;">Di dalam Shahih Al-Bukhari[8], ‘Aisyah<em> radhiallahu ‘anha</em> menceritakan keadaan ayahnya setelah beliau diangkat menjadi khalifah, menggantikan Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>:</p>
<p class="arab" style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: Georgia, 'Times New Roman', 'Bitstream Charter', Times, serif; line-height: 19px;">(( لَمَّا اسْتُخْلِفَ أَبُو بَكْرٍ الصِّدِّيقُ قَالَ لَقَدْ عَلِمَ قَوْمِي أَنَّ حِرْفَتِي لَمْ تَكُنْ تَعْجِزُ عَنْ مَؤُونَةِ أَهْلِي وَشُغِلْتُ بِأَمْرِ الْمُسْلِمِينَ فَسَيَأْكُلُ آلُ أَبِي بَكْرٍ مِنْ هَذَا الْمَالِ وَيَحْتَرِفُ لِلْمُسْلِمِينَ فِيه.))</p>
<p style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: Georgia, 'Times New Roman', 'Bitstream Charter', Times, serif; line-height: 19px;">“Ketika Abu Bakr Ash-Shiddiq diangkat menjadi khalifah, beliau berkata, ‘Kaumku telah mengetahui bahwa pekerjaanku tidaklah mencukupi kebutuhan keluargaku. Dan aku disibukkan dengan urusan-urusan kaum muslimin. Keluarga Abu Bakr akan makan dari harta ini (baitul-mal) dan kaum muslimin akan mendapatkan pekerjaan di dalamnya.’.”</p>
<p style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: Georgia, 'Times New Roman', 'Bitstream Charter', Times, serif; line-height: 19px;">Seandainya Abu Bakr Ash-Shiddiq radhiallahu ‘anhu mengambil bagian dari baitul-mal begitu saja, sesuai kebutuhannya maka tidak mengapa. Tetapi beliau berinisiatif untuk membuka lapangan pekerjaan untuk kaum muslimin dengan modal yang dikeluarkan dari baitul-mal. Atas apa yang dilakukan oleh Abu Bakr Ash-Shiddiq tentunya beliau pun berhak mendapatkan keuntungan dari apa yang telah diusahakannya itu. Ini semua dilakukan oleh Abu Bakr Ash-Shiddiq agar tidak tergantung dari pemberian kaum muslimin.</p>
<p style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: Georgia, 'Times New Roman', 'Bitstream Charter', Times, serif; line-height: 19px;"><strong>Menanam Modal Pada Anak</strong></p>
<p style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: Georgia, 'Times New Roman', 'Bitstream Charter', Times, serif; line-height: 19px;">Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> mengatakan:</p>
<p class="arab" style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: Georgia, 'Times New Roman', 'Bitstream Charter', Times, serif; line-height: 19px;">((إِنَّ أَطْيَبَ مَا أَكَلَ الرَّجُلُ مِنْ كَسْبِهِ، وَإِنَّ وَلَدَهُ مِنْ كَسْبِهِ.))</p>
<p style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: Georgia, 'Times New Roman', 'Bitstream Charter', Times, serif; line-height: 19px;"><em>“Sesungguhnya sebaik-baik yang dimakan seseorang adalah yang berasal dari usahanya sendiri. Dan sesungguhnya anaknya termasuk usahanya.”</em>[9]</p>
<p style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: Georgia, 'Times New Roman', 'Bitstream Charter', Times, serif; line-height: 19px;">Oleh karena itu, orang tua juga diperkenankan menikmati hasil yang diperoleh dari anaknya, karena harta anak adalah harta orang tua. Dan bukanlah suatu yang tercela jika orang tua meminta harta anaknya, selama tidak menzalimi anaknya tersebut, tidak memberikan kepada anaknya yang lain dan tidak mengambilnya pada saat mendekati ajal anaknya atau ajal dirinya sendiri.</p>
<p style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: Georgia, 'Times New Roman', 'Bitstream Charter', Times, serif; line-height: 19px;">Dulu ada seorang laki-laki yang bertanya kepada Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>. Dia berkata:</p>
<p class="arab" style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: Georgia, 'Times New Roman', 'Bitstream Charter', Times, serif; line-height: 19px;">(يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ لِى مَالاً وَوَلَدًا وَإِنَّ وَالِدِى يَجْتَاحُ مَالِى). قَالَ: (( أَنْتَ وَمَالُكَ لِوَالِدِكَ إِنَّ أَوْلاَدَكُمْ مِنْ أَطْيَبِ كَسْبِكُمْ فَكُلُوا مِنْ كَسْبِ أَوْلاَدِكُمْ. ))</p>
<p style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: Georgia, 'Times New Roman', 'Bitstream Charter', Times, serif; line-height: 19px;">“Ya Rasulullah! Sesungguhnya saya memiliki harta dan anak. Sesungguhnya orang tuaku banyak mengambil hartaku.” Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda, <em>“Engkau dan hartamu adalah miliki orang tuamu. Sesungguhnya anak-anak kalian termasuk penghasilan kalian yang paling baik. Makanlah dari penghasilan anak-anak kalian.”</em>[10]</p>
<p style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: Georgia, 'Times New Roman', 'Bitstream Charter', Times, serif; line-height: 19px;">Sehingga orang tua yang menginginkan anaknya memiliki penghasilan lebih darinya dapat menyekolahkannya/mengkursuskannya untuk mendapatkan suatu keahlian yang dapat digunakan untuk mencari pekerjaan. Setelah sang anak bekerja, dia bisa menikmati hasil yang telah dilakukannya itu.</p>
<p style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: Georgia, 'Times New Roman', 'Bitstream Charter', Times, serif; line-height: 19px;"><strong>Bekerjalah Wahai Pengangguran!</strong></p>
<p style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: Georgia, 'Times New Roman', 'Bitstream Charter', Times, serif; line-height: 19px;">Sesungguhnya para sahabat di zaman dahulu menyibukkan dirinya dengan dua hal: yang pertama disibukkan dengan bekerja dan beribadah, dan yang kedua disibukkan dengan ibadah dan menuntut ilmu. Kedua kesibukan ini tidak tercela, karena kedua-duanya mengerjakan suatu yang bermanfaat untuk orang lain. Para sahabat sangat benci jika melihat seseorang yang kuat berusaha, tetapi tidak mau bekerja atau tidak mau menyibukkan dirinya dengan beribadah dan menuntut ilmu.</p>
<p style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: Georgia, 'Times New Roman', 'Bitstream Charter', Times, serif; line-height: 19px;">Sifat ketergantungan kepada orang lain harus segera disingkirkan. Termasuk di dalamnya ketergantungan kepada orang tua. Seorang anak yang sudah dewasa seharusnya memiliki rasa malu untuk meminta-minta kepada orang tuanya, meskipun orang tuanya mampu.</p>
<p style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: Georgia, 'Times New Roman', 'Bitstream Charter', Times, serif; line-height: 19px;">Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda:</p>
<p class="arab" style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: Georgia, 'Times New Roman', 'Bitstream Charter', Times, serif; line-height: 19px;">(( إِنَّ الْمَسْأَلَةَ كَدٌّ يَكُدُّ بِهَا الرَّجُلُ وَجْهَهُ إِلاَّ أَنْ يَسْأَلَ الرَّجُلُ سُلْطَانًا أَوْ فِى أَمْرٍ لاَ بُدَّ مِنْهُ.))</p>
<p style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: Georgia, 'Times New Roman', 'Bitstream Charter', Times, serif; line-height: 19px;"><em>“Sesungguhnya meminta-minta adalah cakaran yang seseorang mencakar sendiri wajahnya, kecuali seseorang yang meminta kepada pemimpin atau pada urusan yang harus untuk meminta.”</em> [11]</p>
<p class="arab" style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: Georgia, 'Times New Roman', 'Bitstream Charter', Times, serif; line-height: 19px;">(( مَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَسْأَلُ النَّاسَ حَتَّى يَأْتِيَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ لَيْسَ فِي وَجْهِهِ مُزْعَةُ لَحْمٍ.))</p>
<p style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: Georgia, 'Times New Roman', 'Bitstream Charter', Times, serif; line-height: 19px;">“Senantiasa seseorang meminta-minta kepada manusia, sampai nanti di hari kiamat wajahnya tidak memiliki daging sedikit pun.”[12]</p>
<p style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: Georgia, 'Times New Roman', 'Bitstream Charter', Times, serif; line-height: 19px;">Mudah-mudahan Allah subhanahu wa ta’ala memberikan kepada kita kekuatan untuk berusaha dan tidak bergantung kepada orang lain dan hanya bertawakkal kepadanya.</p>
<p style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: Georgia, 'Times New Roman', 'Bitstream Charter', Times, serif; line-height: 19px;">Mudahan bermanfaat. Amin.</p>
<p style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: Georgia, 'Times New Roman', 'Bitstream Charter', Times, serif; line-height: 19px;"><b>Pengusahamuslim.com didukung oleh <a href="http://zahiraccounting.com/id">Zahir Accounting Software Akuntansi Terbaik di Indonesia</a>.</b></p>
<ul style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: Georgia, 'Times New Roman', 'Bitstream Charter', Times, serif; line-height: 19px;">
<li>Dukung kami dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR. 081 326 333 328 dan 087 882 888 727</li>
<li>Donasi dapat disalurkan ke rekening: 4564807232 (BCA) / 7051601496 (Syariah Mandiri) / 1370006372474 (Mandiri). a.n. Hendri Syahrial</li>
</ul>
<p style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: Georgia, 'Times New Roman', 'Bitstream Charter', Times, serif; line-height: 19px;"><strong>Daftar Pustaka</strong></p>
<ul style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: Georgia, 'Times New Roman', 'Bitstream Charter', Times, serif; line-height: 19px;">
<li>Mir’atul-mafatih Syarh Misykatil-Mashabih . Muhammad ‘Abdussalam Al-Mubarakfuri.</li>
<li>Subulussalam. Muhammad bin Isma’il Al-Amir Ash-Shan’ani. Kairo: Darul-Hadits.</li>
<li>Syarh Riyadhishshalihin. Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin. Darussalam.</li>
<li>Umdatul-Qari Syarh Shahih Al-Bukhari. Badruddin Al-‘Aini Al-Hanafi.</li>
<li>Buku-buku lain yang sebagian besar telah dicantumkan di footnotes.</li>
</ul>
<p style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: Georgia, 'Times New Roman', 'Bitstream Charter', Times, serif; line-height: 19px;"><strong>Keterangan:</strong></p>
<p style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: Georgia, 'Times New Roman', 'Bitstream Charter', Times, serif; line-height: 19px;">[1] (S-1) Alumni Universitas Islam Madinah, Hadits. (S-2) Mediu Malaysia, Fiqhussunnah. Kepala SDIT Al-Istiqomah Prabumulih.<br>[2] HR. Al-Bukhari no. 2074.<br>[3] HR. Al-Bukhari no. 2893.<br>[4] HR. Abu Dawud no. 1635 dan An-Nasai no. 2598. Syaikh Al-Albani dalam Shahih Sunan Abi Dawud (V/335) mengatakan, “Sanad-nya shahih sesuai syarat Al-Bukhari. Ibnu ‘Abdil-Hadi men-shahih-kannya dan Ahmad mengatakan jayyid (baik).”<br>[5] HR. Al-Bukhari no. 2071.<br>[6] HR. Al-Bukhari no. 2072.<br>[7] HR. Ahmad no. 7947 dan Ibnu Majah no. 2150. Di-shahih-kan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’ no. 4456.<br>[8] HR. Al-Bukhari no. 2070.<br>[9] HR. An-Nasai no. 4452, At-Tirmidzi no 1358 dan Ibnu Majah no. 2137. Di-shahih-kan Syaikh Al-Albani dalam Al-Irwa’ no. 1626.<br>[10] HR. Abu Dawud no. 3530 dari ‘Amr bin Syu’aib dari bapaknya dari kakeknya dan Ibnu Majah no. 2291 dari Jabir bin ‘Abdillah. Syaikh Al-Albani mengatakan, “Shahih.” Dalam Al-Irwa’ no. 838.<br>[11] HR. Abu Dawud no. 1639, An-Nasa-i no. 2600 dan dalam As-Sunan Al-Kubra (III/80) no. 2392, At-Tirmidzi no. 681. At-Tirimidzi dalam Sunan-nya beliau berkata, “Hasan Shahih.”, Syaikh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’ no. 1947 dan dan Syaikh Syu’aib Al-Arnauth dalam catatan kakinya terhadap Musnad Ahmad.<br>[12] HR Al-Bukhari no 1474 dan Muslim no. 1040/2398.</p>
 