
<p>Kami tahu beliau sangat-sangat sibuk, namun masih menyempatkan waktu untuk hadir dalam Kajian “Gunungkidul Mengaji” yang diadakan setiap Ahad Pon di Masjid Al-Ikhlas Wonosari Gunungkidul di lantai Basement.</p>
<p>Kala itu giliran kami yang mengisi.</p>
<p>Kami lihat Bu Badingah, Bupati Gunungkidul hadir dan duduk di depan.</p>
<p>Ketika kajian dimulai, kami melihat beliau mengeluarkan buku catatan, beliau pun mencatat, merangkum kalimat-kalimat yang kami sampaikan.</p>
<p>Kala itu membahas masalah puasa. Salah satu point pengantar adalah boleh bermadzhab namun jangan sampai fanatik buta. Ketika itu kami sedang menyampaikan pembahasan fikih Syafi’i tentang puasa dari <em>Matan Abi Syuja’</em> (<em>Matan Al-Ghayah wa At-Taqrib</em>).</p>
<p>Kata Abu Darda’, jadilah di antara empat orang berikut.</p>
<p>1. Seorang alim</p>
<p>2. Orang yang mau mengkaji ilmu.</p>
<p>3. Orang yang mau mendengar ilmu.</p>
<p>4. Orang yang mau mencintai ilmu.</p>
<p>Jangan jadi yang kelima, yaitu ahli bid’ah (yang beramal tanpa ilmu). (<em>Al-Ibanah Al-Kubra</em> karya Ibnu Batthah). Bacaan tentang nukilan tersebut, bisa dikaji di sini: <a href="https://rumaysho.com/12940-mereka-yang-terkena-laknat.html" target="_blank" rel="nofollow noopener">https://rumaysho.com/12940-mereka-yang-terkena-laknat.html</a></p>
<p> </p>
<p>Imam Asy-Sya’bi pernah berkata,</p>
<blockquote><p>“Apabila engkau mendengar sesuatu, maka tulislah sekali pun di tembok.”</p></blockquote>
<p>Imam Syafi’i <em>rahimahullah</em> juga pernah bertutur,</p>
<p dir="RTL" style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 23px; text-align: center;">الْعِلْمُ صَيْدٌ وَالْكِتَابَةُ قَيْدُهُ * قَيِّدْ صُيُوْدَكَ بِالْحِبَالِ الْوَاثِقَهْ</p>
<p dir="RTL" style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 23px; text-align: center;">فَمِنَ الْحَمَاقَةِ أَنْ تَصِيْدَ غَزَالَةً وَتَتْرُكَهَا بَيْنَ الْخَلاَئِقِ طَالِقَهْ</p>
<p><em>Ilmu adalah buruan dan tulisan adalah ikatannya</em></p>
<p><em>Ikatlah buruanmu dengan tali yang kuat</em></p>
<p><em>Termasuk kebodohan kalau engkau memburu kijang</em></p>
<p><em>Setelah itu kamu tinggalkan terlepas begitu saja.</em> (Diwan Asy-Syafi’i)</p>
<p> </p>
<h2><span style="font-size: 18pt;"><b>Ikatlah Ilmu dengan Tulisan</b></span></h2>
<p>Dari ‘Abdullah bin ‘Amr dan Anas bin Malik <em>radhiyallahu ‘anhuma</em>, Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda,</p>
<p dir="RTL" style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 23px; text-align: center;">قيِّدُوا العِلمَ بالكِتابِ</p>
<p>“<em>Jagalah ilmu dengan menulis.</em>” (Shahih Al-Jami’, no.4434. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini sahih).</p>
<p>Yang dimaksud <em>qayyidul ‘ilma</em> adalah kuatkan dan hafalkan serta jaga jangan sampai lepas. Ilmu jika terus didengar, hati akan sulit mengingatnya. Ilmu itu diikat lalu dijaga. Jika hati sering lupa, ilmu itu perlahan-lahan akan hilang. Itulah sebabnya kenapa penting untuk mencatat. Allah pun telah mengajarkan kepada hamba-Nya untuk mencatat karena itu bermaslahat untuk mereka.<span class="Apple-converted-space"> </span></p>
<p>Allah <em>Ta’ala</em> berfirman,</p>
<p dir="RTL" style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 23px; text-align: center;">يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا تَدَايَنْتُمْ بِدَيْنٍ إِلَىٰ أَجَلٍ مُسَمًّى فَاكْتُبُوهُ</p>
<p>“<em>Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bermu’amalah tidak secara tunai untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya.</em>” (QS. Al-Baqarah: 282)</p>
<p><strong>Referensi:</strong></p>
<p><a href="https://www.dorar.net/hadith/sharh/120709">https://www.dorar.net/hadith/sharh/120709</a><span class="Apple-converted-space"> </span></p>
<p> </p>
<p>Semoga kita bisa mencontoh.</p>
<p>—</p>
<p>Ditulis, pagi hari 9 Sya’ban 1437 H</p>
<p>Oleh: Muhammad Abduh Tuasikal</p>
<p><a href="http://rumaysho.com/">Rumaysho.Com</a></p>
<p><strong>Baca Juga:</strong></p>
<ul>
<li><a href="https://rumaysho.com/19929-kumpulan-amalan-ringan-17-keutamaan-belajar-dan-mengajar-di-masjid.html"><span style="color: #ff0000;"><strong>Keutamaan Belajar dan Mengajar di Masjid</strong></span></a></li>
<li><a href="https://rumaysho.com/15162-biar-tertarik-belajar-agama-1.html"><span style="color: #ff0000;"><strong>Biar Tertarik Belajar Agama (1)</strong></span></a></li>
</ul>
 