
<p><span style="font-weight: 400;">Salah waktu terkabulnya doa adalah berdoa di antara adzan dan iqamah. Hal ini, </span><i><span style="font-weight: 400;">wallahu Ta’ala a’lam, </span></i><span style="font-weight: 400;">karena kemuliaan waktu tersebut. Oleh karena itu, hendaknya setiap muslim bersegera untuk hadir ke masjid dan berdoa di antara adzan dan iqamah. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Dia memanfaatkan waktu antara adzan dan iqamah untuk berdoa kepada Allah <em>Ta’ala,</em> dan berharap bahwa Allah <em>Ta’ala</em> akan mengabulkan doanya. Karena siapa saja yang diberikan taufik dan kemudahan dari Allah <em>Ta’ala</em> untuk berdoa, berarti Allah <em>Ta’ala</em> menghendaki untuk mengabulkan doa tersebut.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Hal ini karena Allah <em>Ta’ala</em> mengatakan,</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Dan Tuhanmu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka jahannam dalam keadaan hina dina.” </span><b>(QS. Al-Mu’min [40]: 60)</b></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Dari sahabat Anas bin Malik </span><i><span style="font-weight: 400;">radhiyallahu ‘anhu, </span></i><span style="font-weight: 400;">Rasulullah </span><i><span style="font-weight: 400;">shallallahu ‘alaihi wa sallam </span></i><span style="font-weight: 400;">bersabda,</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">إِنَّ الدُّعَاءَ لَا يُرَدُّ بَيْنَ الْأَذَانِ وَالْإِقَامَةِ، فَادْعُوا</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Sesungguhnya doa yang tidak tertolak adalah doa (yang dipanjatkan) di antara adzan dan iqamah, maka berdoalah (di waktu itu).” </span><b>(HR. Ahmad no. 12584, sanad hadits ini shahih sebagaimana penilaian Syaikh Syu’aib Al-Arnauth)</b></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Dalam riwayat yang lain disebutkan,</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">الدُّعَاءُ لَا يُرَدُّ بَيْنَ الأَذَانِ وَالإِقَامَةِ</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Doa itu tidak tertolak (jika dipanjatkan di antara) adzan dan iqamah.” </span><b>(HR. Tirmidzi no. 212 dan 3595, dinilai shahih oleh Syaikh Al-Albani)</b></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Sedangkan dalam riwayat Abu Dawud dengan lafadz,</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">لَا يُرَدُّ الدُّعَاءُ بَيْنَ الْأَذَانِ وَالْإِقَامَةِ</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Doa itu tidak tertolak (jika dipanjatkan di antara) adzan dan iqamah.” </span><b>(HR. Abu Dawud no. 521, dinilai shahih oleh Syaikh Al-Albani)</b></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Terkabulnya doa ini tentu saja jika terpenuhi syarat-syarat berdoa dan juga mengamalkan adab-adab ketika berdoa. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Syaikh ‘Abdurrazaq bin ‘Abdul Muhsin Al-Badr </span><i><span style="font-weight: 400;">hafidzahullahu Ta’ala </span></i><span style="font-weight: 400;">mengatakan,</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">ومن الأوقات التي يُرجى فيها قبولُ الدعاء ما بين الأذان والإقامة لِمَا ثبت عن أنس بن مالك رضي الله عنه</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Di antara waktu yang diharapkan terkabulnya adalah waktu yang terletak di antara adzan dan iqamah. Hal ini berdasarkan hadits valid yang diriwayatkan dari sahabat Anas bin Malik </span><i><span style="font-weight: 400;">radhiyallahu ‘anhu … </span></i><span style="font-weight: 400;">“ kemudian beliau pun menyebutkan hadits di atas. <strong>(</strong></span><strong><i>Fiqh Al-Ad’iyyah wal Adzkaar, </i>2: 102)</strong></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Oleh karena itu, hendaknya kaum muslimin memperhatikan hal ini dan tidak menyibukkan dirinya dengan hal-hal yang tidak berfaidah ketika sedang menunggu iqamat. Misalnya, justru ngobrol di luar masjid dan aktivitas sia-sia lainnya. </span><i><span style="font-weight: 400;">Wallahu Ta’ala a’lam.</span></i></p>
<p><strong>Baca Juga:</strong></p>
<div class="post-title">
<ul>
<li><span style="color: #ff0000;" data-darkreader-inline-color=""><strong><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/46142-membedakan-beberapa-model-doa-apakah-termasuk-syirik-akbar-ataukah-bukan.html" data-darkreader-inline-color="">Membedakan Beberapa Model Doa, Apakah Termasuk Syirik Akbar ataukah Bukan</a></strong></span></li>
<li><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1a1a;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/44789-agar-doa-lebih-cepat-dikabulkan.html" data-darkreader-inline-color="">Agar Doa Lebih Cepat Dikabulkan</a></strong></li>
</ul>
</div>
<p><b>[Selesai]</b></p>
<p><b>***</b></p>
<p><span style="font-weight: 400;">@Kantor YPIA, 11 Dzulqa’dah 1441/ 2 Juli 2020</span></p>
<p><b>Penulis: <span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1a1a;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1a1a;" href="https://muslim.or.id/author/saifudinhakim" data-darkreader-inline-color="">M. Saifudin Hakim</a></span></b></p>
<p><strong>Artikel:<span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1a1a;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1a1a;" href="http://muslim.or.id" data-darkreader-inline-color=""> Muslim.or.id</a></span></strong></p>
 