
<p>Doa ini bagus diamalkan di akhir shalat. Yuk hafalkan.</p>
<p>Sumbernya dari hadits dalam kitab Riyadhus Sholihin karya Imam Nawawi.</p>
<h3>Kitab Al-Adzkar, Bab Keutamaan Dzikir dan Dorongan untuk Berdzikir</h3>
<p><strong> </strong><strong>(Hadits no. 1421)</strong></p>
<p dir="RTL" style="font-family: Calibri; font-size: 23px; text-align: center;">وَعَنْ سَعْدٍ بْنِ أَبي وَقَّاصٍ – رَضِيَ اللهُ عَنْهُ – : أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – كَانَ يَتَعَوَّذُ دُبُرَ الصَّلَواتِ بِهؤُلاءِ الكَلِمَاتِ : (( اللَّهُمَّ إنِّي أَعوذُ بِكَ مِنَ الجُبْنِ وَالبُخْلِ ، وَأعُوذُ بِكَ مِنْ أَنْ أُرَدَّ إِلَى أَرْذَلِ العُمُرِ ، وَأعُوْذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الدُّنْيَا ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ القَبْرِ )) . رواه البخاري</p>
<p>Dari Sa’ad bin Abi Waqqash <em>radhiyallahu ‘anhu </em>bahwa Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> meminta perlindungan di akhir shalat dengan kalimat-kalimat ini, “ALLOHUMMA INNI A’UDZU BIKA MINAL JUBNI WAL BUKHLI, WA A’UDZU BIKA MIN AN URODDA ILA ARDZALIL ‘UMUR, WA A’UDZU BIKA MIN FITNATID-DUNYAA, WA A’UDZU BIKA MIN FITNATIL QOBRI (Artinya: Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari sifat pengecut dan kikir, dan aku berlindung kepada-Mu dari dikembalikan kepada umur yang paling hina (kepikunan), aku berlindung kepada-Mu dari fitnah dunia, dan aku berlindung kepada-Mu dari fitnah kubur).” (HR. Bukhari)<a href="#_ftn1" name="_ftnref1">[1]</a></p>
<p> </p>
<blockquote><p>Pengertian dari Syaikh Salim bin ‘Ied Al-Hilali, <em>bukhli</em> adalah pelit dengan enggan memanfaatkan harta, <em>jubni</em> adalah pelit dengan enggan memanfaatkan anggota badan. Lihat penjelasan <em>Bahjah An-Nazhirin</em>, 2:452.</p></blockquote>
<p> </p>
<h3>Penjelasan<strong>:</strong>
</h3>
<p>1- <em>Jubni</em> dan <em>bukhli</em> adalah dua sifat jelek yang sudah sepatutnya setiap hamba meminta perlindungan pada Allah untuk dijauhkan dari keduanya.</p>
<p>2- Enggan berbuat baik dengan badan (<em>jubni</em>) dan enggan berbuat baik dengan harta (<em>bukhli</em>) adalah sifat tercela, makanya Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> berlindung dari dua sifat tersebut dan seorang mukmin sudah semestinya tidak memiliki dua sifat jelek itu.</p>
<p>3- Dianjurkan meminta perlindungan pada Allah dari masa tua yang jelek yang akan membuat sulit untuk beribadah, juga sulit untuk berpikir.</p>
<p>4- Fitnah dunia yang dimaksud adalah Dajjal karena besarnya cobaan Dajjal di dunia. Ada juga ulama yang memaksudkan fitnah dunia dengan harta seperti penjelasan ‘<em>Umdah Al-Qari</em> oleh Badaruddin Al-‘Aini Al-Hanafi.</p>
<p>5- Fitnah kubur yang dimaksud adalah siksa kubur. Seorang muslim wajib meyakini siksa kubur itu ada, nikmat kubur juga benar adanya.</p>
<p> </p>
<blockquote><p>Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin memberikan keterangan, “Mengenai maksud dubur (akhir) shalat, yaitu jika <em>dubur shalat</em> terkait dengan dzikir, maka letaknya setelah salam. Namun jika <em>dubur shalat</em> terkait dengan doa, maka letaknya sebelum salam.” (<em>Majmu’ Fatawa wa Rasail Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin</em>, 13:268)</p></blockquote>
<p>—</p>
<p><a href="#_ftnref1" name="_ftn1">[1]</a> HR. Bukhari, no. 6365.</p>
<p> </p>
<p><strong>Referensi Utama</strong>:</p>
<ol>
<li>
<em>Bahjah An-Nazhirin Syarh Riyadh Ash-Shalihin</em>. Cetakan pertama, Tahun 1430 H. Syaikh Salim bin ‘Ied Al-Hilali. Penerbit Dar Ibnul Jauzi. 2:452.</li>
<li>
<em>Majmu’ Fatawa wa Rasail Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin</em>. Cetakan kedua, Tahun 1426 H. Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin. Penerbit Daruts Tsurayya.</li>
</ol>
<p>—</p>
<p>Disusun di <a href="http://DarushSholihin.Com" target="_blank" rel="noopener">Perpus Rumaysho</a>, 22 Muharram 1439 H</p>
<p>Oleh: <a href="https://rumaysho.com/about-me">Muhammad Abduh Tuasikal</a></p>
<p>Artikel <a href="https://rumaysho.com/">Rumaysho.Com</a></p>
 