
<p><strong>Baca pembahasan sebelumnya<span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="https://muslim.or.id/54362-bimbingan-praktis-umrah-bag-4.html" data-darkreader-inline-color=""> Bimbingan Praktis Umrah (Bag. 4)</a></span></strong></p>

<h2><span style="font-size: 21pt;"><b>Sunnah Umroh</b></span></h2>
<p><span style="font-weight: 400;">Sunnah umroh adalah perkara yang disunnahkan dalam umroh, yaitu : segala hal yang disyari’atkan untuk dilakukan atau diucapkan selain dari perkara rukun dan perkara yang wajib.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Banyak perkara yang disunnahkan dalam umroh, namun disini penyusun akan sampaikan sebagian saja dari perkara-perkara sunnah tersebut, baik sunnah yang terkait dengan ihram, thowaf, maupun sa’i.</span></p>
<h3><strong><span style="font-size: 18pt;">Sunnah Sebelum Ihram</span></strong></h3>
<ol>
<li><span style="font-weight: 400;"> Memotong kuku dan memotong bulu kemaluan.</span></li>
<li><span style="font-weight: 400;"> Mandi.</span></li>
<li>
<span style="font-weight: 400;"> Memakai minyak wangi</span> <span style="font-weight: 400;">di badan.</span>
</li>
</ol>
<p><strong>Baca Juga: </strong><strong><span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="https://muslim.or.id/9246-bolehkah-wanita-haid-masuk-masjid.html" data-darkreader-inline-color="">Bolehkah Wanita Haid Masuk Masjid?</a></span></strong></p>
<h3><strong><span style="font-size: 18pt;">Sunah Setelah Ihram</span></strong></h3>
<ol>
<li><span style="font-weight: 400;"> Talbiyyah dan ihlal (mengeraskan suara bagi pria)</span></li>
<li><span style="font-weight: 400;"> Mengucapkan kalimat syarat apabila seseorang khawatir mendapatkan penghalang dalam menyelesaikan umrohnya, misalnya : sakit, atau haidh.</span></li>
</ol>
<p><span style="font-weight: 400;">Kalimat tersebut adalah seperti yang disebutkan dalam Hadits berikut ini :</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;"><b>اللَّهُمَّ مَحِلِّي حَيْثُ حَبَسْتَنِي  </b></span></p>
<p><b><i>Allahumma mahillii haitsu habastanii</i></b></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“</span><i><span style="font-weight: 400;">Ya Allah, tempat tahallulku dimanapun aku terhalangi (menyelesaikan umrohku)</span></i><span style="font-weight: 400;">”<strong> [HR. Al-Bukhari dan Muslim].</strong></span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Atau boleh juga kalimat syarat lainnya yang semakna dengan kalimat didalam Hadits tersebut.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;"> Ucapan ketika bertalbiyyah :</span></p>
<p style="text-align: center;"><strong><span style="font-size: 21pt;">  ًلَبَّيْكَ عُمْرَة</span></strong></p>
<p><b><i>Labbaika ‘Umrotan</i></b></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“ِ</span><i><span style="font-weight: 400;">Aku memenuhi panggilan-Mu untuk menunaikan ibadah umroh</span></i><span style="font-weight: 400;">”, </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Diantara dalil yang menunjukkan bahwa disunnahkan mengucapkan apa yang menjadi tujuan ihromnya ketika bertalbiyyah adalah Hadits riwayat Imam Muslim, dan selainnya.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Dan hakekatnya kalimat itu adalah kalimat dzikir, karena kalimat itu merupakan kalimat talbiyyah yang mengandung ungkapan menyambut dan memenuhi panggilan Allah, dan bukanlah kalimat yang mengkabarkan isi hati.</span></p>
<h3><span style="font-size: 18pt;"><b>Sunnah pada Saat Thowaf</b></span></h3>
<ol>
<li><span style="font-weight: 400;"> Mencium Hajar Aswad selama memungkinkan.</span></li>
<li><span style="font-weight: 400;"> <em>Idhthiba’</em> : Menampakkan pundak kanan bagi pria saja.</span></li>
<li><span style="font-weight: 400;"> <em>Roml</em> : Mempercepat dalam berjalan pada tiga putaran pertama, dan ini khusus bagi pria.</span></li>
<li><span style="font-weight: 400;"> Memperbanyak dzikir, doa, dan baca Alquran, namun jangan sampai mengganggu orang lain, atau menghambat orang lain dalam melakukan thowaf, karena -misalnya- sibuk melihat mushaf atau buku dzikir sehingga ia berjalan dengan lambat sampai menghambat thowaf orang lain.</span></li>
<li>
<span style="font-weight: 400;"> Setelah thowaf, sholat dua roka’at di belakang Maqom Nabi Ibrahim </span><i><span style="font-weight: 400;">‘alaihis salam, </span></i><span style="font-weight: 400;">atau di tempat lainnya di Al-Baitul Haram.</span>
</li>
</ol>
<p><strong>Baca Juga: </strong><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="https://muslim.or.id/7069-keutamaan-ibadah-haji.html" data-darkreader-inline-color="">Keutamaan Ibadah Haji</a></strong></p>
<h3><strong><span style="font-size: 18pt;">Sunnah pada Saat Sa’i</span></strong></h3>
<ol>
<li><span style="font-weight: 400;"> Naik di bukit Shofa dan ucapan :</span></li>
</ol>
<p style="text-align: center;"><strong><span style="font-size: 21pt;">أَبْدَأُ بِمَا بَدَأَ اللهُ بِهِ</span></strong></p>
<p style="text-align: center;"><b><i>Abda`u bimaa bada`alloohu bihi</i></b></p>
<p style="text-align: center;"><i><span style="font-weight: 400;">“Saya memulai dengan apa yang Allah mulai (penyebutannya dalam dalil)” </span></i><strong>[HR. Muslim]</strong></p>
<ol start="2">
<li><span style="font-weight: 400;"> Berlari ringan antara dua lampu hijau,  dan ini khusus bagi pria.</span></li>
<li><span style="font-weight: 400;"> Memperbanyak dzikir, doa dan baca Alquran.</span></li>
</ol>
<p><span style="font-weight: 400;">Itulah sebagian perkara yang disunnahkan saat menunaikan ibadah umroh, barangsiapa yang meninggalkan sunnah umroh, maka ia tidak berdosa dan umrohnya sah.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;"><em>Insya Allah</em> dalam penjelasan tentang tata cara pelaksanaan umroh, akan penyusun sebutkan secara terperinci urutan-urutan pelaksanaan ibadah umroh yang mencakup rukun, wajib, maupun sunnah umroh sehingga ibadah umroh akan tergambar secara utuh.</span></p>
<p><strong>Baca Juga:</strong></p>
<div class="post-title">
<ul>
<li><span style="color: #ff0000;" data-darkreader-inline-color=""><strong><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/6871-memotong-jenggot-yang-lebih-dari-satu-genggam.html" data-darkreader-inline-color="">Memotong Jenggot Yang Lebih Dari Satu Genggam</a></strong></span></li>
<li><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/6484-tidak-semua-majikan-arab-kejam.html" data-darkreader-inline-color="">Tidak Semua Majikan Arab Kejam</a></strong></li>
</ul>
</div>
<p><span style="font-weight: 400;">Semoga Allah </span><i><span style="font-weight: 400;">Ta’ala </span></i><span style="font-weight: 400;">memudahkan hal ini, amiin. </span></p>
<p><b>(Bersambung, insya Allah)</b></p>
<p><strong>Penulis:<span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="https://muslim.or.id/author/abu-ukkasyah" data-darkreader-inline-color=""> Sa’id Abu Ukkasyah</a></span></strong></p>
<p><strong>Artikel: <span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="http://muslim.or.id" data-darkreader-inline-color="">Muslim.or.id</a></span></strong></p>
 