
<p><strong>Tanya:</strong></p>
<p>Pak Roy, Saya mau tanya pada saat kita sholat fardhu setelah membaca Al-fatihah kita membaca ayat kursi, hal ini apa diperbolehkan? Saya coba cari referensinya kebanyakan orang melakukan ini pada shalat hajat. Mungkin kalau bapak bisa bantu saya untuk sharing knowledgenya. Thanks.</p>
<p>(Sandy M)</p>
<p><strong>Jawab:</strong></p>
<p>Diperbolehkan membaca ayat kursi setelah Al-Fatihah ketika shalat fardhu karena keumuman firman Allah ta’ala:</p>
<p class="arab" style="text-align: right;">فَاقْرَءُوا مَا تَيَسَّرَ مِنَ الْقُرْآَنِ) المزمل:20)</p>
<p>Artinya: <em>“Maka bacalah apa yang mudah dari Al-Quran.” </em>(Qs. Al-Muzammil: 20)<br>
Maksudnya adalah di dalam shalat (<em>Ma’alimut Tanzil</em>, Al-Baghawy 8/257)</p>
<p>Dan keumuman sabda Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>:</p>
<p class="arab" style="text-align: right;">ثم اقرأ بأم القرآن وبما شاء الله أن تقرأ</p>
<p>Artinya: <em>“Kemudian bacalah Ummul Quran (Al-Fatihah) dan apa yang Allah kehendaki untuk kamu baca.” </em>(HR.Abu Dawud dan ini adalah lafadz beliau, At-Tirmidzy, dari Rifa’ah bin Rafi’ <em>radhiyallahu ‘anhu</em>, dihasankan oleh At-Tirmidzy dan Syeikh Al-Albany)</p>
<p>Berkata Qais bin Abi Hazim <em>rahimahullahu</em>:</p>
<p>“Aku shalat di belakang Ibnu Abbas di Bashrah kemudian pada rakaat pertama beliau membaca Alhamdulillah (yakni:Al-Fatihah) dan ayat pertama dari surat Al-Baqarah (yakni ألم), kemudian beliau ruku’, kemudian ketika rakaat kedua beliau membaca Alhamdulillah (yakni: Al-Fatihah) dan ayat kedua dari surat Al-Baqarah, kemudian beliau ruku’. Setelah selesai shalat maka beliau menghadapkan diri beliau kepada kami seraya berkata: Sesungguhnya Allah berfirman: فاقرؤوا ما تيسر منه (Maka bacalah apa yang mudah darinya) (Dikeluarkan oleh Ad-Daruquthny 1/136 no:1279, dan Al-Baihaqi 2/60 no:2371, isnadnya dihasankan oleh Ad-Daruqutny)</p>
<p>Berkata Syeikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin <em>rahimahullahu</em>:</p>
<p class="arab" style="text-align: right;">نرى أنه لا بأس أن يقرأ الإنسان آية من سورة في الفريضة وفي النافلة</p>
<p>“Kami memandang diperbolehkan seseorang membaca satu ayat dari sebuah surat ketika shalat fardhu maupun sunnah.” (<em>Asy-Syarh Al-Mumti’</em> 3/74)</p>
<p>Dengan demikian diperbolehkan setelah Al-Fatihah kita membaca ayat kursy dalam shalat fardhu maupun sunnah, tanpa mengkhususkan atau menyunahkan membaca ayat tersebut pada shalat tertentu karena ini membutuhkan dalil.</p>
<p>Adapun shalat hajat maka bisa antum lihat keterangannya <a href="http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/2009/06/shalat-hajat.html">disini</a>.</p>
<p>Wallahu a’lam.</p>
<p>Ustadz Abdullah Roy, Lc.</p>
<p>Sumber: tanyajawabagamaislam.blogspot.com</p>
 