
<p>Kaum muslimin yang semoga dirahmati Allah <em>Ta’ala</em>, salah satu cara terbaik untuk mencintai dan mewujudkan rasa cinta kepada Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> adalah dengan mempelajari sunnahnya, mengamalkannya, dan mempelajari sirah sejarah perjalanan Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> dari lahir sampai dengan wafat.</p>
<p>Sungguh perlu kita renungkan, bisa jadi kita pernah membaca komik cerita tokoh tertentu sampai tamat, atau menonton serial Korea sampai selesai bahkan diulang-ulang. Lalu, pernahkah kita membaca atau mengikuti kajian sirah Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> sampai dengan tamat?</p>
<p>Begitu banyak lagu dan bait puisi yang kita hafal, sudahkah kita menghafal dan mempelajari hadits Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>?</p>
<p>Apabila ditanya nama-nama pemain bola dan artis tertentu, bisa jadi kita hafal. Akan tetapi, ketika ditanya nama anak-anak dan istri-istri Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>, apakah kita menghafalkannya dan mengenal mereka?</p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1a1a;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1a1a;" href="https://muslim.or.id/19609-gambaran-cinta-nabi-dahulu-dan-sekarang.html" data-darkreader-inline-color="">Gambaran Cinta Nabi Dahulu dan Sekarang</a></strong></p>
<p>Apabila kita mengaku cinta kepada Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam,</em> tentu klaim itu butuh pembuktian, karena cinta itu butuh pembuktian. Apabila sekedar pengakuan cinta, maka semua orang bisa mengaku-ngaku, sebagaimana syair Arab yang terkenal,</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400; font-size: 21pt;"><strong>وكل يدَّعي وصلاً بليلى …. وليلى لا تقر لهم بذاكا</strong></span></p>
<p><em>“Semua orang mengaku punya hubungan dengan Laila … Namun Laila tak pernah mengiyakan hal itu.”</em></p>
<p>Salah satu cara membuktikan cinta kita kepada Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> adalah dengan mempelajari sirah perjalanan hidup beliau. Dalam sirah beliau terdapat pelajaran yang berharga, teladan dalam sabar, akhlak mulia, dan kokoh beragama. Para sahabat sangat memahami hal ini, sehingga mereka mengajarkan anak-anak mereka sirah Nabi <em>shallallahu ‘alahi wa sallam</em> sebagaimana mengajarkan Al-Qur’an.</p>
<p>‘Ali bin Husain bin ‘Ali bin Abi Thalib (dikenal dengan nama Zainul ‘Abidin) berkata,</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400; font-size: 21pt;"><strong>كنا نعلم مغازي النبي صلى الله عليه و سلم وسراياه كما نعلم السورة من القرآن</strong></span></p>
<p>“Dahulu, kami diajarkan tentang (sejarah) peperangan Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> sebagaimana Al-Qur’an diajarkan kepada kami.” <strong>(<em>Al-Jaami’ li Akhlaaqir Raawi,</em> 2: 195)</strong></p>
<p>Cara membuktikan cinta kepada Rasulullah <em>shallallahu ‘alahi wa sallam</em> juga dengan cara mempelajari sunnah dan hadits beliau. Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> memuji orang yang mempelajari hadits beliau, menghafalnya, dan menyampaikan kepada manusia. Beliau <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam </em>bersabda,</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400; font-size: 21pt;"><strong>نَضَّرَ اللَّهُ امْرَأً سَمِعَ مَقَالَتِي فَوَعَاهَا وَحَفِظَهَا وَبَلَّغَهَا فَرُبَّ حَامِلِ فِقْهٍ إِلَى مَنْ هُوَ أَفْقَهُ مِنْهُ ثَلَاثٌ لَا يُغِلُّ عَلَيْهِنَّ قَلْبُ مُسْلِمٍ إِخْلَاصُ الْعَمَلِ لِلَّهِ وَمُنَاصَحَةُ أَئِمَّةِ الْمُسْلِمِينَ وَلُزُومُ جَمَاعَتِهِمْ فَإِنَّ الدَّعْوَةَ تُحِيطُ مِنْ وَرَائِهِمْ</strong></span></p>
<p>“Semoga Allah memberikan <em>nudhrah</em> (cahaya di wajah) kepada orang yang mendengarkan sabdaku, lalu ia memahaminya, menghafalnya, dan menyampaikannya. Berapa banyak orang yang membawa fikih kepada orang yang lebih fakih darinya. Ada tiga perkara yang tidak akan dengki hati seorang muslim dengannya: mengikhlaskan amal karena Allah, menasihati pemimpin kaum muslimin dan berpegang kepada jamaah mereka karena doa mereka meliputi dari belakang mereka.” <strong>(HR. Tirmidzi)</strong></p>
<p>Cinta kepada Nabi <em>shallallahu ‘alahi wa sallam</em> sekali lagi bukanlah sekedar pengakuan saja, tetapi pembuktian dengan sikap nyata. Semoga kita bisa mencintai Nabi <em>shallallahu ‘alahi wa sallam</em> melebihi cinta kita kepada diri kita sendiri. Sebagaimana sabda beliau <em>shallallahu ‘alahi wa sallam</em>,</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400; font-size: 21pt;"><strong>لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى أَكُونَ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنْ وَلَدِهِ وَوَالِدِهِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ</strong></span></p>
<p>“Seseorang tidaklah beriman (dengan sempurna) hingga aku lebih dicintainya dari anak dan orang tuanya serta manusia seluruhnya.” <strong>(HR. Muslim)</strong></p>
<p><strong>Baca Juga:</strong></p>
<div class="post-title">
<ul>
<li><span style="color: #ff0000;" data-darkreader-inline-color=""><strong><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/19594-tidak-merayakan-maulid-tidak-cinta-nabi.html" data-darkreader-inline-color="">Tidak Merayakan Maulid, Tidak Cinta Nabi?</a></strong></span></li>
<li><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1a1a;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/24551-cinta-sejati-kepada-sang-nabi.html" data-darkreader-inline-color="">Cinta Sejati Kepada Sang Nabi</a></strong></li>
</ul>
</div>
<p>Demikian, semoga bermanfaat.</p>
<p>@ Lombok, Pulau Seribu Masjid</p>
<p>* * *</p>
<p><strong>Penyusun: <span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1a1a;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1a1a;" href="https://muslim.or.id/author/raehan" data-darkreader-inline-color="">Raehanul Bahraen</a></span></strong></p>
<p><strong>Artikel <span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1a1a;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1a1a;" href="http://muslim.or.id" data-darkreader-inline-color="">www.muslim.or.id</a></span></strong></p>
 