
<p>Jangan lupa masuk masjid dengan menghormatinya lewat shalat tahiyatul masjid.</p>
<p> </p>
<div>
<p align="center"><span style="font-size: 18pt;"><strong>Bulughul Maram karya Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani</strong></span></p>
</div>
<div>
<p align="center"><span style="font-size: 18pt;"><strong>Kitab Shalat</strong></span></p>
</div>
<div>
<p dir="RTL" style="font-family: Calibri; font-size: 23px; text-align: center;">بَابُ المسَاجِدِ</p>
</div>
<div>
<p align="center"><span style="color: #ff0000;"><strong><span style="font-size: 18pt;"><a style="color: #ff0000;" href="https://rumaysho.com/tag/bulughul-maram-shalat" target="_blank" rel="noopener">Bab Seputar Masjid</a></span></strong></span></p>

</div>
<h2>Hukum Shalat Tahiyatul Masjid, Termasuk di Waktu Terlarang</h2>
<h3>Hadits #266</h3>
<p> </p>
<p dir="RTL" style="font-family: Calibri; font-size: 23px; text-align: center;"><span style="font-size: 18pt;">وَعَنْ أَبِي قَتَادَة رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إذَا دَخَلَ أَحَدُكُمُ المَسْجِدَ فَلاَ يَجْلِسْ حَتَّى يُصَلِّيَ رَكْعَتَيْنِ». مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ.</span></p>
<p>Dari Abu Qatadah <em>radhiyallahu ‘anhu,</em> ia berkata, Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda, “<em>Apabila di antara kalian masuk ke dalam masjid, maka janganlah ia duduk hingga shalat dua rakaat</em>.” (<em>Muttafaqun ‘alaih</em>). [HR. Bukhari, no. 1163 dan Muslim, no. 714]
</p>
<p> </p>
<h3>Faedah hadits</h3>
<ol>
<li>Hadits ini jadi dalil larangan masuk masjid dan langsung duduk. Hendaklah mengerjakan shalat dua rakaat terlebih dahulu sebagai bentuk pemuliaan pada masjid. Orang yang masuk ke suatu kaum saja ada salam penghormatan, masjid pun demikian adanya.</li>
<li>Jumhur ulama (kebanyakan ulama) menghukumi shalat tahiyatul masjid itu sunnah, bukan wajib.</li>
<li>Masuk ke masjid di waktu terlarang tetap dianjurkan untuk shalat tahiyatul masjid. Inilah pendapat terkuat dalam madzhab Syafii dan salah satu pendapat dari Imam Ahmad. Pendapat ini dipilih pula oleh Ibnu Taimiyah dan muridnya Ibnul Qayyim.</li>
<li>Jika masuk masjid berulang kali, dianjurkan shalat tahiyatul masjid berulang kali pula. Imam Nawawi <em>rahimahullah</em> mengatakan, “Ini adalah pendapat <em>aqwa</em>, lebih kuat dan <em>aqrob</em>, lebih tepat karena melihat zhahir (makna eksplisit) dari hadits.” (<em>Al-Majmu’</em>, 4:52)</li>
</ol>
<p> </p>
<p><strong><span style="font-size: 14pt;">Baca juga: </span></strong></p>
<ul>
<li><span style="font-size: 12pt;"><strong><a href="https://rumaysho.com/19946-anjuran-shalat-tahiyatul-masjid.html" target="_blank" rel="noopener"><span style="color: #ff0000;">Beberapa Catatan tentang Shalat Tahiyatul Masjid</span></a></strong></span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;"><a href="https://rumaysho.com/12259-pelajaran-dari-hadits-shalat-tahiyatul-masjid.html" target="_blank" rel="noopener"><strong><span style="color: #ff0000;">Pelajaran dari Hadits Shalat Tahiyatul Masjid</span></strong></a></span></li>
<li><span style="font-size: 12pt;"><a href="https://rumaysho.com/12255-dalil-shalat-tahiyatul-masjid-saat-khutbah-jumat.html" target="_blank" rel="noopener"><strong><span style="color: #ff0000;">Shalat Tahiyatul Masjid Saat Khutbah Jumat</span></strong></a></span></li>
</ul>
<p> </p>
<p><span style="font-size: 14pt;"><strong>Referensi:</strong></span></p>
<p><em>Minhah Al-‘Allam fii Syarh Bulugh Al-Maram</em>. Cetakan ketiga, Tahun 1431 H. Syaikh ‘Abdullah bin Shalih Al-Fauzan. Penerbit Dar Ibnul Jauzi. 2:502-505.</p>
<p>—</p>
<p>Rabu pagi, 13 Rabiul Awwal 1443 H, 20 Oktober 2021</p>
<p><span style="color: #ff0000;"><a style="color: #ff0000;" href="https://darushsholihin.com">@ Darush Sholihin Panggang Gunungkidul</a></span></p>
<p><span style="color: #ff0000;"><a style="color: #ff0000;" href="https://rumaysho.com/about-me">Muhammad Abduh Tuasikal</a></span></p>
<p>Artikel<span style="color: #ff0000;"> <a style="color: #ff0000;" href="https://rumaysho.com">Rumaysho.Com</a></span></p>
 