
<p>Apakah boleh salah satu ruangan masjid difungsikan untuk perawatan orang yang sakit. Pelajaran mengenai hal ini bisa dipetik dari pembahasan kitab Bulughul Maram berikut ini.</p>
<p> </p>
<div>
<p align="center"><span style="font-size: 18pt;"><strong>Bulughul Maram karya Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani</strong></span></p>
</div>
<div>
<p align="center"><span style="font-size: 18pt;"><strong>Kitab Shalat</strong></span></p>
</div>
<div>
<p dir="RTL" style="font-family: Calibri; font-size: 23px; text-align: center;">بَابُ المسَاجِدِ</p>
</div>
<div>
<p align="center"><a href="https://rumaysho.com/tag/bulughul-maram-shalat" target="_blank" rel="noopener"><span style="color: #ff0000;"><strong><span style="font-size: 18pt;">Bab Seputar Masjid</span></strong></span></a></p>

</div>
<h2>Ruang masjid difungsikan untuk perawatan orang sakit</h2>
<h3>Hadits #259</h3>
<p dir="RTL" style="font-family: Calibri; font-size: 23px; text-align: center;">وَعَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا قَالَتْ: أُصِيْبَ سَعْدٌ يَوْمَ الْخَنْدَقِ، فَضَرَبَ عَلَيْهِ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَيْمَةً فِي الْمَسْجِدِ، لِيَعُودَهُ مِنْ قَرِيبٍ. مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ.</p>
<p>Dari ‘Aisyah <em>radhiyallahu ‘anha</em>, ia berkata, “Sa’ad terluka ketika perang Khandaq, kemudian Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> mendirikan tenda di dalam masjid agar beliau dapat menengoknya dari dekat.” (<em>Muttafaqun ‘alaih</em>) [HR. Bukhari, no. 463 dan Muslim, no. 1769]
</p>
<p> </p>
<p><span style="font-size: 14pt;"><strong>Siapakah Sa’ad?</strong></span></p>
<p>Ia adalah Abu ‘Amr Sa’ad bin Mu’adz Al-Awsi. Ia masuk Islam di Madinah antara masa baiat Aqabah pertama dan kedua lewat perantaraan Mush’ab bin ‘Umair. Ketika ia masuk Islam ikut pula Bani ‘Abdul Asy-hal. Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> menggelarinya dengan <em>Sayyidul Anshor</em> (pemimpin orang Anshar). Ia mengikuti perang Badar dan Uhud. Ia terluka parah pada perang Khandaq (Syawal tahun 5 H). Sebulan setelah itu ia meninggal dunia, yaitu Dzulqa’dah tahun 5 H.</p>
<p><span style="font-size: 14pt;"><strong>Baca juga: <span style="color: #ff0000;"><a style="color: #ff0000;" href="https://rumaysho.com/24843-jihad-dengan-ilmu-vs-jihad-dengan-senjata.html" target="_blank" rel="noopener">Jihad dengan Ilmu vs Jihad dengan Senjata</a></span></strong></span></p>
<p> </p>
<p><span style="font-size: 14pt;"><strong>Keutamaan Sa’ad bin Mu’adz</strong></span></p>
<p>Dalam hadits dalam musnad Imam Ahmad disebutkan,</p>
<p dir="RTL" style="font-family: Calibri; font-size: 23px; text-align: center;">إِنَّ لِلْقَبْرِ ضَغْطَةً وَلَوْ كَانَ أَحَدٌ نَاجِياً مِنْهَا نَجَا مِنْهَا سَعْدُ بْنُ مُعَاذٍ</p>
<p>“Sesungguhnya kubur mempunyai penyempitan. Jika ada seorang yang selamat darinya niscaya selamat darinya adalah Sa’ad bin Mu’adz.” (HR. Ahmad, 6:55. Syaikh Syuaib Al-Arnauth mengatakan bahwa hadits ini sahih).</p>
<p>‘Abdullah bin Abbas <em>radhiyallahu ‘anhuma</em> meriwayatkan bahwa Nabi Muhammad <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam </em>bersabda,</p>
<p dir="RTL" style="font-family: Calibri; font-size: 23px; text-align: center;">لَوْ نَجَا أَحَدٌ مِنْ ضَمَّةِ الْقَبْرِ لَنَجَا سَعْدُ بْنُ مُعَاذٍ و لَقَدْ ضُمَّ ضَمَّةً ثُمَّ روخي عَنْهُ</p>
<p>“<em>Jikalau ada seorang yang selamat dari penyempitan kubur, niscaya Sa’ad bin Mu’adz akan selamat. Akan tetapi, sungguh kuburnya telah disempitkan dengan sangat sempit, kemudian dilapangkan (setelah itu) untuknya</em>.” (HR. Thabrani dan disahihkan oleh Al-Albani di dalam kitab <em>Shahih Al-Jaami’</em>, no. 5306)</p>
<p><strong><span style="font-size: 14pt;">Baca juga: <span style="color: #ff0000;"><a style="color: #ff0000;" href="https://rumaysho.com/21707-syarhus-sunnah-kubur-jadi-sempit-dan-pertanyaan-di-alam-kubur.html" target="_blank" rel="noopener">Benarkah Kubur Jadi Sempit?</a></span></span></strong></p>
<p> </p>
<h3>Faedah hadits</h3>
<ol>
<li>Hadits ini jadi dalil bolehnya mendirikan tenda di dalam masjid untuk orang sakit walaupun orang tersebut terluka jika memang ada maslahat.</li>
<li>Kebersihan masjid tetap diperintahkan untuk dijaga.</li>
<li>Masjid saat ini—<em>alhamdulillah</em>—sudah memiliki ruangan khusus untuk merawat orang sakit, maka itu sudah cukup menggantikan tenda.</li>
<li>Hendaklah memuliakan seorang tokoh dan orang yang terdahulu masuk Islam dengan memberikan perhatian padanya.</li>
</ol>
<p><strong><span style="font-size: 14pt;">Baca juga: <a href="https://rumaysho.com/27176-syarhus-sunnah-shalat-jihad-dan-haji-bersama-pemimpin.html" target="_blank" rel="noopener"><span style="color: #ff0000;">Jihad bersama Pemimpin</span></a></span></strong></p>
<p> </p>
<p><span style="font-size: 14pt;"><strong>Referensi:</strong></span></p>
<p><em>Minhah Al-‘Allam fii Syarh Bulugh Al-Maram</em>. Cetakan ketiga, Tahun 1431 H. Syaikh ‘Abdullah bin Shalih Al-Fauzan. Penerbit Dar Ibnul Jauzi. 2:486 – 487.</p>
<p> </p>
<p><strong><span style="font-size: 14pt;">Baca Juga:</span></strong></p>
<ul>
<li><a href="https://rumaysho.com/29985-bulughul-maram-shalat-masjid-tidak-boleh-dikotori-buktinya-tidak-boleh-ada-hukuman-had-di-masjid.html"><span style="color: #ff0000;"><strong>Bulughul Maram – Shalat: Masjid Tidak Boleh Dikotori, Buktinya Tidak Boleh Ada Hukuman Had di Masjid</strong></span></a></li>
<li><a href="https://rumaysho.com/30025-bulughul-maram-shalat-bermain-perang-perangan-di-dalam-masjid.html"><span style="color: #ff0000;"><strong>Bulughul Maram – Shalat: Bermain Perang-Perangan di dalam Masjid</strong></span></a></li>
</ul>
<p>—</p>
<p>Kamis pagi, 7 Rabiul Awwal 1443 H, 14 Oktober 2021</p>
<p><span style="color: #ff0000;"><a style="color: #ff0000;" href="https://darushsholihin.com">@ Darush Sholihin Pangggang Gunungkidul</a></span></p>
<p><span style="color: #ff0000;"><a style="color: #ff0000;" href="https://rumaysho.com/about-me">Muhammad Abduh Tuasikal</a></span></p>
<p>Artikel<span style="color: #ff0000;"> <a style="color: #ff0000;" href="https://rumaysho.com">Rumaysho.Com</a></span></p>
 