
<h2><strong>Cara Yahudi Menghibur Diri Dari Dosa</strong></h2>
<p><em>Ust mhn dijelaskan apa makna ayat dlm surat Al Baqarah ayat ke 80,</em></p>
<p class="arab"><em>وَقَالُوا لَن تَمَسَّنَا النَّارُ إِلَّا أَيَّامًا مَّعْدُودَةً</em></p>
<p><em>Kaum Yahudi berkata: “Kami sekali-kali tidak akan disentuh oleh api neraka, kecuali selama beberapa hari saja”.</em></p>
<p><em>Mksdnya bbrp hari saja apa ya Ust? Sykron atas pnjlsannya…</em></p>
<p><strong>Jawaban:</strong></p>
<p><em>Bismillah wal hamdulillah was sholaatu was salaam ‘ala Rasulillah, wa ba’du.</em></p>
<p>Ayat di atas adalah bantahan Allah ‘<em>azza wa jalla</em> kepada kaum Yahudi atas keyakinan mereka yang isinya memghibur diri untuk tetap nyaman dalam kekafiran. Padahal mereka tahu bahwa Muhammad <em>shallallahualaihi wa sallam</em> adalah Rasul dan Nabi terakhir. Ciri-ciri beiau telah dijelaskan gamblang di kitab Taurat. Mereka sadar jika tidak mengimani Muhammad <em>shallallahualaihi wa sallam</em>, mereka berada di jalan yang keliru. Allah membongkar isi hati mereka dalam Al Quran,</p>
<p class="arab">الَّذِينَ آتَيْنَاهُمُ الْكِتَابَ يَعْرِفُونَهُ كَمَا يَعْرِفُونَ أَبْنَاءَهُمْ ۖ وَإِنَّ فَرِيقًا مِّنْهُمْ لَيَكْتُمُونَ الْحَقَّ وَهُمْ يَعْلَمُونَ</p>
<p><em>Orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang telah Kami beri Al Kitab (Taurat dan Injil) mengenal Muhammad seperti mereka mengenal anak-anaknya sendiri. Dan sesungguhnya sebahagian diantara mereka menyembunyikan kebenaran, padahal mereka mengetahui.</em> (QS. Al-Baqarah : 146)</p>
<p>Menurut mereka, orang-orang yang beragama Yahudi akan diazab di neraka dalam waktu tertentu. Lalu setelah masa azab berakhir, tempat mereka di neraka akan diganti oleh orang-orang selain Yahudi. Kemudian Allah membantah keyakinan sesat ini melalui firmanNya,</p>
<p class="arab">وَقَالُوا لَن تَمَسَّنَا النَّارُ إِلَّا أَيَّامًا مَّعْدُودَةً ۚ قُلْ أَتَّخَذْتُمْ عِندَ اللَّـهِ عَهْدًا فَلَن يُخْلِفَ اللَّـهُ عَهْدَهُ ۖ أَمْ تَقُولُونَ عَلَى اللَّـهِ مَا لَا تَعْلَمُونَ</p>
<p><em>Kaum Yahudi berkata: “Kami sekali-kali tidak akan disentuh oleh api neraka, kecuali selama beberapa hari saja”. Jawablah: “Sudahkah kamu menerima janji dari Allah sehingga Allah tidak akan memungkiri janji-Nya, ataukah kamu hanya mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui?”</em></p>
<p class="arab">بَلَىٰ مَن كَسَبَ سَيِّئَةً وَأَحَاطَتْ بِهِ خَطِيئَتُهُ فَأُولَـٰئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ ۖ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ</p>
<p><em>(Bukan demikian), yang benar: barangsiapa berbuat dosa dan ia telah diliputi oleh dosanya, mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya</em>. (QS. Al-Baqarah : 80 – 81)</p>
<p>Kata mereka, beberapa hari saja maksudnya hanya 40 hari di neraka…</p>
<p>Orang-orang Yahudi, “terang Imam Ibnu Jarir, “berkata : Allah akan memasukkan kami ke dalam neraka selama 40 hari saja. Sampai jika seluruh dosa kami dimakan oleh api, akan ada yang berseru : Keluarkan dari neraka setiap anak keturunan Bani Israil yang sudah disunat. Oleh kerena sebab inilah kami diperintahkan untuk bersunat. Kaum Yahudi berkata : Tak ada seorangpun diantara kami yang berada di neraka melainkan akan dikeluarkan.” (Tafsir At Tobari 1/381).</p>
<p>Demikian cara mereka menghibur diri dari dosa, menaruh harapan yang tinggi, tanpa diimbangi usaha; dalam hal ini beriman, dan tak ada perasaan takut kepada murka Allah. Jika perasaan seperti itu ada pada diri seseorang, maka tinggal menunggu waktu untuk binasa dan mendapat kemurkaan Allah,</p>
<ul>
<li>Berbuat dosa</li>
<li>Merasa aman dari murka Allah.</li>
</ul>
<p>Orang yang demikian sikapnya, akan sulit menyadari dosa dan bertaubat. Kita berlindung kepada Allah dari sikap seperti itu.</p>
<p>Syekh Abdurrahman bin Nashir As Sa’di <em>rahimahullah</em> memberingan keterangan menarik saat menafsirkan ayat tentang kaum Yahudi di atas,</p>
<p class="arab">فجمعوا بين الإساءة والأمن.</p>
<p>Dengan anggapan orang-orang Yahudi yang seperti itu, mereka telah mengumpulkan antara dosa dan merasa aman dari azab Allah. (Tafsir As Sa’di)</p>
<p>Adapun sikap orang-orang beriman, bertolak belakang dengan sikap orang – orang Yahudi di atas. Mereka megumpulkan antara ikhtiyar, berupa iman dan amal sholih, dan rasa takut kepada murka Allah.</p>
<p>Lihatlah Nabi Ibrahim saat beliau takut anak keturunannya melakukan kesyiriakan, lantas membimbing beliau untuk berdoa,</p>
<p class="arab">وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ رَبِّ اجْعَلْ هَٰذَا الْبَلَدَ آمِنًا وَاجْنُبْنِي وَبَنِيَّ أَنْ نَعْبُدَ الْأَصْنَامَ</p>
<p><em>Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berkata: “Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini (Mekah), negeri yang aman, dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku daripada menyembah berhala-berhala.</em><br>
(QS. Ibrahim 35).</p>
<p>Dalam surat Az Zumar, Allah <em>‘azzawajalla</em> menceritakan sifat penghuni surga,</p>
<p class="arab">أَمَّنْ هُوَ قَانِتٌ آنَاءَ اللَّيْلِ سَاجِدًا وَقَائِمًا يَحْذَرُ الْآخِرَةَ وَيَرْجُو رَحْمَةَ رَبِّهِ ۗ قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ ۗ إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُولُو الْأَلْبَابِ</p>
<p><em>(Apakah kamu hai orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadah di waktu-waktu malam dengan bersujud dan berdiri. Ia takut kepada (azab) akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya. Katakanlah: “Adakah sama atara orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran.</em> (QS. Az-Zumar : 9).</p>
<p>Demikian sikap para sahabat dahulu -semoga Allah meridhoi mereka-. Imam Bukhori menulis bab dalam kitab Shahihnya berjudul,</p>
<p class="arab">باب خوف المؤمن من أن يحبط عمله وهو لا يشعر</p>
<p>Bab : Kekhawatiran seorang mukmin dari perbuatan yang dapat mengugurkan pahala amalnya tanpa ia sadari.</p>
<p>Kemudian beliau menukil perkataan seorang Tabi’in; Ibnu Abi Mulaikah –<em>rahimahullah</em>– yang menceritakan pengalamannya ketika bertemu dengan 30 orang sahabat Nabi <em>shallallahu alaihi wa sallam</em>. Beliau mengatakan,</p>
<p class="arab">أدركت ثلاثين من أصحاب النبي صلى الله عليه وسلم كلهم يخاف النفاق على نفسه، ما منهم أحد يقول إنه على إيمان جبريل وميكائيل</p>
<p>Saya telah bertemu dengan 30 sahabat Nabi <em>shallallahu alaihi wa sallam</em>. Mereka semua khawatir dirinya terjangkiti penyakit nifak. Tak ada seorangpun diantara mereka yang sampai mengatakan bahwa imannya seperti iman Jibril atau Mikail.</p>
<p>Dua kubu yang masing-masing memiliki sikap yang sangat kontras antar satu sama lain. Satu kubu neraka, satu kubu surga. Tinggal kepada siapa kita meniru. Nabi <em>shallallahualaihi wa sallam</em> telah mengingatkan,</p>
<p class="arab">من تشبه بقوم فهو منهم</p>
<p>“<em>Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum maka ia termasuk dalam golongannya.” </em>(HR. Abu Dawud, dinilai hasan shahih oleh Syaikh Albani, dalam Shahih Abi Dawud no. 3401).</p>
<p><em>Wallahua’lam bis showab.</em></p>
<p><strong>***</strong></p>
<p><strong>Dijawab oleh Ustadz Ahmad Anshori<br>
</strong><strong>(Alumni Universitas Islam Madinah, Pengajar di <a href="http://hamalatulquran.com/" target="_blank" rel="nofollow noopener">PP Hamalatul Qur’an Yogyakarta</a>)</strong></p>
<p>Anda bisa membaca artikel ini melalui aplikasi <a href="https://play.google.com/store/apps/details?id=org.yufid.tanyaustadz" target="_blank" rel="noopener"><strong>Tanya Ustadz untuk Android</strong></a>. <a href="https://play.google.com/store/apps/details?id=org.yufid.tanyaustadz" target="_blank" rel="noopener"><strong>Download Sekarang !!</strong></a></p>
<p><strong>Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.</strong></p>
<ul>
<li>
<strong>REKENING DONASI</strong> : BNI SYARIAH 0381346658 / BANK SYARIAH MANDIRI 7086882242 a.n. YAYASAN YUFID NETWORK</li>
<li>
<strong>KONFIRMASI DONASI</strong> hubungi: 087-738-394-989</li>
</ul>
 