
<p><span style="color: #ff0000;"><strong>Pertanyaan</strong>: </span>Bagaimana dengan seseorang yang tidak mau merutinkan shalat sunnah rawatib?</p>
<p> </p>
<p><strong><span style="color: #ff0000;">Jawaban: </span></strong>Barangsiapa yang <em>terus-terusan</em> meninggalkan shalat sunnah rawatib, ini menunjukkan <span style="text-decoration: underline;">kurangnya agamanya dan persaksiannya bisa jadi tertolak</span>. Inilah yang menjadi pendapat Imam Ahmad, Imam Asy Syafi’i dan selainnya.</p>
[<em>Majmu’ Al Fatawa</em>, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, 23/127]
<p> </p>
<p>Baca tentang shalat sunnah rawatib secara lebih lengkap <a title="Panduan Shalat Sunnah Rawatib" href="https://rumaysho.com/698-merutinkan-shalat-sunnah-rawatib.html" target="_blank" rel="noopener"><span style="color: #ff00ff;"><strong>di sini</strong></span></a>.</p>
<p> </p>
<p>Riyadh-KSA, 14 Shafar 1432 H (18/01/2011)</p>
<p><a href="undefined/" target="_blank" rel="noopener">www.rumaysho.com</a></p>
 