
<h3 style="text-align: center;" align="CENTER"><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Cambria,serif;"><span style="font-size: medium;"><span lang=""><b>Khilafah, Hadiah untuk Hamba-Nya yang Bertauhid</b></span></span></span></span></h3>
<p align="JUSTIFY"><span lang="id-ID">Dengan kembali kepada ajaran tauhid-lah, umat Islam ini akan kembali menemukan kejayaannya sebagaimana yang pernah diraih oleh Rasulullah </span><span lang="id-ID"><i>shallallahu ‘alahi wa sallam </i></span><span lang="id-ID">dan para sahabatnya dahulu. Allah </span><span lang="id-ID"><i>Ta’ala </i></span><span lang="id-ID">telah berjanji kepada hamba-Nya, bahwa Allah akan memberikan kejayaan kepada ahli tauhid. Allah </span><span lang="id-ID"><i>Ta’ala </i></span><span lang="id-ID">berfirman dalam rangka menjelaskan hal ini, </span></p>
<p class="arab" align="CENTER">وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي الْأَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَى لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُمْ مِنْ بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا يَعْبُدُونَنِي لَا يُشْرِكُونَ بِي شَيْئًا وَمَنْ كَفَرَ بَعْدَ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ</p>
<p align="JUSTIFY">”<span lang="id-ID"><i>Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal shalih </i></span><span lang="id-ID"><i><b>bahwa sungguh Dia akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa.</b></i></span><span lang="id-ID"><i> Dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka. Dan Dia akan benar-benar menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentosa. </i></span><span lang="id-ID"><i><b>Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apa pun dengan Aku</b></i></span><span lang=""><i><b>.</b></i></span><span lang="id-ID"><i>” </i></span><span lang="">(QS. An-Nuur [24]: 55).</span><i> </i></p>
<p align="JUSTIFY"><span lang="id-ID">Di dalam ayat ini terdapat sesuatu yang dijanjikan, orang yang mendapat janji, dan kondisi </span><span lang="">(syarat) </span><span lang="id-ID">dimana janji tersebut dipenuhi. Adapun orang yang mendapat janji, mereka adalah orang-orang yang beriman. Allah </span><span lang="id-ID"><i>Ta’ala </i></span><span lang="id-ID">berfirman yang artinya,</span><span lang="id-ID"><i>”Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal shalih”, </i></span><span lang="id-ID">mereka adalah orang-orang yang mendapat janji.</span></p>
<p lang="id-ID" align="JUSTIFY">Adapun sesuatu yang dijanjikan adalah tiga hal:</p>
<ol>
<li>
<p align="JUSTIFY">“<span lang="id-ID"><i>Sungguh Dia akan menjadikan mereka berkuasa di bumi”. </i></span><span lang="id-ID">Maksudnya, jika mereka tidak memiliki kekuasaan, maka dalam jangka waktu yang panjang atau pendek, Allah </span><span lang="id-ID"><i>Ta’ala</i></span><span lang="id-ID"> akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Allah </span><span lang="id-ID"><i>Ta’ala </i></span><span lang="id-ID">telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa.</span></p>
</li>
<li>
<p align="JUSTIFY"><span lang="id-ID">Kemudian Allah </span><span lang="id-ID"><i>Ta’ala </i></span><span lang="id-ID">berfirman tentang janji yang kedua yang artinya,</span><span lang="id-ID"><i>“Dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka”. </i></span><span lang="id-ID">Masalah terbesar yang diusahakan dan diinginkan oleh orang-orang yang beriman adalah mereka dapat beribadah kepada Allah </span><span lang="id-ID"><i>Ta’ala </i></span><span lang="id-ID">dengan penuh keteguhan. Mereka tidak takut dan tidak merasa lemah di dalam melaksanakan agama Allah </span><span lang="id-ID"><i>Ta’ala. </i></span><span lang="id-ID">Bahkan mereka adalah orang-orang yang dihormati. Itu semua sesuai dengan janji Allah </span><span lang="id-ID"><i>Ta’ala.</i></span></p>
</li>
<li>
<p align="JUSTIFY"><span lang="id-ID">Adapun janji yang ketiga adalah firman-Nya yang artinya,</span><span lang="id-ID"><i>“Dan Dia akan benar-benar menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentosa”. </i></span><span lang="id-ID">Setelah mereka merasakan sedikit ketakutan serta setelah Allah </span><span lang="id-ID"><i>Ta’ala </i></span><span lang="id-ID">memenangkan dan meneguhkan agama mereka, maka setelah adanya ketakutan itu mereka menjadi aman sentosa. Mereka merasa aman terkait diri mereka sendiri, agamanya, anak-anak mereka, kehormatan mereka, dan terkait harta-harta mereka semua. Semua ini adalah karunia dan janji dari Allah </span><span lang="id-ID"><i>Ta’ala.</i></span></p>
</li>
</ol>
<p align="JUSTIFY"><span lang="id-ID">Sedangkan kondisi </span><span lang="">(syarat) </span><span lang="id-ID">orang yang mendapat janji dijelaskan oleh kalimat berikutnya dalam firman Allah </span><span lang="id-ID"><i>Ta’ala </i></span><span lang="id-ID">yang artinya,</span><span lang="id-ID"><i><b>”Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apa pun dengan Aku”</b></i></span><span lang="id-ID"><b>.</b></span><span lang="id-ID"> Maksudnya, ketika Allah menjadikan mereka berkuasa di bumi,</span><i> </i><span lang="id-ID">meneguhkan bagi mereka agama mereka</span><span lang="id-ID"><i>, </i></span><span lang="id-ID">dan</span><i> </i><span lang="id-ID">menukar keadaan mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentosa, bagaimana kondisi mereka ketika itu dan sebelumnya? </span><span lang="id-ID"><b>Yaitu bahwa mereka tetap menyembah Allah dengan tiada mempersekutukan sesuatu apa pun dengan Allah </b></span><span lang="id-ID"><i><b>Ta’ala.</b></i></span><i> </i></p>
<p align="JUSTIFY"><span lang="id-ID">Ini adalah pengaruh tauhid yang terbesar bagi manusia dalam konteks masyarakat dan negara. Yaitu kalau mereka menyembah Allah </span><span lang="id-ID"><i>Ta’ala</i></span><span lang="id-ID"> dan tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apa pun, meyakini kebenaran tauhid dan menjauhi kesyirikan, maka mereka dijanjikan akan dibukakan anugerah dari Allah </span><span lang="id-ID"><i>Ta’ala </i></span><span lang="id-ID">untuk mereka dengan ketiga hal ini. Demikian pula, akan dibukakan berkah untuk mereka dari langit dan dari bumi. Allah pun akan meluaskan rizki mereka. Sehingga mereka berada dalam kehidupan yang baik dan damai.</span> <span lang=""><b>[1] </b></span></p>
<p align="JUSTIFY"><span lang="id-ID">Ayat ini seharusnya menjadi renungan bagi para da’i dan seluruh aktivis dakwah</span><span lang=""> dan tokoh-tokoh Islam</span><span lang="id-ID">, bahwa kejayaan Islam yang mereka impi-impikan itu dapat diraih jika kaum muslimin mentauhidkan Allah </span><span lang="id-ID"><i>Ta’ala </i></span><span lang="id-ID">dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. Sedangkan kondisi kaum muslimin yang seperti itu tidaklah mungkin dapat diraih kecuali dengan memberikan perhatian serius terhadap dakwah tauhid, membina kaum muslimin dengan aqidah tauhid, serta membentengi umat ini dari segala hal yang menjadi lawan dari tauhid tersebut. </span></p>
<p align="JUSTIFY"><span lang="id-ID">Hal ini pun telah terbukti pada masa Rasulullah </span><span lang="id-ID"><i>shallallahu ‘alaihi wa sallam. </i></span><span lang="id-ID">Sejak awal beliau berdakwah, beliau tidak menjadikan kekuasaan sebagai tujuan, bahkan hanya sebagai sarana dakwah pun tidak. Namun, beliau tetap konsisten membina sahabatnya di atas aqidah tauhid selama bertahun-tahun di kota Mekah. Bahkan beliau rela hijrah ke Madinah karena kejahatan luar biasa kaum Quraisy Mekah terhadap beliau dan para sahabatnya demi menyelamatkan aqidah tauhid yang ada dalam hati mereka. </span></p>
<p align="JUSTIFY"><span lang="id-ID">Pada saat itu, beliau tidak menyerukan untuk berjihad dan lebih memilih hijrah karena kondisi kaum muslimin yang memang masih lemah. Dengan penuh ketekunan, keuletan, dan kesabaran Rasulullah </span><span lang="id-ID"><i>shallallahu ‘alaihi wa sallam </i></span><span lang="id-ID">men-</span><span lang="id-ID"><i>tarbiyah </i></span><span lang="">(membina) </span><span lang="id-ID">sahabatnya di atas tauhid sehingga semakin kuatlah tauhid tersebut menancap dalam dada kaum muslimin saat itu. Dan pada saat itulah, Allah </span><span lang="id-ID"><i>Ta’ala </i></span><span lang="id-ID">membuktikan janji-Nya dengan membukakan kemenangan demi kemenangan kepada kaum muslimin sehingga mereka menjadi umat yang disegani di muka bumi ini. Kekuasaan mereka pun meluas dari jazirah Arab sampai Andalusia (Spanyol). Siapakah yang mengingkari fakta sejarah ini?</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span lang="id-ID">Sekarang, marilah kita melihat kondisi kaum muslimin saat ini. Ketika mereka meninggalkan ajaran agama mereka, dan yang paling penting adalah meninggalkan ajaran tauhid, maka kehinaanlah yang mereka alami saat ini. Kaum muslimin saat ini menjadi kaum yang terhinakan, harta-harta negeri kaum muslimin dirampas, nyawa mereka seolah tidak ada harganya, martabat mereka diinjak-injak, dan kehinaan demi kehinaan lain yang terus menimpa kaum muslimin saat ini. Semua ini adalah akibat dari berpalingnya mereka dari ajaran tauhid dan tersebarnya berbagai bentuk kesyirikan. </span><span lang="id-ID"><b>Kehinaan ini tidak akan Allah </b></span><span lang="id-ID"><i><b>Ta’ala</b></i></span><span lang="id-ID"><b> cabut sampai kita semua kembali kepada agama Allah </b></span><span lang="id-ID"><i><b>Ta’ala.</b></i></span><i> </i><span lang="id-ID">Rasulullah </span><span lang="id-ID"><i>shallallahu ‘alaihi wa sallam </i></span><span lang="id-ID">bersabda,</span></p>
<p class="arab" dir="RTL" align="CENTER"><span lang="id-ID">« </span>إِذَا تَبَايَعْتُمْ بِالْعِينَةِ وَأَخَذْتُمْ أَذْنَابَ الْبَقَرِ وَرَضِيتُمْ بِالزَّرْعِ وَتَرَكْتُمُ الْجِهَادَ سَلَّطَ اللَّهُ عَلَيْكُمْ ذُلاًّ لاَ يَنْزِعُهُ حَتَّى تَرْجِعُوا إِلَى دِينِكُمْ <span lang="id-ID">»</span></p>
<p align="JUSTIFY">“<span lang="id-ID"><i>Jika Engkau melakukan jual beli dengan sistem ‘inah (sejenis riba, </i></span><span lang=""><i>pen.</i></span><span lang="id-ID"><i>), Engkau memegangi ekor-ekor sapi, Engkau merasa puas terhadap pertanian, dan meninggalkan jihad, maka Allah akan menimpakan kehinaan atas kalian. </i></span><span lang="id-ID"><i><b>Allah tidak akan mencabut kehinaan itu sampai kalian kembali kepada agama kalian</b></i></span><span lang=""><i><b>.</b></i></span><span lang="id-ID"><i>” </i></span><span lang=""><b>[2] </b></span><span lang=""><b>[3] </b></span></p>
<p align="JUSTIFY"><span lang=""><b>[Selesai]</b></span></p>
<p lang="" align="JUSTIFY">***</p>
<p lang="id-ID" align="JUSTIFY">Selesai disempurnakan di siang hari, Lab EMC Rotterdam NL, 17 Rajab 1436</p>
<p lang="id-ID" align="LEFT">Yang senantiasa membutuhkan rahmat dan ampunan Rabb-nya,</p>
<p align="JUSTIFY"><span lang="id-ID">Penulis:</span><span lang="id-ID"><b> M. Saifudin Hakim</b></span></p>
<h5 class="sdfootnote" lang="id-ID" align="JUSTIFY"><span style="font-size: small;"><b>Catatan kaki:</b></span></h5>
<p class="sdfootnote"><span style="font-size: small;"><span lang="id-ID"><b>[1]</b></span></span><span style="font-size: small;"><span lang="id-ID"> Disarikan dari ceramah Syaikh Shalih Alu Syaikh </span></span><span style="font-size: small;"><span lang="id-ID"><i>hafidzahullah</i></span></span><span style="font-size: small;"><span lang="id-ID"> yang berjudul </span></span><span style="font-size: small;"><span lang="id-ID"><i>Fadhlu Tauhid wa Takfiiruhu li Dzunuub</i></span></span><span style="font-size: small;"><span lang=""><i>.</i></span></span></p>
<p class="sdfootnote"><span style="font-size: small;"><span lang="id-ID"><b>[2]</b></span></span> <span style="font-size: small;"><span lang="id-ID">HR. Abu Dawud. Dinilai shahih oleh Syaikh Albani dalam </span></span><span style="font-size: small;"><span lang="id-ID"><i>Silsilah Ash-Shahihah</i></span></span><span style="font-size: small;"><span lang="id-ID"> no. 11.</span></span></p>
<p class="sdfootnote" align="JUSTIFY"><span style="font-size: small;"><span lang=""><b>[3] </b></span></span><span style="font-size: small;"><span lang="id-ID">Disarikan dari buku penulis, </span></span><span style="font-size: small;"><span lang="id-ID"><i>“Saudaraku … Mengapa Engkau Enggan Mengenal Allah?”</i></span></span><span style="font-size: small;"><span lang="id-ID"> (Pustaka Al-Fajr, Yogyakarta, tahun 2010).</span></span></p>
<p class="sdfootnote" align="JUSTIFY">—</p>
<p class="sdfootnote" align="JUSTIFY">Artikel Muslim.Or.Id</p>
 