
<p><span style="font-weight: 400;">قال الثوري حرمت قيام الليل خمسة أشهر بذنب أذنبته</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Sufyan Ats-Tsauri mengatakan, “Aku tidak bisa bangun malam untuk sholat malam selama lima bulan lamanya gara-gara sebuah dosa yang kulakukan.” (<em>Mukhtasar Minhajul Qashidin</em> hal. 83, <em>al-Maktab al-Islami</em>)</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Semua dosa itu berbuah adzab namun adzab karena dosa itu tidak harus hal-hal yang mengerikan semisal tersambar halilintar. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Boleh jadi di antara bentuk adzab adalah sulit melakukan ibadah semisal sulit untuk bangun di akhir malam. Lebih jelek lagi jika berupa sulit bangun di waktu subuh.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Kutipan di atas patut untuk dijadikan sebagai bahan renungan untuk orang yang sulit sholat malam atau malah tidak pernah sholat malam.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Moga Allah senantiasa memberi kemudahan bagi kita untuk beribadah kepada-Nya.</span></p>
<p><strong>Penulis: Ustadz Aris Munandar, S.S., M.P.I.</strong></p>
 