
<p>Kita sudah mengetahui bagaimana keutamaan dan perintah menggunakan jilbab pada wanita muslimah. Di antaranya, jilbab lebih menjaga diri wanita dari kenakalan laki-laki jahat. Namun maslahat ini biasa diabaikan dan diremehkan, apalagi oleh wanita yang lemah iman dan masih diliputi oleh sifat malas serta semangat beragama yang pas-pasan. Ketika di di halaman rumah atau terasnya, mereka bermudah-mudahan memamerkan auratnya. Ada yang menampakkan lengan tangan dan leher bahkan ada yang tidak memakai penutup kepala sama sekali. Padahal halaman di sebagian rumah kita terbuka dan dapat dilihat oleh orang banyak yang lalu lalang dan pasti akan terlihat oleh pria non mahram. Pemandangan lebih buruk lagi dapat kita saksikan di luar rumah seperti di pusat perbelanjaan. Itulah sebenarnya dandan wanita jahiliyyah (masa sebelum Islam).     <!--more-->  </p>
<p><strong><span style="color: #ff0000;">Manakah Aurat Wanita?</span></strong></p>
<p>Kita sudah tahu bahwa aurat wanita adalah seluruh tubuhnya kecuali wajah dan kedua telapak tangan. Hal ini disimpulkan dari ayat dan tafsiran para ulama berikut ini.</p>
<p align="center" dir="RTL"><span style="font-size: 14pt;"><span style="color: #800000;">وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا</span></span></p>
<p>“<em>Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya</em>.” (QS. An Nuur 24 : 31). Ibnu ‘Abbas dan murid-muridnya menafsirkan ‘<em>illa maa zhoharo minhaa’ </em>(kecuali yang biasa nampak dari mereka) dengan wajah dan kedua telapak tangan. Inilah yang dianut oleh mayoritas ulama. (Dinukil dari <em>Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim</em>, 5: 527, terbitan Dar Ibnul Jauzi)</p>
<p>Para ulama berselisih pendapat manakah yang mesti ditutup dari wanita. Intinya, selain wajah dan kedua telapak tangan itu wajib ditutupi. Ini sepakat para ulama. Adapun mengenai wajah dan kedua telapak tangan ada <em>khilaf</em> (perselisihan) di antara para ulama sejak masa silam hingga saat ini.  Sedangkan yang berpendapat tidak wajibnya menutupi wajah tetap menganggap bahwa menutupi wajah itu lebih <em>afdhol</em>, lebih-lebih di zaman penuh godaan seperti saat ini. Lihat <em>Shahih Fiqh Sunnah</em> karya Abu Malik, 3: 33.</p>
<p><strong><span style="color: #ff0000;">Cara Dandan Jahiliyyah: Menampakkan Leher, Anting dan Kalung</span></strong></p>
<p>Di antara perintah bagi wanita adalah untuk berdiam di rumah dan tidak berhias seperti kelakuan orang jahiliyyah. Sebagaimana disebutkan dalam ayat,</p>
<p align="center" dir="RTL"><span style="font-size: 14pt;"><span style="color: #800000;">وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَى</span></span></p>
<p>“<em>Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyyah yang dahulu</em>” (QS. Al Ahzab: 33).</p>
<p>Yang dimaksud dengan ayat ini adalah hendaklah wanita berdiam di rumahnya dan tidak keluar kecuali jika ada kebutuhan. Dan di antara kebutuhan adalah mengerjakan shalat.</p>
<p>Sedangkan yang dimaksud berhias seperti tingkah laku orang Jahiliyyah adalah jika seorang wanita ke luar di hadapan laki-laki. Demikian kata Mujahid.</p>
<p>Maqotil bin Hayan mengatakan bahwa yang dimaksud berhias diri adalah seseorang memakai <em>khimar</em> (kerudung) di kepalanya namun tidak menutupinya dengan sempurna. Dari sini <span style="text-decoration: underline;">terlihatlah kalung, anting dan lehernya</span>. Inilah yang disebut <em>tabarruj</em> (berhias diri) ala jahiliyyah. Silakan kaji dari kitab <em>Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim</em> karya Ibnu Katsir, 6: 183 (terbitan Dar Ibnul Jauzi).</p>
<p>Guru kami, Syaikh Dr. Sholih Al Fauzan <em>hafizhohullah </em>mengatakan bahwa yang dimaksud dengan dandan ala jahiliyyah adalah menampakkan perhiasan di berbagai pusat perbelanjaan. Lihat <em>Syarh Masail Al Jahiliyyah</em>, hal. 10.</p>
<p>Kalau kita melihat dari kebiasaan wanita saat ini, kebanyakan mereka di sekitar halaman rumahnya masih bertabarruj yang terlarang walau terlihat mengenakan kerudung. Dan bukan seperti itu saja kita saksikan di sekitar rumah, di pusat perbelanjaan pun lebih parah. Itulah dandan ala jahiliyyah. <em>Wallahul musta’an</em>.</p>
<p><strong><span style="color: #ff0000;">Mengenal Jahiliyyah</span></strong></p>
<p>Jika disebut jahiliyyah, maka itu menunjukkan celaan. Jahiliyyah itu disandarkan pada <em>jahl</em>, yaitu tidak memiliki ilmu. Demikian dikatakan oleh <em>Syaikhuna</em> Sholih Al Fauzan dalam <em>Syarh</em> <em>Masail Al Jahiliyyah</em>.</p>
<p>Syaikh Sholih bin ‘Abdul ‘Aziz Alu Syaikh <em>hafizhohullah </em>mengatakan, “Jahiliyyah adalah segala ajaran sebelum Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam diutus yang menyelisihi ajaran para Rasul atau menyelisihi ajaran yang benar. … Kadang yang dimaksud <em>jahiliyyah</em> adalah kondisi dan kadang yang dimaksudkan adalah keadaan seseorang.” (Lihat <em>Syarh Masail Al Jahiliyyah</em>, hal. 13, terbitan Darul Bashiroh).</p>
<p><strong><span style="color: #ff0000;">Bertakwalah kepada Allah di Mana Saja!</span></strong></p>
<p>Setiap wanita seharusnya memiliki rasa takut pada Allah. Sikap takwa harus ia miliki di mana saja, baik ketika ia berada sendirian ataupun di hadapan orang banyak. Ketika terlihat oleh gurunya, ia menutup aurat. Sebagaimana pula ia dilihat oleh gurunya. Sebagaimana hadits yang disebutkan dalam kitab sunan,</p>
<p align="center" dir="RTL"><span style="font-size: 14pt;"><span style="color: #800000;">اتَّقِ اللَّهَ حَيْثُمَا كُنْتَ وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ</span></span></p>
<p>“<em>Bertakwalah kepada Allah di mana saja engkau berada. Dan ikutilah kejelekan dengan kebaikan niscaya akan menghapuskannya. Juga berakhlaklah pada manusia dengan akhlak yang baik</em>” (HR. Tirmidzi no. 1987). Yang dimaksud dalam hadits ini adalah bertakwa pada Allah baik dalam keadaan sepi maupun di keramaian, baik terlihat manusia atau pun tidak terlihat. Demikian kata Ibnu Rajab dalam <em>Jaami’ul ‘Ulum wal Hikam</em>, 1: 407.</p>
<p>Ibnu Rajab <em>rahimahullah </em>berkata, “Jika seseorang mengetahui bahwa Allah itu Maha Melihat di mana saja dia berada, Allah pun Maha Tahu yang batin dan yang lahir, begitu pula Dia Maha Mengetahui mana yang tersembunyi maupun yang nampak, lalu ia menghadirkan keyakinan ini ketika di mana pun ia berada, maka pasti ia akan meninggalkan maksiat di kala kesepian. Makna inilah yang disebutkan dalam ayat,</p>
<p align="center" dir="RTL"><span style="font-size: 14pt;"><span style="color: #800000;">وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا</span></span></p>
<p>“<em>Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu</em>” (QS. An Nisa’: 1). (<em>Jaami’ul ‘Ulum wal Hikam</em>, 1: 408).</p>
<p>Jika demikian, maka seorang wanita harus punya rasa takut dan takwa di mana pun ia berada. Ketika ia berada di halaman atau teras rumahnya di mana aurat dia akan terlihat oleh orang yang lalu lalang, maka hendaklah ia menutup auratnya dengan mengenakan jilbab yang sempurna.</p>
<p>Moga Allah senantiasa menganugerahkan kepada saudara-saudara kita muslimah sifat takwa dan khosyah (takut) di mana pun ia berada.</p>
<p align="center"><em>Hanya Allah yang memberi taufik.</em></p>
<p>—</p>
<p>@ <a href="http://darushsholihin.com/"><span style="color: #0000ff;">Pesantren Darush Sholihin</span></a>, Panggang-Gunungkidul, menjelang shalat Maghrib, 25 Jumadal Ula 1434 H</p>
<p><a href="http://www.rumaysho.com/"><span style="color: #0000ff;">www.rumaysho.com</span></a></p>
<p> </p>
<p>Silakan follow status kami via Twitter <a href="https://twitter.com/RumayshoCom"><span style="color: #ff0000;">@RumayshoCom</span></a>, <a href="http://www.facebook.com/muhammad.tuasikal"><span style="color: #ff0000;">FB Muhammad Abduh Tuasikal</span></a> dan <a href="http://www.facebook.com/rumaysho"><span style="color: #ff0000;">FB Fans Page Mengenal Ajaran Islam Lebih Dekat</span></a></p>
<p> </p>
 