
<p><a href="https://rumaysho.com/tag/doa" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Doa</a> ini bagus diamalkan untuk mendapatkan ilham berupa petunjuk.</p>

<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 15pt;"><strong><span style="color: #000000;"><a style="color: #000000;" href="https://rumaysho.com/tag/riyadhus-sholihin" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Riyadhus Sholihin</a></span> karya Imam Nawawi, Kitab Ad-Da’awaaat (16. Kitab Kumpulan Doa)</strong></span></p>
<p dir="RTL" style="font-family: Calibri; font-size: 23px; text-align: center;">بَاب الأَمْرِ بِالدُّعَاءِ وَفَضْلِهِ وَبَيَانِ جُمَلِ مِنْ أَدْعِيَّتِهِ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ-</p>
<h2 style="text-align: center;"><span style="font-size: 16pt;"><strong>Bab 250. Perintah untuk berdoa dan keutamaannya serta penjelasan beberapa doa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam</strong></span></h2>
<p> </p>
<h3 style="text-align: center;"><strong>Hadits #1487</strong></h3>
<p dir="RTL" style="font-family: Calibri; font-size: 23px; text-align: center;">وَعَنْ عِمْرَانَ بْنِ الحُصَينِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا : أَنَّ النَّبِيَّ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – عَلَّمَ أبَاهُ حُصَيْناً كَلِمَتَيْنِ يَدْعُو بِهِمَا : (( اللَّهُمَّ أَلْهِمْني رُشْدِي ، وَأَعِذْنِي مِنْ شَرِّ نَفْسِي )) . رَوَاهُ التِّرْمِذِيُّ ، وَقَالَ : حَدِيْثٌ حَسَنٌ</p>
<p style="text-align: center;">Dari ‘Imran bin Al-Hushain <em>radhiyallahu ‘anhuma</em>, Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> pernah <a href="https://rumaysho.com/21297-dakwah-dan-mengajarkan-ilmu-termasuk-amalan-mutaaddi.html" target="_blank" rel="noopener noreferrer">mengajarkan</a> ayah dari ‘Imran dua kalimat yang digunakan berdoa dengannya yaitu: ALLOHUMMA ALHIMNII RUSYDII WA A’IDZNII MIN SYARRI NAFSII (artinya: Ya Allah, berilah ilham kepadaku berupa petunjuk dan lindungilah aku dari kejelekan diriku). (HR. Tirmidzi, ia katakan hadits ini hasan) [HR. Tirmidzi, no. 3483. Syaikh Salim bin ‘Ied Al-Hilaly menyatakan bahwa sanad hadits ini bersambung dengan para perawi yang <strong><em>dhaif</em></strong>, yang tidak dianggap).</p>
<p> </p>
<h4 style="text-align: center;"><span style="font-size: 17pt;"><strong>Keterangan hadits</strong></span></h4>
<p style="text-align: center;">AR-RUSYD adalah lawan dari kesesatan dan penyimpangan.</p>
<p style="text-align: center;">A’IDZNII artinya lindungilah aku.</p>
<p> </p>
<h4 style="text-align: center;"><span style="font-size: 17pt;"><strong>Faedah hadits</strong></span></h4>
<ol>
<li>Wajib meminta perlindungan dari kejelekan diri dan kejelekan amalan kita. Ada hadits sahih yang menunjukkan seperti ini seperti dalam <a href="https://rumaysho.com/category/naskah-khutbah/khutbah-jumat" target="_blank" rel="noopener noreferrer">khutbah</a> hajah.</li>
</ol>
<p style="text-align: center;">Bacaan dalam khutbah hajah di antaranya,</p>
<p dir="RTL" style="font-family: Calibri; font-size: 23px; text-align: center;">الْحَمْدُ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَ نَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا</p>
<p style="text-align: center;">“Segala puji bagi Allah, kami memuji-Nya, mohon pertolongan kepada-Nya, dan memohon ampunan kepada-Nya. Serta kami memohon perlindungan kepada-Nya dari kejelekan jiwa kami dan dari keburukan amalan kami.” (HR. Ahmad dan lainnya. Syaikh Al-Albani mengumpulkan sanad-sanad hadits ini di dalam sebuah kitab kecil dengan judul Khutbah Hajah).</p>
<ol start="2">
<li>Seseorang mendapatkan taufik ketika Allah tidaklah menyandarkan pada dirinya walau sekejap mata.</li>
<li>Sebaliknya seseorang menjadi celaka ketika ia menyandarkan urusan pada dirinya sendiri, ia hanyalah <a href="https://rumaysho.com/17226-faedah-surat-yasin-kebinasaan-bagi-yang-mendustakan-hari-kiamat.html" target="_blank" rel="noopener noreferrer"><strong><span style="color: #000000;">binasa</span> </strong></a>karena bersandar pada sesuatu yang jelek.</li>
</ol>
<p> </p>
<h3 style="text-align: center;"><strong>Referensi:</strong></h3>
<p style="text-align: center;"><em>Bahjah An-Nazhirin Syarh Riyadh Ash-Shalihin</em>. Cetakan pertama, Tahun 1430 H. Syaikh Salim bin ‘Ied Al-Hilali. Penerbit Dar Ibnul Jauzi.</p>
<p> </p>
<p><span style="font-size: 12pt;"><strong>Baca Juga:</strong></span></p>
<ul>
<li><a href="https://rumaysho.com/19488-doa-rasul-itu-singkat-namun-sarat-makna.html" target="_blank" rel="noopener noreferrer"><span style="font-size: 12pt; color: #ff0000;"><strong>Doa Rasul itu Singkat Namun Sarat Makna</strong></span></a></li>
<li><a href="https://rumaysho.com/19350-kedekatan-allah-dengan-hamba-yang-berdoa.html" target="_blank" rel="noopener noreferrer"><span style="font-size: 12pt; color: #ff0000;"><strong>Kedekatan Allah dengan Hamba yang Berdoa</strong></span></a></li>
</ul>
<p> </p>
<hr>
<p> </p>
<p>Oleh: <a href="https://rumaysho.com/about-me" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Muhammad Abduh Tuasikal</a></p>
<p>Artikel <a href="http://Rumaysho.Com" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Rumaysho.Com</a></p>
<p> </p>
<iframe id="s_pdf_frame" src="//docs.google.com/gview?embedded=true&amp;url=https://rumaysho.com/wp-content/uploads/2019/10/Buletin-Rumaysho-MPD-Edisi-87.pdf" style="width: 100%; height:600px;" frameborder="0"></iframe><a class="s_pdf_download_link" href="https://rumaysho.com/wp-content/uploads/2019/10/Buletin-Rumaysho-MPD-Edisi-87.pdf" download><button style="" class="s_pdf_download_bttn">Download</button></a>
 