
<p><iframe src="https://w.soundcloud.com/player/?url=https%3A//api.soundcloud.com/tracks/693560563&amp;color=d5265f&amp;auto_play=false&amp;show_artwork=false&amp;hide_related=true&amp;show_comments=false&amp;show_user=false&amp;show_reposts=false" width="100%" height="166" frameborder="no" scrolling="no"></iframe></p>
<h2>Apakah Doa Tidak Dikabulkan Tanpa Shalawat?</h2>
<p>Assalamu’alaikum. Saya pernah mendengar bahwa doa seseorang tidak akan diterima apabila sebelumnya dia tidak bershalawat (kepada nabi, <em>pen.</em>) apakah itu benar?<br>
Saya mendengar hal ini saat menyimak ceramah di televisi.  Namun, saya masih kurang jelas maksudnya itu bagaimana? Mohon pencerahannya. Terima kasih<em>. Wassalamu’alaikum</em></p>
<p>Penanya: <em>aprilXXXXXXX@gmail.com</em><br>
<!--more--><br>
<strong>Jawaban:</strong></p>
<p><em>Wa alaikumussalam Warahmatullah</em></p>
<h3>Doa Tidak Dikabulkan Tanpa Shalawat</h3>
<p>Terdapat hadits dari Ali bin Abi Thalib <em>radliallahu ‘anhu</em> yang menyatakan:</p>
<p class="arab">كل دعاء محجوب حتى يصلى على النبي صلى الله عليه وسلم</p>
<p>“Semua doa itu terhalang, sampai dibacakan <strong>shalawat</strong> untuk Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>”</p>
<p>Hadits ini diperselisihkan, apakah sabda Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> ataukah perkataan Ali bin Abi Thalib. Ada juga riwayat yang menyatakan bahwa ini adalah sabda nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>, namun ini riwayat tersebut dhaif. Sementara Al-Baihaqi dalam <em>Syu’abul Iman</em> dan At-Thabrani dalam <em>Al-Ausath</em> meriwayatkan hadits yang semisal dengan sanad yang sahih, tetapi mauquf. Artinya hadits ini adalah ucapan Ali bin Abi Thalib dan bukan sabda Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>. Walaupun demikian, mengingat kalimat di atas tidak mungkin disampaikan oleh para sahabat berdasarkan ijtihad mereka maka para ulama menghukuminya sebagai sabda Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>. Karena informasi semacam ini tidak mungkin diperoleh tanpa kecuali melalui wahyu. Syekh al-Albani mengatakan,</p>
<p class="arab">وهو في حكم المرفوع لأن مثله لا يقال من قبل الرأي كما قال السخاوي</p>
<p>“Hadis mauquf (perkataan Ali) ini dihukumi sebagai sabda Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>, karena keterangan semacam ini tidak mungkin disampaikan berdasarkan ijtihad, sebagaimana penjelasan As-Sakhawi.” Kemudian Syekh al-Albani menyebutkan beberapa riwayat yang menguatkan hadits di atas. Selanjutnya Syekh menegaskan</p>
<p class="arab">وخلاصة القول أن الحديث بمجموع هذه الطرق والشواهد لا ينزل عن مرتبة الحسن إن شاء الله تعالى على أقل الأحوال</p>
<p>“Kesimpulannya, bahwa hadits di atas dengan seluruh jalur dan penguatnya, keadaan minimal tidak turun dari derajat hasan, insyaaAllah.”<br>
Disadur dari <em>Silsilah Ahadits Shahihah</em>, keterangan hadits no. 2035<br>
Karena, bagian dari adab dalam doa, sebelum berdoa hendaknya kita membaca shalawat kepada Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> terlebih dahulu. Semoga dengan ini akan semakin memperbesar peluang dikabulkannya doa. <em>Allahu a’lam.</em></p>
<p>Dijawab oleh Ustadz Amni Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasi Syariah)<br>
Artikel www.KonsultasiSyariah.com</p>
<p>Artikel terkait masalah doa dan shalawat:</p>
<p>1. <a href="https://konsultasisyariah.com/tata-cara-berdoa" target="_blank">Tata Cara Berdoa Sesuai Tuntunan</a>.</p>
<p>2. <a href="https://konsultasisyariah.com/perlukah-menambahkan-kata-sayyidina-dalam-tahiyat" target="_blank">Perlukah Menambahkan Kata “Sayyidina” dalam Shalawat Di Tahiyat</a>.</p>
<p>3. <a href="https://konsultasisyariah.com/bagaimana-cara-memuji-allah-dan-bersalawat-sebelum-berdoa" target="_blank">Cara Memuji Allah dan Bershalawat dalam Berdoa</a>.</p>
<p>4. <a href="https://konsultasisyariah.com/hukum-shalawat-di-iringi-rebana" target="_blank">Hukum Shalawat Diiringi Rebana</a>.</p>
 