
<p><strong>DO’A MOHON HIDAYAH</strong></p>
<h4><strong>اَللّٰهُمَّ زَيِّنَا بِزِينَةِ الإِيمَانِ، وَاجْعَلْنَا هُدَاةً مُهْتَدِينَ</strong></h4>
<p><em>Ya Allâh, hiasilah kami dengan perhiasan iman </em><em>dan jadikanlah kami orang yang mendapatkan petunjuk </em><em>dan orang yang memberikan petunjuk.</em></p>
<p><em> </em><strong>Keterangan :</strong></p>
<ol>
<li>Doa ini adalah potongan dari doa yang dibaca ‘Ammar, salah seorang Sahabat Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam setelah tasyahhud sebelum salam</li>
<li>
<em>Zînatul îmân</em> (perhiasan iman) mencakup :
<ul>
<li>Hiasan iman dalam hati, maksudnya hati yang dihiasi dengan keyakinan (akidah) yang benar dan berbagai amalan hati yang terpuji</li>
<li>Hiasan iman pada lisan, maksudnya lisan yang tidak putus dari dzikrullâh, membaca al-Qur’an, amar ma’rûf dan nahi mungkar dan lain sebagainya</li>
<li>Hiasan iman pada anggota badan, maksudnya anggota badan yang dihiasi dengan perbuatan-perbuatan shalih dan berbagai perbuatan taat yang mendekatkan kepada Allâh Azza wa Jalla.</li>
</ul>
</li>
</ol>
<p>Diangkat dari <em>Fiqhul Ad’iyati wal Adzkâr</em>, Syaikh Abdurrazaq bin Abdul Muhsin al-Abbad al-Badr, 3/164</p>
<p>[As-Sunnah Edisi 02/Tahun XVII/1434H/2013M]<a href="#_ftnref1" name="_ftn1"></a></p>
<p><strong>DO’A KAUM MUKMININ</strong></p>
<p>Diantara do’a kaum Mukminin yang tercantum dalam al-Qur’an adalah yang terdapat dalam firman Allah Azza wa Jalla berikut :</p>
<h4>
<strong>رَبَّنَا إِنَّنَا سَمِعْنَا مُنَادِيًا يُنَادِي لِلْإِيمَانِ أَنْ آمِنُوا بِرَبِّكُمْ فَآمَنَّا</strong><strong> ۚ</strong><strong> رَبَّنَا فَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَكَفِّرْ عَنَّا سَيِّئَاتِنَا وَتَوَفَّنَا مَعَ الْأَبْرَارِ</strong> <strong>﴿١٩٣﴾</strong> <strong>رَبَّنَا وَآتِنَا مَا وَعَدْتَنَا عَلَىٰ رُسُلِكَ وَلَا تُخْزِنَا يَوْمَ الْقِيَامَةِ</strong><strong> ۗ</strong><strong> إِنَّكَ لَا تُخْلِفُ الْمِيعَادَ</strong>
</h4>
<p><em>Ya Rabb kami, sesungguhnya kami telah mendengar (seruan) yang menyeru kepada iman, (yaitu): “Berimanlah kamu kepada Rabbmu”, maka kamipun beriman. </em><em>Ya Rabb kami, ampunilah bagi kami dosa-dosa kami dan hapuskanlah dari kami kesalahan-kesalahan kami, dan wafatkanlah kami beserta orang-orang yang banyak berbakti.</em></p>
<p><em> </em><em>Ya Rabb kami, berilah kami apa yang telah Engkau janjikan kepada kami dengan perantaraan rasul-rasul Engkau. dan janganlah Engkau hinakan kami di hari kiamat. Sesungguhnya Engkau tidak menyalahi janji.”</em> [Ali Imrân/3:193-194]</p>
<p><strong>FAIDAH.</strong><br>
Dalam ayat pertama di atas, digambarkan bahwa kaum Mukminin itu menjadikan keimanan mereka sebagai wasilah kepada Rabb mereka agar diampuni dosa-dosa mereka, dihapuskan keburukan-keburukan mereka serta agar diwafatkan bersama dengan orang-orang yang berbakti kepada Allâh Azza wa Jalla</p>
<p>[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 12/Tahun XVII/1436H/2014M. Diterbitkan Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo – Purwodadi Km.8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183 Telp. 0271-858197 Fax 0271-858196.Kontak Pemasaran 085290093792, 08121533647, 081575792961, Redaksi 08122589079]</p>
 