
<p><strong>Pertanyaan: </strong></p>
<p><em>Kami minta dijelaskan tentang sunnahnya membaca doa qunut, apakah ada doa-doa khusus di dalamnya? Apakah disunnahkan untuk memperpanjang qunut dalam shalat Witir?</em></p>
<p><strong>Jawaban: </strong></p>
<p>Di antara doa qunut adalah yang diajarkan Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> kepada Hasan bin Ali bin Abi Thalib, <em>“Allahumma ihdini fii man hadaita, wa ‘aafini fiman ‘aafaita…”</em> hingga akhir doa yang terkenal. Sedangkan Imam tatkala membacanya harus dengan dhamir jamak; karena dia berdoa untuk dirinya dan untuk orang yang ada di belakangnhya. Jika doa qunut dibaca sepantasnya tidak apa-apa, tetapi jika terlalu panjang sehingga memberatkan makmum atau menjadikan bosan, tidak seharusnya dilakukan, karena Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> marah kepada Mu’adz <em>radhiallahu ‘anhu</em> ketika dia memperpanjang shalat bersama kaumnya dan bersabda, <em>“Wahai Mu’adz, apakah kamu memperpanjang shalat dengan membaca ini dan itu?” </em></p>
<p>Sumber: <em>Tuntunan Tanya Jawab Akidah, Shalat, Zakat, Puasa dan Haji</em> (<em>Fatawa Arkanul Islam</em>), Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin, Darul Falah, 2007<br>
Dipublikasikan oleh www.KonsultasiSyariah.com</p>
 