
<p>Anak adalah aset berharga kedua orang tuanya. Tentu setiap orang menginginkan anaknya menjadi anak yang salih. Salah satu yang harus dilakukan oleh orang tua dan terus diulang-ulang adalah mendoakan kebaikan untuk anak-anaknya.</p>
<h2><span style="font-size: 18pt;"><strong>Doa orang tua adalah doa mustajab</strong></span></h2>
<p>Nabi <em>Shallallahu ‘alaihi wasallam</em> bersabda,</p>
<p style="text-align: center;"><span dir="rtl" style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">ثَلاَثُ دَعَوَاتٍ مُسْتَجَابَاتٌ لاَ شَكَّ فِيهِنَّ دَعْوَةُ الْوَالِدِ وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ</span></p>
<p>“Tiga doa mustajab yang tidak diragukan lagi, yaitu doa kedua orang tua, doa orang yang bepergian (safar), dan doa orang yang dizalimi” (HR. Abu Daud, <em>hasan</em>).</p>
<p>Doa orang tua, baik bapak atau ibunya adalah doa yang mustajab, baik itu berisi doa kebaikan maupun keburukan. Di antara manfaat seringnya mendoakan kebaikan untuk anak adalah:</p>
<p><em>Pertama, </em>doa kedua orang tua untuk anak adalah termasuk doa yang mustajab dan akan dikabulkan oleh Allah berdasarkan keterangan dalam hadis Nabi.</p>
<p><em>Kedua, </em>mendoakan anak akan menambah semangat dan motivasi dalam mendidik anak.</p>
<p><em>Ketiga, </em>mendoakan anak akan memperkuat rasa kasih sayang dan kedekatan hati dari kedua orang tua.</p>
<p><em>Keempat, </em>hal ini merupakan sunah para nabi dan rasul, karena mereka selalu mendoakan kebaikan untuk anak dan juga keturunannya di masa yang akan datang sebagaimana banyak disebutkan dalam Al Qur’an.</p>
<h2><span style="font-size: 18pt;"><strong>Berbagai doa untuk kebaikan anak di dalam Al Qur’an</strong></span></h2>
<p>Di antara sebaik-baik doa adalah doa yang diajarkan oleh Allah di dalam Al Qur’an. Doa untuk kebaikan anak yang Allah sebutkan dalam Al Qur’an antara lain:</p>
<h3><span style="font-size: 16pt;"><strong>Pertama, doa para <em>‘Ibadurrahman</em> dalam Al Qur’an</strong></span></h3>
<p style="text-align: center;"><span dir="rtl" style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا</span></p>
<p>“<em>Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri dan keturunan kami sebagai penyenang hati (jiwa) kami, dan jadikanlah kami teladan bagi orang-orang yang bertakwa</em>” (QS. Al-Furqan: 74).</p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1010;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1010;" href="https://muslim.or.id/66513-jangan-lupakan-doa-dan-tawakal-dalam-mendidik-anak.html" data-darkreader-inline-color="">Jangan Lupakan Doa dan Tawakal Dalam Mendidik Anak</a></strong></p>
<h3><span style="font-size: 16pt;"><strong>Kedua, doa Nabi Zakariya <em>‘Alaihis salam</em></strong></span></h3>
<p style="text-align: center;"><span dir="rtl" style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">فَهَبْ لِي مِنْ لَدُنْكَ وَلِيًّا (5) يَرِثُنِي وَيَرِثُ مِنْ آَلِ يَعْقُوبَ وَاجْعَلْهُ رَبِّ رَضِيًّا</span></p>
<p><em>“Anugerahilah kepadaku dari sisi-Mu seorang putera, yang akan mewarisi aku dan mewarisi (ilmu dan kenabian) dari sebagian keluarga Ya’qub. Dan jadikanlah dia, ya Rabbku, seorang yang diridhai di sisi-Mu”</em> (QS. Maryam: 5-6).</p>
<p>Beliau <em>‘Alaihis salam</em> juga berdoa,</p>
<p style="text-align: center;"><span dir="rtl" style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">رَبِّ هَبْ لِي مِنْ لَدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً إِنَّكَ سَمِيعُ الدُّعَاءِ</span></p>
<p><em>“Ya Tuhanku, anugerahilah kepadaku dari sisi-Mu seorang anak yang shalih. Sesungguhnya Engkau Maha Mengabulkan doa”</em> (QS. Ali-‘Imran: 38).</p>
<h3><span style="font-size: 16pt;"><strong>Ketiga, doa Nabi Ibrahim dan Isma’il <em>‘Alaihimas salam</em></strong></span></h3>
<p style="text-align: center;"><span dir="rtl" style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">رَبَّنَا وَاجْعَلْنَا مُسْلِمَيْنِ لَكَ وَمِنْ ذُرِّيَّتِنَا أُمَّةً مُسْلِمَةً لَكَ</span></p>
<p><em>“Ya Tuhan kami, jadikanlah kami berdua orang yang tunduk patuh kepada-Mu dan (jadikanlah) di antara anak keturunan kami umat yang tunduk patuh kepada-Mu”</em> (QS. Al-Baqarah: 128).</p>
<h3><span style="font-size: 16pt;"><strong>Keempat, doa <em>khalilullah</em> Nabi Ibrahim <em>‘Alaihis salam</em></strong></span></h3>
<p style="text-align: center;"><span dir="rtl" style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ</span></p>
<p><em>“Ya Tuhanku, anugrahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang shalih”</em> (QS. Ash-Shaffat: 100).</p>
<p>Demikian pula doa beliau yang lain,</p>
<p style="text-align: center;"><span dir="rtl" style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلَاةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاءِ</span></p>
<p><em>“Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan dari anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat. Ya Tuhan kami, kabulkanlah doaku”</em> (QS. Ibrahim: 40).</p>
<p>Beliau juga berdoa,</p>
<p style="text-align: center;"><span dir="rtl" style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">وَاجْنُبْنِي وَبَنِيَّ أَنْ نَعْبُدَ الْأَصْنَامَ</span></p>
<p><em>“Jauhkanlah aku beserta anak cucuku dari menyembah berhala”</em> (QS. Ibrahim: 35).</p>
<p>Perhatikan pula doa Nabi Ibrahim tatakala telah mencapai usia matang yaitu usia 40 tahun,</p>
<p style="text-align: center;"><span dir="rtl" style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَّتِي</span></p>
<p><em>“Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat beramal shalih yang Engkau ridhai. Berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku”</em> (QS. Al-Ahqaf: 15).</p>
<p><strong>Baca Juga:</strong><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1010;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1010;" href="https://muslim.or.id/61572-salah-satu-tanda-anak-durhaka.html" data-darkreader-inline-color="">Salah Satu Tanda Anak Durhaka</a></strong></p>
<h2><span style="font-size: 18pt;"><strong>Jangan doakan keburukan untuk anak</strong></span></h2>
<p>Tidak selayaknya orang tua mendoakan keburukan untuk anaknya. Doa keburukan akan menimbulkan bahaya dan merusak anak. Nabi <em>Shallallahu ‘alaihi wasallam</em> melarang mendoakan keburukan bagi anak, karena ini bertentangan dengan akhlak Islam dan menyelisihi cara pendidikan yang diajarkan para nabi. Bahkan ini jauh dari metode <em>nubuwah</em> dalam mengajak manusia kepada Islam. Sampai-sampai Nabi ketika berdakwah di Thaif dan mendapat perlakuan buruk, beliau tidak mendoakan keburukan bagi mereka dan keturunan mereka. Beliau bahkan beraharap kepada Allah seraya bersabda,</p>
<p style="text-align: center;"><span dir="rtl" style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">أرجو أن يُخْرِجَ اللَّهُ مِن أصلابِهِم مَن يعبدُ اللَّهَ</span></p>
<p>“Aku berharap kepada Allah semoga akan lahir dari tulang sulbi mereka keturunan yang senantiasa menyembah hanya kepada Allah.”</p>
<p>Dan Allah pun merealisasikan harapan baginda Nabi.</p>
<p>Oleh karena itu, Nabi pun melarang untuk mendoakan keburukan bagi anak melalui sabda beliau,</p>
<p style="text-align: center;"><span dir="rtl" style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">لَا تَدْعُوا عَلَى أَنْفُسِكُمْ، وَلَا تَدْعُوا عَلَى أَوْلَادِكُمْ، وَلَا تَدْعُوا عَلَى أَمْوَالِكُمْ، لَا تُوَافِقُوا مِنَ اللهِ سَاعَةً يُسْأَلُ فِيهَا عَطَاءٌ، فَيَسْتَجِيبُ لَكُمْ</span></p>
<p>“Janganlah kalian mendoakan keburukan untuk diri kalian, dan juga untuk anak-anak kalian, atau harta kalian. Jangan sampai kalian menepati suatu waktu yang pada waktu itu Allah <em>Subhanahu wa Ta’ala</em> diminta sesuatu lantas Dia kabulkan doa kalian tersebut” (HR. Muslim).</p>
<p>Demikian, semoga bermanfaat dan menjadi pengingat serta motivasi bagi kita untuk terus senantiasa mendoakan dan mengulang-ulang doa kebaikan untuk anak-anak kita.</p>
<p><strong>Baca Juga:</strong></p>
<div class="post-title">
<ul>
<li><span style="color: #ff0000;" data-darkreader-inline-color=""><strong><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/59829-yatim-piatu-karena-orang-tuanya-sangat-sibuk.html" data-darkreader-inline-color="">Yatim Piatu karena Orang Tuanya Sangat Sibuk, Tidak Peduli Anaknya</a></strong></span></li>
<li><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1010;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/59441-bagaimanakah-para-salaf-menjaga-takbiratul-ihram-bersama-imam.html" data-darkreader-inline-color="">Bagaimanakah Para Salaf Menjaga Takbiratul Ihram Bersama Imam</a></strong></li>
</ul>
</div>
<p><strong>Penulis: <span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1010;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1010;" href="https://muslim.or.id/author/adika" data-darkreader-inline-color="">Adika Mianoki</a></span></strong></p>
<p><strong>Artikel: <span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1010;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1010;" href="http://Muslim.or.id" data-darkreader-inline-color="">Muslim.or.id</a></span></strong></p>
<p><strong>Referensi:</strong></p>
<p>1. <em>Fiqhu Tarbiyatil Abnaa ‘wa Ma’ahu Nukhbatu min Nashaaihil Athibbaa’</em> karya Syaikh Musthafa Al-‘Adawi.</p>
<p>2. <em>Manhajut Tarbiyyah an Nabawiyyah lit Thifli</em> karya Syaikh Muhmmad Nur bin ‘Abdil Hafiidz Suwaid.</p>
 