
<p>Baru kali ini Rumaysho.Com dapat faedah berharga dari Imam Nawawi rahimahullah tentang <a href="https://rumaysho.com/1663-terputusnya-amalan-kecuali-tiga-perkara.html" target="_blank" rel="noopener noreferrer">tiga amalan yang tidak terputus pahalanya walau sudah meninggal dunia</a>.</p>
<p> </p>
<p style="text-align: center;">Dari Abu Hurairah <em>radhiyallahu ‘anhu,</em> ia berkata bahwa Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda,</p>
<p dir="RTL" style="font-family: Calibri; font-size: 23px; text-align: center;">إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ وَعِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ وَوَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ</p>
<p style="text-align: center;">“<em>Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang diambil manfaatnya, dan doa anak yang saleh yang selalu mendoakannya.</em>” (HR. Muslim, no. 1631)</p>
<p style="text-align: center;">Imam Nawawi <em>rahimahullah</em> dalam <em>Syarh Shahih Muslim</em> membawakan judul bab untuk hadits di atas “<em><strong>Pahala yang terus mengalir pada seseorang setelah ia wafat</strong></em>.”</p>
<p>Imam Nawawi <em>rahimahullah</em> menjelaskan hadits di atas bahwa para ulama berkata, makna hadits adalah amalan yang dilakukan oleh yang telah meninggal dunia terputus saat meninggal dunia. <strong>Pahala baru baginya juga terputus kecuali tiga hal ini karena ia jadi sebab amalan itu ada.</strong> Anak itu hasil usahanya. Ilmu yang ia ajarkan dan ia tulis merupakan usahanya pula. Begitu pula <a href="https://rumaysho.com/12119-hadits-wakaf-01-wakaf-termasuk-amal-jariyah.html" target="_blank" rel="noopener noreferrer">sedekah jariyah berupa wakaf juga dari dirinya</a>.</p>
<p>Setelah itu Imam Nawawi <em>rahimahullah</em> membawakan faedah lainnya dari hadits di atas sebagai berikut:</p>
<ul>
<li>Hadits ini jadi dalil akan <a href="https://rumaysho.com/8582-keutamaan-menikahi-janda.html" target="_blank" rel="noopener noreferrer">keutamaan menikah</a> untuk mendapatkan keturunan yang saleh. Dan sudah dijelaskan mengenai hukum menikah tergantung keadaan tiap orang, sebagaimana dijelaskan dalam kitab nikah.</li>
<li>Hadits ini juga jadi dalil disyariatkannya wakaf dan besarnya pahala wakaf.</li>
<li>Hadits ini juga jadi dalil keutamaan ilmu dan dorongan untuk terus memperbanyak ilmu, dan kita harus semangat mewariskannya dengan mengajarkan, menulis, dan menjelaskan. Ilmu juga hendaknya dipilih dari ilmu yang punya manfaat besar dan ilmu yang penuh manfaat lainnya.</li>
<li>Hadits ini juga jadi dalil bahwa doa itu bermanfaat untuk orang yang telah meninggal dunia. Begitu pula sedekah bermanfaat juga untuk yang telah meninggal dunia. Akan sampainya pahala pada mayat untuk dua amalan ini (doa dan sedekah) telah disepakati oleh para ulama. Begitu pula melunasi utang akan sampai pada yang telah meninggal dunia sebagaimana telah dijelaskan.</li>
<li>Sedangkan amalan haji jika dibadalkan untuk orang yang telah meninggal dunia dianggap sah sebagaimana pendapat Imam Syafii dan yang sependapat dengannya. Membadalkan haji sama dengan melunasi utang jika haji tersebut haji yang wajib. Jika haji tersebut sunnah, maka termasuk dalam masalah wasiat.</li>
<li>Sedangkan amalan puasa jika yang meninggal dunia dibayarkan puasanya oleh yang hidup, maka yang tepat wali si mayat boleh mempuasakan dirinya. Hal ini sudah diterangkan dalam kitab puasa.</li>
<li>
<strong>Adapun membaca Alquran dan menjadikan pahalanya untuk orang yang telah meninggal dunia, begitu pula shalat dan ibadah semacam itu, maka menurut madzhab Syafii dan jumhur ulama, pahalanya tidak sampai pada orang yang telah meninggal dunia.</strong> Walaupun dalam masalah ini ada perbedaan pendapat di dalamnya.</li>
</ul>
<p style="text-align: center;">Lihat penjelasan Imam Nawawi <em>rahimahullah</em> dalam <em>Al-Minhaj Syarh Shahih Muslim</em>, 11:77.</p>
<p> </p>
<h4 style="text-align: center;"><strong>Referensi:</strong></h4>
<p style="text-align: center;"><em>Al-Minhaj Syarh Shahih Muslim bin Al-Hajjaj.</em> Cetakan pertama, Tahun 1433 H. Al-Imam Muhyiddin Yahya bin Syarf An-Nawawi. Penerbit Dar Ibnu Hazm.</p>
<p> </p>
<p><span style="font-size: 12pt;"><strong>Baca Juga:</strong></span></p>
<ul>
<li><a href="https://rumaysho.com/13171-manfaat-punya-banyak-anak.html" target="_blank" rel="noopener noreferrer"><span style="font-size: 12pt; color: #ff0000;"><strong>Manfaat Punya Banyak Anak</strong></span></a></li>
<li><a href="https://rumaysho.com/12820-bagi-yang-mandul-allah-akan-menyiapkan-anak-di-surga.html" target="_blank" rel="noopener noreferrer"><span style="font-size: 12pt; color: #ff0000;"><strong>Bagi yang Mandul, Allah akan Menyiapkan Anak di Surga</strong></span></a></li>
</ul>
<hr>
<p> </p>
<p>Disusun di Perpusa Darush Sholihin, Rabu sore, 11 Desember 2019, 13 Rabiul Akhir 1441 H</p>
<p>Oleh: <a href="https://rumaysho.com/about-me" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Muhammad Abduh Tuasikal</a></p>
<p>Artikel <a href="http://Rumaysho.Com" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Rumaysho.Com</a></p>
<p> </p>
<iframe id="s_pdf_frame" src="//docs.google.com/gview?embedded=true&amp;url=https://rumaysho.com/wp-content/uploads/2019/12/Buletin-DS-Edisi-121.pdf" style="width: 100%; height:600px;" frameborder="0"></iframe><a class="s_pdf_download_link" href="https://rumaysho.com/wp-content/uploads/2019/12/Buletin-DS-Edisi-121.pdf" download><button style="" class="s_pdf_download_bttn">Download</button></a>
 