
<h4><span style="color: red;">Fatwa Syaikh Abdullah bin Abdil Aziz Al Aqil</span></h4>
<p><strong>Soal:</strong><br>
Jika air kemasukan kotoran apakah ia menjadi najis?</p>
<p><strong>Jawab:</strong><br>
Hukum asal benda-benda adalah suci. Maka air tidak dihukumi <a href="https://muslimah.or.id/609-mengenal-najis.html">najis</a> hanya karena sekedar kemasukan kotoran sampai diyakini kenajisan dari kotoran tersebut, ini salah satu pendapat dari para ulama. Maka jika sudah benar-benar diyakini kotoran tersebut adalah najis, selanjutnya anda lihat, jika air menjadi berubah karena najis tersebut yaitu terjadi perubahan pada warnanya atau rasanya atau baunya, maka baru menjadi najis. Ini salah satu pendapat dari para ulama.</p>
<p>Jika tidak berubah, dan najis yang masuk tersebut hanya sedikit, maka ada dua pendapat dalam madzhab Imam Ahmad dan yang lainnya. <u>Namun yang shahih, tidak menjadi najis, kecuali airnya mengalami perubahan</u>. Dan ini merupakan salah satu pendapat Imam Ahmad yang dipilih oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dan para ulama Hambali yang lain, juga oleh Syaikhuna Abdurrahman bin Nashir As Sa’di. <em>Wallahu a’lam</em>.</p>
<p>***</p>
<p>Sumber: <a href="http://ar.islamway.net/fatwa/32456">http://ar.islamway.net/fatwa/32456</a><br>
Penerjemah: Yulian Purnama<br>
Artikel <a href="https://muslimah.or.id/?p=5953">Muslimah.Or.Id</a></p>
<div class="nf-post-footer"><a class="ads-mobile" href="https://www.instagram.com/souvenirnikahislami/" target="_blank" rel="noopener"><img class="ads-mobile aligncenter wp-image-10075 size-medium" src="https://muslimah.or.id/wp-content/uploads/2018/03/souvenir-nikah-islami-buku-saku-dzikir-pagi-petang-300x300.png" alt="" width="300" height="300"></a></div> 