
<h4 style="text-align: center;"><span style="color: #ff0000;">Fatwa Syaikh Abdul Muhsin Al Abbad</span></h4>
<p><strong>Soal:</strong></p>
<p>Kapan saja disyariatkan duduk tawarruk*) ?</p>
<p><strong>Jawab:</strong></p>
<p>Duduk tawarruk itu disyariatkan pada shalat yang memiliki dua tasyahud, dan dilakukan pada tasyahud yang terakhirnya. Sehingga ia ada pada semua shalat wajib kecuali shalat shubuh. Maka duduk tawarruk itu dilakukan pada tasyahud terakhir pada shalat <em>rubai’iyyah</em> (yang empat rakaat) dan <em>tsulatsiyyah</em> (yang tiga rakaat).</p>
<p>Sumber: <a href="http://ar.islamway.net/fatwa/33201">http://ar.islamway.net/fatwa/33201</a></p>
<p>*) Duduk tawarruk adalah sebagaimana digambarkan dalam gambar berikut:</p>
<p><a href="https://muslim.or.id/wp-content/uploads/2014/02/tawarruk.png"><img loading="lazy" alt="tawarruk" src="https://muslim.or.id/wp-content/uploads/2014/02/tawarruk.png" width="605" height="382"></a></p>
<p>—</p>
<p>Penerjemah: Yulian Purnama</p>
<p>Artikel Muslim.Or.Id</p>
 