
<p><i><span style="font-weight: 400;">Bismillah walhamdulillah wash shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, amma ba’du:</span></i></p>
<h2><span style="font-size: 21pt;"><b>Bersyukur kepada Allah </b><b><i>Ta’ala</i></b><b> adalah sebuah kewajiban</b></span></h2>
<p><span style="font-weight: 400;">Bersyukur atas nikmat dari Allah adalah sebuah kewajiban seorang hamba. Barangsiapa yang mensyukuri kenikmatan yang didapatkannya, niscaya Allah </span><i><span style="font-weight: 400;">Ta’ala</span></i><span style="font-weight: 400;"> akan tambahkan anugerah-Nya kepadanya. Namun, barangsiapa yang mengkufuri nikmat-Nya, maka Allah </span><i><span style="font-weight: 400;">Ta’ala</span></i><span style="font-weight: 400;"> ancam dengan adzab-Nya.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Allah </span><i><span style="font-weight: 400;">Ta’ala</span></i><span style="font-weight: 400;"> berfirman,</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;"><b>وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ</b></span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhan kalian memberitahukan, “Sesungguhnya jika kalian bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepada kalian, dan jika kalian mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” </span><b>(QS. Ibrahim : 7)</b></p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><strong><span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="https://muslim.or.id/53043-hukum-salam-menggunakan-ucapan-salam-non-muslim.html" data-darkreader-inline-color="">Hukum Salam Menggunakan Ucapan Salam non-Muslim</a></span></strong></p>
<h2><span style="font-size: 21pt;"><b>Berterimakasih kepada orang yang berbuat baik termasuk bentuk syukur kepada Allah </b><b><i>Ta’ala</i></b></span></h2>
<p><span style="font-weight: 400;">Berterimakasih kepada orang yang berbuat baik kepada kita termasuk akhlak mulia yang diajarkan dalam agama Islam dan bagian dari bersyukur kepada Allah. Hal ini karena nikmat Allah itu kita dapatkan melalui orang yang berbuat baik kepada kita tersebut.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Termasuk bentuk syukur yang terbaik adalah mengucapkan rasa terimakasih dengan mengatakan kepada orang yang berbuat baik kepada kita:</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;"><b>”جزاك الله خيراً “</b></span></p>
<p><i><span style="font-weight: 400;">(Jazaakallahu khairan)</span></i></p>
<p><i><span style="font-weight: 400;">(Semoga Allah membalasmu dengan balasan kebaikan.)</span></i></p>
<h2><span style="font-size: 21pt;"><b>Hadits-hadits tentang ucapan </b><b><i>“Jazaakallahu khairan” </i></b><b>dan tuntunan untuk berterima kasih kepada orang yang berbuat baik kepada kita</b></span></h2>
<p><span style="font-weight: 400;">Dari Usamah bin Zaid </span><i><span style="font-weight: 400;">radhiyallahu ‘anhuma, </span></i><span style="font-weight: 400;">Nabi </span><i><span style="font-weight: 400;">shallallahu ‘alaihi wa sallam </span></i><span style="font-weight: 400;">bersabda,</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;"><b>من صُنع إليه معروفٌ فقال لفاعله: جزاك الله خيراً، فقد بالغ في الثناء</b></span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Barangsiapa yang telah mendapatkan kebaikan dari seseorang, lalu ia berkata kepada pelaku kebaikan tersebut, </span><i><span style="font-weight: 400;">“Jazaakallahu khairan”, </span></i><span style="font-weight: 400;">berarti ia telah sampai pada derajat memujinya (telah berterima kasih kepadanya dengan memujinya).” </span><b>(HR. Tirmidzi, An-Nasa’i dan Ibnu Hibban, dinilai shahih oleh Al-Albani)</b></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Dari ‘Asiyah </span><i><span style="font-weight: 400;">radhiyallahu ‘anha, </span></i><span style="font-weight: 400;">Nabi </span><i><span style="font-weight: 400;">shallallahu ‘alaihi wa sallam </span></i><span style="font-weight: 400;">bersabda,</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;"><b>من أُتي إليه معروفٌ فليكافئ به، فإن لم يستطع فليذكره، فمن ذكره فقد شكره</b></span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Barangsiapa yang telah mendapatkan kebaikan dari seseorang, maka balaslah. Jika ia tidak mampu membalas kebaikannya, maka sebutlah (pelaku kebaikan karena kebaikannya). Siapa saja yang menyebutnya, berarti dia telah berterima kasih kepadanya.” </span><b>(HR. Ahmad, Ath-Thabrani, dinilai hasan oleh Al-Albani)</b></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Dari Thalhah bin ‘Ubaidillah </span><i><span style="font-weight: 400;">radhiyallahu ‘anhu, </span></i><span style="font-weight: 400;">Rasulullah </span><i><span style="font-weight: 400;">shallallahu ‘alaihi wa sallam </span></i><span style="font-weight: 400;">bersabda,</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;"><b>من أُولي معروفاً، فليذكره، فمن ذكره فقد شكره، ومن كتمه فقد كفره</b></span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Barangsiapa yang telah mendapatkan kenikmatan dari seseorang, maka sebutlah (pelaku kebaikan karena kebaikannya). Siapa saja yang menyebutnya, berarti dia telah berterima kasih padanya. Dan barangsiapa yang menyembunyikan kebaikannya, maka berarti dia telah mengkufurinya (tidak berterima kasih kepadanya).” </span><b>(HR. Ath-Thabrani dan dinilai hasan oleh Al-Albani)</b></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Dari Jabir </span><i><span style="font-weight: 400;">radhiyallahu ‘anhu,</span></i><span style="font-weight: 400;"> Nabi </span><i><span style="font-weight: 400;">shallallahu ‘alaihi wa sallam </span></i><span style="font-weight: 400;">bersabda,</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;"><b>من أُعطي عطاءً فوجد فليجز به، فإن لم يجد فليثنِ، فإن من أثنى فقد شكر، ومن كتم فقد كفر، ومن تحلى بما لم يُعط كان كلابس ثوبي زور</b></span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Barangsiapa yang diberi pemberian (oleh seseorang), lalu dia mendapatkan (sesuatu untuk membalasnya), maka balaslah dengannya. Namun jika dia tidak mendapatkannya, maka pujilah dia, karena orang yang memujinya berarti telah berterima kasih (kepadanya). Dan barangsiapa yang menyembunyikan kebaikannya, maka berarti dia telah mengkufurinya (tidak berteima kasih kepadanya). </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Barangsiapa menghiasi diri dengan sesuatu yang dia tidak dianugerahi dengannya, maka dia seperti memakai baju dengan dua lengan baju (yang bertumpuk) untuk menipu (seolah-olah dia memakai dua baju).” </span><b>(HR. Tirmidzi dan dinilai hasan oleh Al-Albani)</b></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Dari ‘Abdullah bin ‘Amr </span><i><span style="font-weight: 400;">radhiyallahu ‘anhuma, </span></i><span style="font-weight: 400;">Rasulullah </span><i><span style="font-weight: 400;">shallallahu ‘alaihi wa sallam </span></i><span style="font-weight: 400;">bersabda,</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;"><b>إذا قال الرجلُ لأخيه:جزاك الله خيراً، فقد أبلغ في الثناء</b></span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Jika seseorang berkata kepada saudaranya, </span><i><span style="font-weight: 400;">“Jazaakallahu khairan”, </span></i><span style="font-weight: 400;">berarti ia telah sampai pada derajat memujinya (telah berterima kasih kepadanya dengan memujinya).” </span><b>(HR. Abdur Razaq dan Al-Humaidi, dinilai shahih oleh Al-Albani)</b></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Rasulullah </span><i><span style="font-weight: 400;">shallallahu ‘alaihi wa sallam </span></i><span style="font-weight: 400;">bersabda,</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;"><b>مَنْ صَنَعَ إِلَيْكُمْ مَعْرُوفًا فَكَافِئُوهُ ، فَإِنْ لَمْ تَجِدُوا مَا تُكَافِئُونَهُ فَادْعُوا لَهُ حَتَّى تَرَوْا أَنَّكُمْ قَدْ كَافَأْتُمُوهُ</b></span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Barangsiapa yang telah berbuat baik kepada kalian, maka balaslah dia (karena kebaikannya). Lalu jika kalian tidak mendapatkan sesuatu yang bisa kalian gunakan untuk membalasnya, maka doakanlah dia, sampai kalian memandang bahwa diri kalian telah membalas kebaikannya.” </span><b>(HR. Abu Dawud dan dinilai shahih oleh Al-Albani)</b><span style="font-weight: 400;"> </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Berdasarkan hadits di atas, siapa saja yang telah berbuat baik kepada kalian, baik berupa kebaikan ucapan maupun perbuatan, maka balaslah kebaikannya dengan kebaikan yang sepadan atau lebih baik. Diantaranya dengan memberi harta kepadanya.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Lalu jika kalian tidak mendapatkan harta yang bisa kalian gunakan untuk membalas kebaikannya, maka doakanlah dia berulang kali, sampai kalian menyangka dengan sangkaan kuat bahwa diri kalian telah membalas kebaikannya, yaitu kalian telah menunaikan haknya.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Dari Abu Hurairah </span><i><span style="font-weight: 400;">radhiyallahu ‘anhu</span></i><span style="font-weight: 400;">, Nabi </span><i><span style="font-weight: 400;">shallallahu ‘alaihi wa sallam</span></i><span style="font-weight: 400;"> bersabda,</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;"><b>لا يَشْكُرُ اللَّهَ مَنْ لا يَشْكُرُ النَّاسَ</b></span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Tidak bersyukur kepada Allah (dengan baik) orang yang tidak berterimakasih kepada orang (lain).” </span><b>(HR. Ahmad, Abu Dawud, dan selain keduanya. Dinilai shahih oleh Al-Albani)</b></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Dari Asy-‘ats bin Qais </span><i><span style="font-weight: 400;">radhiyallahu ‘anhuma, </span></i><span style="font-weight: 400;">Rasulullah </span><i><span style="font-weight: 400;">shallallahu ‘alaihi wa sallam </span></i><span style="font-weight: 400;">bersabda,</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;"><b>إن أشكرَ الناس لله عز وجل أشكرُهم للناس</b></span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Sesungguhnya orang yang paling bersyukur kepada Allah ‘Azza wa Jalla adalah orang yang paling pandai berterimakasih kepada manusia di antara mereka.” </span><b>(HR. Ahmad, Ibnu Syaibah, dan selain keduanya. Dinilai shahih oleh Al-Albani)</b></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Di antara bentuk membalas kebaikan adalah sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah </span><i><span style="font-weight: 400;">shallallahu ‘alaihi wa sallam, </span></i><span style="font-weight: 400;">yaitu dengan memberi hadiah kepada orang yang telah terlebih dahulu memberi hadiah kepada beliau </span><i><span style="font-weight: 400;">shallallahu ‘alaihi wa sallam.</span></i></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Dari ‘Aisyah </span><i><span style="font-weight: 400;">radhiyallahu ‘anha, </span></i><span style="font-weight: 400;">beliau berkata,</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;"><b>كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقْبَلُ الْهَدِيَّةَ وَيُثِيبُ عَلَيْهَا</b></span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Dahulu Rasulullah </span><i><span style="font-weight: 400;">shallallahu ‘alaihi wa sallam </span></i><span style="font-weight: 400;">menerima hadiah dan membalasnya dengan memberi hadiah pula.” </span><b>(HR. Bukhari)</b></p>
<p><strong>Baca Juga:</strong></p>
<div class="post-title">
<ul>
<li><span style="color: #ff0000;" data-darkreader-inline-color=""><strong><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/33499-tidak-boleh-membenarkan-ucapan-jin-pada-orang-yang-disihir-atau-kerasukan.html" data-darkreader-inline-color="">Tidak Boleh Membenarkan Ucapan Jin pada Orang yang Disihir atau Kerasukan</a></strong></span></li>
<li><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/33258-hukum-ucapan-shadaqallahul-adziim.html" data-darkreader-inline-color="">Hukum Ucapan “Shadaqallahul ‘Adziim”</a></strong></li>
</ul>
</div>
<p><b>(Bersambung)</b></p>
<p><b>***</b></p>
<p><b>Penulis: <span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="https://muslim.or.id/author/abu-ukkasyah" data-darkreader-inline-color="">Sa’id Abu ‘Ukkasyah</a></span></b></p>
<p><strong>Artikel: <span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="http://muslim.or.id" data-darkreader-inline-color="">Muslim.or.id</a></span></strong></p>
 