
<p><strong>Pertanyaan:</strong></p>
<p>Assalamu ‘alaikum, Ustadz. Saya ingin mengqadha puasa saya saat bulan Ramadhan kemarin. Apakah bebas hari-harinya untuk membayar utang puasa itu? Lalu bagaimana bila saya mengqadha puasa tanpa sahur karena susah bangun sahurnya? Apakah tidak apa-apa puasa tanpa sahur?</p>
<p><em>M.Ridwan (mr.one**@yahoo.***)</em><br>
<!--more--><br>
<strong>Jawaban:</strong></p>
<p><em>Wa’alaikumussalam.</em></p>
<p>Dalam mengqadha puasa, harinya bebas, karena Allah berfirman,</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p style="text-align: right;"><strong>فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ</strong></p>
<p>“<em>Barang siapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain</em>.” (Q.S. Al-Baqarah:184)</p>
<p>Kalimat “<em>pada hari-hari yang lain</em>” menunjukkan bahwa qadha puasa itu harinya bebas, selama tidak di hari terlarang, seperti: Idul Fitri, Idul Adha, dan hari tasyrik.</p>
<p>Diperbolehkan berpuasa tanpa sahur, baik karena disengaja atau karena ketiduran, karena sahur bukan syarat sah berpuasa. Yang lebih  penting adalah berniat sebelum subuh karena ini termasuk syarat sah puasa.</p>
<p>Sejak malam harinya, setiap orang yang hendak berpuasa wajib untuk sudah bersengaja bahwa paginya mau berpuasa. Dalilnya adalah hadis dari Hafshah <em>radhiallahu ‘anha</em>; Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda,</p>
<p style="text-align: right;"><strong>من لم يجمع الصيام قبل الفجر فلا صيام له</strong></p>
<p>“<em>Siapa saja yang belum berniat puasa sebelum terbit fajar maka tidak ada puasa baginya</em>.” (H.R. Abu Daud dan Nasa’i; dinilai <em>sahih</em> oleh Al-Albani)</p>
<p><strong>Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasi Syariah).</strong><br>
<strong>Artikel <a href="https://konsultasisyariah.com/" target="_blank">www.KonsultasiSyariah.com</a></strong></p>
 