
<p>Bolehkah memakai nama nabi dan malaikat untuk nama anak?</p>
<p>Imam Nawawi <em>rahimahullah</em> berkata, “Menurut madzhab kami (Syafi’i) dan madzhab kebanyakan ulama, boleh memakai nama Nabi dan nama malaikat –<em>shalawat dan salam bagi mereka semua-</em>. Dan tidak diketahui ada beda pendapat kecuali dari Umar bin Al-Khattab <em>radhiyallahu ‘anhu</em> yang melarang menggunakan nama-nama Nabi.</p>
<p>Dari Al-Harits bin Miskin, ia memakruhkan menggunakan nama para malaikat.</p>
<p>Imam Malik sendiri memakruhkan memakai nama Jibril dan Yasin.</p>
<p>Dalil yang menunjukkan bolehnya memakai nama Nabi adalah Ibrahim dijadikan sebagai nama dari putera Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam. </em>Sahabat-sahabat Nabi pun dinamakan dengan nama para nabi ketika mereka hidup atau telah tiada. … Seperti itu tidak ada dalil yang melarangnya dari Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>, sehingga hal itu tidaklah makruh.” (<em>Al-Majmu’</em>, 8: 253)</p>
<p>Kesimpulan, boleh menamakan anak dengan nama nabi dan malaikat karena tidak ada dalil yang melarang. <em>Wallahu a’lam.</em></p>
<p>Hanya Allah yang memberi taufik.</p>
<p> </p>
<h4><span style="color: #0000ff;">Referensi:</span></h4>
<p><em>Al-Majmu’ Syarh Al-Muhadzdzab li Asy-Syairazy</em>. Cetakan kedua, tahun 1427 H. Yahya bin Syarf An-Nawawi. Penerbit Dar ‘Alam Al-Kutub.</p>
<p>—</p>
<p>Selesai disusun di <a href="http://darushsholihin.com">Darush Sholihin, Panggang, Gunungkidul</a>, 28 Dzulqa’dah 1436 H</p>
 