
<p>Bolehkah memberi atau menerima hadiah Valentine? Saat hari valentine, biasa saling memberi hadiah coklat atau bunga tujuannya dalam rangka kasih sayang.</p>
<p>Hukum asal memberi hadiah adalah <em>sunnah</em> (dianjurkan). Hal ini berdasarkan hadits,</p>
<p dir="RTL" style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 23px; text-align: center;">تَهَادَوْا تَحَابُّوا</p>
<p>“<em>Salinglah memberi hadiah, maka kalian akan saling mencintai.</em>” (HR. Bukhari dalam Al Adabul Mufrod no. 594. Syaikh Al Albani mengatakan hadits ini hasan sebagaimana dalam <em>Irwaul Gholil</em> no. 1601)</p>
<p>Saling memberi hadiah merupakan salah satu faktor yang menumbuhkan rasa saling mencintai di antara kaum muslimin. Oleh karena itu, seorang penyair Arab menyatakan dalam sebuah sya’ir:</p>
<p dir="RTL" style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 23px; text-align: center;">هَدَايَا النَّاسِ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ تُوْلِدُ فِي قُلُوْبِهِمُ الوِصَالَ</p>
<p><em>Hadiah yang diberikan oleh sebagian orang kepada yang lain bisa menumbuhkan rasa saling mencintai di hati mereka.</em></p>
<p>Namun karena valentine adalah hari perayaan yang bermasalah karena meniru-niru budaya non-muslim (Nashrani), maka menerima hadiah ketika itu terlarang, begitu pula memberinya.</p>
<p>Selengkapnya simak dan tonton nasihat dari Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal dalam video berikut ini:</p>
<p> </p>
[youtube url=”https://www.youtube.com/watch?v=EoLxCSCL0pI” width=”400″ height=”225″]
<p> </p>
<p>—</p>
<p><a href="http://rumaysho.com/">Rumaysho.Com</a>, Channel Telegram @RumayshoCom, @DarushSholihin, @UntaianNasihat, @RemajaIslam</p>
 