
<p>Diriwayatkan dari ‘Ubaidillah,</p>
<p class="arab" style="text-align: center;"><span style="font-size: 18pt;">لمَّا قدِمَ رسولُ اللهِ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم المدينةَ جعلَ النِّساءُ والصِّبيانُ والولدانُ يقُلنَ</span></p>
<p class="arab" style="text-align: center;"><span style="font-size: 18pt;">طلع البدرُ علينا *** من ثنياتِ الوداعِ</span></p>
<p class="arab" style="text-align: center;"><span style="font-size: 18pt;">وجب الشكرُ علينا *** ما دعا للهِ داعٍ</span></p>
<p>Tatkala Rasulullah datang ke Madinah, para wanita dan anak-anak bersenandung:</p>
<p><em>thala’al badru ‘alaina, min tsaniyatil wada’i</em></p>
<p>(Telah muncul purnama kepada kami, dari daerah Tsaniyatul Wada’)</p>
<p><em>wajabas syukru ‘alaina, ma da’a lillahi da’in</em></p>
<p>(Wajiblah bagi kita untuk bersyukur, selagi masih ada orang yang berdoa kepada Allah)</p>
<p>—</p>
<p>Hadits ini dikeluarkan oleh Abul Hasan Al Khal’i dalam <em>Al Fawa’id</em> (2/59), Al Baihaqi dalam <em>Dala’ilun Nubuwwah</em> (2/233) dari Ubaidillah bin Muhammad bin ‘Aisyah.</p>
<h2>Derajat Hadits T<em>hala’al badru ‘alaina</em>
</h2>
<p>Hadits ini lemah. Sanad ini terputus tiga rawi, karena Ubaidillah ini adalah salah seorang guru imam Ahmad dan dia langsung meriwayatkan peristiwa tersebut. Inilah yang dikatakan oleh Imam Al Iraqi dalam <em>Takhrij Al Ihya</em> (2/244).</p>
<p><a href="https://muslim.or.id/20589-biografi-imam-al-baihaqi.html" target="_blank" rel="noopener">Imam Al Baihaqi</a> <em>rahimahullah</em> berkata: “para ulama menyebutkan hal ini terjadi saat kedatangan Rasulullah <em>Shallallahu’alaihi Wasallam</em> ke kota Madinah dari kota Makkah, bukan kedatangan beliau dari Tsaniyatul Wada’ saat pulang dari perang Tabuk”.</p>
<p>Namun hal ini dibantah oleh <a href="https://kisahmuslim.com/3588-biografi-ibnul-qayyim-al-jauziyah.html" target="_blank" rel="noopener">Ibnul Qayyim</a> <em>rahimahullah</em> dalam <em>Zadul Ma’ad</em> (3/13) : “ini adalah sebuah kekeliruan yang sangat nyata. Karena daerah Tsaniyatul Wada’ itu di arah Syam, daerah ini tidak pernah dilewati oleh orang yang datang dari Makkah ke kota Madinah. Dan tidak akan melewatinya kecuali bila ia meneruskan perjalanan ke Syam”.</p>
<p>—</p>
[disalin dari buku “Hadits Lemah dan Palsu yang Populer Di Indonesia” karya Ustadz Ahmad Sabiq]
<p><span style="line-height: 1.5em;">Artikel Muslim.or.id</span></p>
 