
<p>Hadits:</p>
<p class="arab">الدِّينُ هو العَقلُ ، ومَن لا دينَ لهُ ، لا عقلَ له</p>
<p>“<em>agama adalah akal, barangsiapa tidak punya agama maka ia tidak punya akal</em>”</p>
<h4><span style="color: red;">Derajat Hadits</span></h4>
<p>Hadits ini <strong>batil</strong>. Diriwayatkan oleh An Nasa-i dalam <em>Al Kuna</em>, Ad Dulabi dalam <em>Al Kuna Wal Asma</em>‘ 2/104 dari Abu Malik Bisyr bin Ghalib dari Zuhri dan Majma’ bin Jariyah dari pamannya secara <em>marfu</em>‘.</p>
<p>Berkata An Nasa-i: “ini adalah sebuah hadits yang batil lagi munkar”.</p>
<p>Sisi cacatnya adalah pada sanadnya terdapat Bisyr bin Ghalib. Dia itu adalah seorang yang <em>majhul</em> sebagaimana dikatakan oleh Al Azdi, Adz Dzahabi dan Ibnu Hajar.</p>
<p>Al Harits bin Abu Usamah dalam <em>Musnad</em> beliau meriwayatkan dari Dawud bin Al Muhabbir lebih dari 30 hadits menyebutkan tentang keutamaan akal. Namun dikatakan oleh Al Hafidz Ibnu Hajar: “semua palsu”.</p>
<p>Berkata Ibnul Qayyim <em>rahimahullah</em>: “semua hadits yang berhubungan dengan akal adalah palsu” (<em>Al Manarul Munif</em> hal. 25)</p>
[disalin dari buku “<em>Hadits Lemah &amp; Palsu Yang Populer Di Indonesia</em>” hal 92-93 karya Ust Ahmad Sabiq]
<p>***</p>
<p>Artikel <a href="https://muslim.or.id/?p=21712">Muslim.Or.Id</a></p>
 