
<p><strong>HADITS LEMAH TASYAHUD DALAM SUJUD SAHWI</strong></p>
<p>Oleh<br>
Ustadz Kholid Syamhudi Lc.</p>
<p><strong>عَنْ عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلَّى بِهِمْ فَسَهَى فِي صَلَاتِهِ فَسَجَدَ سَجْدَتَيِ السَّهْوِ ثُمَّ تَشَهَّدَ ثُمَّ سَلَّمَ</strong></p>
<p><em>Dari ‘Imrân bin Hushain Radhiyallahu anhu bahwasanya Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengimami mereka shalat lalu lupa dalam shalatnya, kemudian sujud dua sujud sahwi kemudian <strong>bertasyahud</strong> kemudian salam.</em></p>
<p><strong>T</strong><strong>AKHRIJ</strong><br>
Hadits ini dikeluarkan Abu Dawud no. 1039, at-Tirmidzi no. 395, an-Nasâ’i 3/26, Ibnul Jârûd dalam <em>al-Muntaqa</em> no. 247, al-Hâkim dalam <em>al-Mustadrâk</em> 1/323, Ibnu Hibân no. 2670, Tamâm dalam <em>Fawâ`id</em> no. 374, Ibnul Mundzir dalam <em>al-Ausâth</em> no. 1712, ath-Thabrâni dalam <em>al-Mu’jam</em> no. 469 dan al-Baihâqi dalam Sunannya 2/354-355 dari jalan periwayatan Asy’ats bin Abdulmâlik al-Humrâni dari Muhammad bin Sirîn dari Khâlid al-Hadzdzâ` dari Abu Qilâbah dari Abul Muhallab dari ‘Imrân bin Hushain Radhiyallahu anhu secara marfu’.</p>
<p><strong>S</strong><strong>EBAB KELEMAHAN HADITS INI</strong><br>
Sanad hadits ini shahih seperti dijelaskan Syu’aib al-Arnâ`uth dalam komentarnya terhadap hadits ini dalam <em>Sunan Abi Dawud</em>. (lihat <em>Sunan Abu Daud</em> dengan tahqîq Syu’aib 2/272), namun <strong>Asy’ats bersendirian dalam meriwayatkan hadits ini dari Muhammad bin Sirîn dari Khâlid al-Hadzdzâ` dalam meriwayatkan tambahan kata (</strong><strong>ثُمَّ تَشَهَّدَ</strong><strong>). Asy’ats di sini menyelisihi riwayat Ayyub as-Sakhtiyâni rahimahullah dan Abdullâh bin ‘Aun rahimahullah dari Muhammad bin Sirîn rahimahullah</strong>. Bahkan Imam al-Baihâqi rahimahullah setelah menyampaikan hadits ini, “Asy’ats al-Humrâni bersendirian meriwayatkannya. Syu’bah, Wuhaib, Ibnu ‘Ualiyah, Ata-Tsaqafi, Husyaim, Hamâd bin Zaid, Yazîd bin Zurai’ dan selain mereka telah meriwayatkan hadits ini dari Khâlid al-Hadzdzâ` rahimahullah dan tidak ada seorangpun dari mereka tambahan yang disampaikan Asy’ats dari Muhammad bin Sirîn rahimahullah tersebut.</p>
<p>Pernyataan al-Baihâqi rahimahullah ini didukung oleh al-Hâfizh Ibnu Hajar rahimahullah dalam pernyataan beliau, “Ibnu Hibbân rahimahullah berkata, <strong>‘Hadits ini dilemahkan al-Baihâqi rahimahullah dan Ibnu Abdilbarr rahimahullah serta yang lainnya. Mereka menghukumi keliru riwayat Asy’ats karena menyelisihi para perawi tsiqah yang lain dari Ibnu Sirîn rahimahullah.</strong> Sehingga yang benar dari riwayat Ibnu Sirîn rahimahullah dalam hadits ‘Imrân ini adalah tanpa tambahan kata (<strong>ثُمَّ تَشَهَّدَ</strong>).</p>
<p><strong>PENDAPAT ULAMA TENTANG HADITS INI</strong><br>
As-Sirâj meriwayatkan dari jalan Salamah bin ‘Alqamah juga dalam kisah ini: Aku berkata kepada Ibnu Sirîn: Bagaimana tentang tasyahud? Beliau menjawab, ‘Aku tidak mendengar satupun tentang tasyahud’</p>
<p>Telah terdahulu dalam <em>Bab Tsybîk al-Ashâbi’</em> dari jalan Ibnu ‘Auf dari Ibnu Sirîn, beliau berkata, ‘Sampai kepadaku bahwa ‘Imrân bin al-Hushain berkata, <em>‘kemudian salam’</em>. Demikianlah yang benar dari Khâlid al-Hadzdzâ` dengan sanad ini dari hadits ‘Imrân bin al-Hushain Radhiyallahu anhu tanpa ada disebut tasyahud, sebagaimana dikeluarkan Imam Muslim. <strong>Sehingga tambahan dari Asy’ats adalah <em>syadz</em> </strong>(menyelisihi yang lebih shahih). [<em>Fathul Bâri</em>; 2/79]</p>
<p>Syaikh al Albani rahimahullah menyatakan: Haditsnya shahih tanpa pernyataan (<strong>ثُمَّ تَشَهَّدَ</strong> ), karena tambahan tersebut adalah syadz, bersendirian dalam hal ini Asy’ats bin Abdilmâlik al-Humrâni. Sejumlah perawi tsiqah lainnya meriwayatkan dari Ibnu Sirîn tanpa tambahan tersebut. Oleh karena itu Imam al-Baihûqi , al-Asqalâni dan sebelumnya Ibnu Taimiyah. [<em>Shahih Sunan Abi Dawud</em> no. 193].</p>
<p>Ibnu Abdilbarr rahimahullah berkata, ‘Adapun Tasyahud dalam dua sujud sahwi, maka aku tidak tahu ada yang shahih dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. [<em>At-Tamhîd</em>; 10/209]</p>
<p><strong>HADITS LAIN TENTANG TASYAHUD DALAM SUJUD SAHWI</strong><br>
Ibnul Mundzir rahimahullah berkata, “Adapun tasyahud dalam dua sujud sahwi, maka telah diriwayatkan tiga hadits, para ulama melemahkan semuanya dan yang terbaik sanadnya adalah hadits ‘Imrân bin al-Hushain… Adapun dua hadits yang lainnya maka tidak shahih dan telah aku jelaskan sebab kelemahannya pada kitab lain yang meringkas kitab ini.” [<em>Al-Ausâth</em>; 3/316-317].</p>
<p>Dua hadits ini diisyaratkan al-Hâfizh Ibnu Hajar rahimahullah dalam pernyataan beliau, “Akan tetapi ada tentang tasyahud dalam sujud sahwi ini dari Ibnu Mas’ud Radhiyallahu anhu pada <em>Sunan Abu Dawud</em> dan an-Nasâ’i dan dari al-Mughîrah Radhiyallahu anhu pada <em>Sunan al-Baihâqi</em> dan pada <strong>kedua sanadnya ada kelemahan</strong>”. [<em>Fathul Bâri</em>; 2/79].</p>
<p>1. Hadits Abdullâh bin Mas’ud tersebut di keluarkan oleh Ahmad 1/428-429, Abu Dawud no. 1028, an-Nasâ`i dalam <em>as-Sunan al-kubra</em> 605, ad-Darâquthni 1/378 dan al-Baihâqi 2/255-256 dari jalan periwayatan Khushaif dari Abu Ubaidah dari Ibnu Mas’ud secara marfu’ dengan lafaz,</p>
<p><strong>إِذَا كُنْتَ فِي الصَّلَاةِ، فَشَكَكْتَ فِي ثَلَاثٍ وَأَرْبَعٍ، وَأَكْثَرُ ظَنِّكَ عَلَى أَرْبَعٍ، تَشَهَّدْتَ، ثُمَّ سَجَدْتَ سَجْدَتَيْنِ، وَأَنْتَ جَالِسٌ قَبْلَ أَنْ تُسَلِّمَ، ثُمَّ تَشَهَّدْتَ أَيْضًا، ثُمَّ سَلَّمْتَ</strong></p>
<p><em>Apabila kamu dalam shalat lalu ragu apakah telah tiga atau empat (rakaat) dan hipotesa kamu adalah empat maka bertasyahhud kemudian sujud dua kali dalam keadaan kamu duduk sebelum salam kemudian <strong>bertasyahhud</strong> lagi kemudian  salam. </em></p>
<p>Dalam sanadnya ada Khushaif seorang perawi yang lemah dan Abu Ubaidah tidak mendengar langsung dari Abu Mas’ud Radhiyallahu anhu, sehingga <strong>ada dua sebab lemahnya hadits ini, kelemahan perawi dan terputusnya sanad.</strong> Oleh karena itu Ibnu Hajar rahimahullah menyatakan sanadnya hadits ini lemah dan diikuti oleh Syaikh al-Albâni rahimahullah dengan menyatakan bahwa sanad ini ada kelemahan dan terputus. [<em>al-Irwâ’</em> 2/131].</p>
<p>2. Hadits al-Mughîrah yang diriwayatkan oleh ath-Thabrâni dalam <em>al-Mu’jam al-Kabîr</em> 988 (20/412) dan al-Baihâqi 2/355 dari jalan periwayatan Muhammad bin ‘Imrân bin Abi Laila dari bapaknya dari Ibnu Abi Laila dari asy-Sya’bi dari al-Mughîrah Radhiyallahu anhu, beliau berkata:</p>
<p><strong>أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَشَهَّدَ، لَمَّا رَفَعَ رَأْسَهُ مِنْ سَجْدَتَيِ السَّهْوِ</strong></p>
<p><em>Sesungg</em><em>u</em><em>hnya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam <strong>bertasyahud</strong> ketika bangkit dari dua sujud sahwi.</em></p>
<p>Al-Baihâqi rahimahullah berkata, ‘Ini bersendirian ‘Imrân bin Muhammad bin Abdurrahmân bin Abu Laila dari asy-Sya’bi dan tidak senang dengan bersendiriannya tersebut’. [<em>As-Sunan Al-Kubro</em> 2/355].</p>
<p>‘Imrân adalah perawi majhul [lihat <em>Tahdzîb at-Tahdzîb</em> 8/137].</p>
<p>Riwayat ‘Imrân ini menyelisihi riwayat Ats-Tsauri dan Husyaim yang tidak menyebut tasyahud.</p>
<p>Dengan demikian maka <strong>hadits ini lemah dan menyelisihi yang s</strong><strong>h</strong><strong>ahih</strong> sehingga dihukumi sebagai hadits mungkar oleh al-Albâni. [Lihat <em>Shahih Sunan</em> <em>Abu Dawud</em> (versi induk) 1/395].</p>
<p>Dengan demikian maka kedua hadits ini tidak bisa mendukung dan menguatkan hadits ‘Imrân bin al-Hushain Radhiyallahu anhu.</p>
<p><em>Wallahu a’lam.</em></p>
<p>[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 11/Tahun XXI/1439H/2018M.  Diterbitkan Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo – Purwodadi Km.8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183 Telp. 0271-858197 Fax 0271-858196. Kontak Pemasaran 085290093792, 08121533647, 081575792961, Redaksi 08122589079]</p>
 