
<p><strong>Pertanyaan:</strong></p>
<p><strong></strong>Ali bin Abi Thalib pernah bertanya kepada Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> tentang hari Haji Akbar.<br>
<!--more--><br>
<strong>Jawaban:</strong></p>
<p class="arab" style="text-align: right;">فَقَالَ: يَوْمَ النَّحْرِ</p>
<p>Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> menjawab, “<em>(Haji Akbar) itu adalah hari Nahr</em>.” (HR. Tirmidzi).</p>
<p>Abu Daud meriwayatkan dengan sanad yang shahih, bahwa Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> ketika melaksanakan haji, beliau berhenti di antara tempat melempar jumrah pada hari Nahr, lalu beliau bertanya, “Hari apa ini?” Mereka menjawab, “Hari Nahr.” Maka Rasulullah berkata, “<em>Ini adalah Haji Akbar</em>.” Sungguh, Allah <em>Ta’ala </em>berfirman,</p>
<p class="arab" style="text-align: right;">وَأَذَانٌ مِنَ اللهِ وَرَسُوْلِهِ إِلَى النَّاسِ يَوْمَ الْحَجِّ اْلأَكْبَرِ أَنَّ اللهَ بَرِيْءٌ مِنَ الْمُشْرِكِيَْن وَرَسُوْلُهُ</p>
<p>“<em>Dan (inilah) suatu permakluman dari Allah dan rasul-Nya kepada umat manusia pada hari haji Akbar bahwa sesungguhnya Allah dan rasul-Nya berlepas diri dari orang-orang musyrikin.</em>”</p>
<p>Pada riwayat lain disebutkan dari jalan Abu Hurairah bahwasanya ia berkata, “Haji Akbar adalah pada hari Nahr.”</p>
<p>*Catatan: Terdapat perbedaan pendapat. Ada yang mengatakan bahwa Haji Akbar adalah hari Nahr, seperti yang terjadi pada haji yang dilakukan oleh Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>. Ada pula yang mengatakan, bahwa jika antara hari Arafah dan hari Jumat bertemu, maka itu disebut Haji Akbar.</p>
<p>Sumber: <em>Fatawa Rasulullah: Anda Bertanya Rasulullah Menjawab</em>,<em> Tahqiq </em>dan <em>Ta’liq </em>oleh Syekh Qasim ar-Rifa’i, Ibnu Qayyim al-Jauziyah, Pustaka As-Sunnah, Cetakan Ke-1, 2008.<br>
(Dengan penataan bahasa oleh www.konsultasisyariah.com)</p>
 