
<p><strong>Pertanyaan:</strong></p>
<p><em>Assalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh</em></p>
<p>Ustadz, adakah dalil yang dengan tegas mengharamkan demonstrasi? Saya mendengar dari seorang kawan, ada sebuah kisah tentang Umar <em>radiallahu’anhu</em> yang demo, tapi didiamkan saja oleh Rasulullah <em>shallallahu’alaihiwasallam</em>? <em>Jazakallah khairan</em> atas jawabannya.</p>
<p><!--more--><strong>Jawaban Ustadz:</strong></p>
<p>Memang ada kisah seperti itu, yaitu saat Umar bin Khattab <em>radiallahu’anhu</em> masuk islam. Beliau <em>radiallahu’anhu</em> berada di barisan depan, sedangkan Hamzah <em>radiallahu’anhu</em> (paman Nabi <em>shallallahu’alaihiwasallam</em>) berada di belakang Umar <em>radiallahu’anhu</em>. Sedangkan kaum muslimin (di kisah tersebut) berjalan di jalan-jalan kota Mekah di belakang keduanya.</p>
<p>Ketahuilah bahwa riwayat tersebut TIDAK SHAHIH, kisah tersebut diriwayatkan oleh Abu Nu’aim dalam <em>Dalail</em> dan di dalam <em>Hilyah</em>. Dalam sanadnya terdapat seorang rawi bernama Ishaq bin Abdullah bin Abu Farwah, dan beliau dinilai <em>matruk</em> oleh para ulama pakar hadits (<em>Silsilah Fatawa Syar’iyyah</em> 1/14).</p>
<p><strong>Catatan:</strong> <em>Keterangan mengenai haramnya demokrasi dan demonstrasi insya Allah akan dibahas dalam artikel khusus. Silahkan melakukan pencarian dengan keywords “demonstrasi” pada website ini.</em></p>
<p>***</p>
<p>Penanya: Ummu<br>
Dijawab Oleh: <a href="http://ustadzaris.com" target="_blank">Ust. Abu Ukkasyah Aris Munandar</a></p>
<p>Sumber: muslim.or.id</p>
 