
<p>Waspada dan selektiflah  dalam urusan harta benda. Janganlah ada harta haram yang mencampuri  harta kekayaan kita. Terlebih harta yang kita investasikan sehingga  terus berputar dan berkembang.</p>
<p>Memiliki usaha sukses, yang  mendatangkan keuntungan melimpah, menjadi impian indah setiap insan.  Memiliki usaha  yang sukses berarti meraih kemudahan memenuhi kebutuhan;  kebutuhan sendiri dan kebutuhan keluarga. Karena itu, wajar bila ada  anggapan: dengan fulus segalanya mulus. Alangkah indahnya slogan ini  andai sesuai hukum-hukum syariat.</p>
<p>Rasulullah <em>Shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda,</p>
<p>“Tangan  yang berada di atas lebih mulia dibanding tangan yang berada di bawah,  dan hendaknya engkau mendahulukan orang-orang yang berada di bawah  tanggung jawabmu. Dan sebaik-baik sedekah ialah yang engkau keluarkan di  saat engkau berkecukupan.” (Muttafaqun ‘alaih)</p>
<p>Saudaraku,  berupayalah sekuat tenaga untuk berada “di atas”, sehingga Anda selalu  mengulurkan tangan untuk memberi, bukan meminta atau menerima dari orang  lain. Dengan demikian kehidupan Anda semakin terasa berarti bagi semua  orang.</p>
<p>Rasulullah <em>Shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda,</p>
<p><em>“Setiap  orang Muslim wajib bersedekah. Salah seorang sahabat yang bertanya:  bagaimana bila ia tidak memiliki apa-apa, Rasulullah menjawab:  ‘Hendaknya ia bekerja, sehingga dari hasil kerja itu ia dapat mencukupi  kebutuhan dirinya dan juga bersedekah.”</em>( HR. Muslim)</p>
<h2><strong>Modal Halal, Kunci Sukses Usaha</strong></h2>
<p>Suatu  hari Nabi <em>Shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> memberi sahabat Umar bin Al  Khathab sejumlah uang. Namun karena sahabat Umar merasa telah  berkecukupan, awalnya menolak. Beliau berkata kepada Nabi Shalallahu  ‘alaihi wa sallam:  “Wahai Rasulullah! Alangkah baiknya bila engkau  memberikan harta ini kepada orang yang lebih membutuhkannya dibanding  aku.” Mendengar jawaban sahabat Umar, Rasulullah <em>Shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda, “Terimalah harta pemberianku ini, lalu manfaatkanlah harta  pemberianku ini, atau sedekahkanlah kepada orang lain. Bila eng kau  mendapat pemberian harta seperti ini, sedangkan engkau tidak  mengharapkannya dan tidak pula memintanya, maka terimalah. Ada pun bila  tidak diberi, maka seyogyanya ngkau tidak perlu berharap  mendapatkannya.” (Muttafaqun ‘alaih)</p>
<p>Nabi <em>Shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> mengajarkan, dalam urusan harta, sepantasnya setiap Muslim berperilaku  terhormat. Harga diri seorang Muslim menghalanginya dari sifat rakus,  hanyut dalam ambisi dan perilaku nista, yaitu dengan meminta-minta  kepada orang lain.</p>
<p>Dikisahkan, sahabat Qabishah memikul beban  utang yang cukup berat akibat mendamaikan dua orang yang bersengketa.  Beliau menjumpai Nabi <em>Shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>guna meminta  bantuan menyelesaikan utangnya itu. Pendek kata, Nabi menjelaskan kepada  sahabat Qabishah bahwa orang yang meminta-minta harta orang lain tanpa  alasan yang dibenarkan, hasil meminta-mintanya tidak berkah.</p>
<p><em>“Wahai  Qabishah, segala bentuk memintaminta tanpa alasan yang dibenarkan maka  itu adalah harta yang dihapuskan keberkahannya. Dan bila dibelanjakan  oleh pemiliknya, maka harta itu tidak barokah.”</em> (HR. Abu Dawud)</p>
<p>Penjelasan tentang status harta haram ini juga disampaikan oleh Nabi <em>Shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> kepada sahabat Hakim bin Hizam yang seorang saudagar kaya raya.</p>
<p>“Wahai  Hakim, sejatinya harta ini terasa indah nan manis, Barangsiapa  mendapatkannya dengan jiwa yang luhur niscaya hartanya diberkahi. Namun  sebaliknya, orang yang mendapatkannya dengan penuh ambisi, niscaya  hartanya itu tidak diberkahi. Gambarannya bagaikan orang yang makan  namun tidak pernah merasa kenyang.”  (Muttafaqun ‘alaih)</p>
<h3>Modal Haram, Kunci Kebangkrutan</h3>
<p>Allah Azza wa Jalla telah berjanji untuk memusnahkan harta riba, baik keberkahannya maupun fisik hartanya.</p>
<p><em>“Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah.”</em> (QS. AlBaqarah: 276)</p>
<p>Dan bila Allah telah berjanji, Allah pasti memenuhi janji-Nya. Rasulullah <em>Shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>bersabda,</p>
<p>“Sesungguhnya  (harta) riba, walaupun banyak jumlahnya, pada akhirnya akan menjadi  sedikit.”(HR. Imam Ahmad, At Thabrany, dan AlHakim)</p>
<p>Imam Ma’mar  mengisahkan, beliau mendengar dari pengalaman orangorang tua di zamannya  bahwa para pelaku riba tidaklah bertahan selama 40 tahun, melainkan  keberkahan hartanya telah dihapuskan. (Riwayat Imam Abdurrazzaq).</p>
<p>Penjelasan  ini, walaupun secara khusus berkaitan dengan riba, namun juga dapat  dijadikan cermin bagi harta haram lainnya. Terlebih Nabi <em>Shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> telah bersabda,</p>
<p>“Bisa jadi seseorang terhalang dari mendapatkan rezekinya akibat dari dosa yang ia lakukan.”(HR. hmad, Ibnu Majah dan lainnya)</p>
<p>Sahabat  Abu Said mengisahkan, “Suatu hari aku kelaparan hingga aku mengikatkan  batu ke perutku. Dan untuk mengatasi kemiskinan, istriku menyarankan  agar aku meminta harta kepada Rasulullah hallallahu ‘alaihi wa sallam.  Mengingat telah banyak orang yang meminta, dan beliau memberinya.  Setibaku di rumah Nabi <em>Shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>, aku mendapati beliau sedang berkhutbah dan bersabda,</p>
<p>“Barangsiapa  berupaya menjaga kehormatan dirinya, niscaya Allah menjaga  kehormatannya. Barangsiapa berlatih menjadi orang kaya, niscaya Allah  menjadikannya orang kaya. Barangsiapa meminta kepadaku, pastilah aku  beri jika aku memiliki harta. Namun orang yang lebih memilih menjaga  kehormatannya dan berlatih sebagai orang kaya, maka itu lebih aku cintai  dibanding yang meminta kepadaku.” Mendengar ucapan beliau ini, segera  aku pulang, dan mengurungkan niat untuk meminta kepadanya. Tidak selang  berapa lama, Allah Ta’ala melimpahkan kekayaan kepadaku, sampai-sampai  aku tidak mengetahui ada satu keluarga Anshar yang lebih kaya dibanding  aku. (HR. Bukhari, Muslim dan Ibnu Al Ja’ad)</p>
<p>Karenanya, tiba  saatnya bagi kita untuk waspada dan selektif dalam urusan harta benda.  Janganlah ada harta haram yang mencampuri harta kekayaan kita. Terlebih  harta yang kita investasikan sehingga terus berputar dan berkembang.  Semoga Allah Ta’ala memudahkan dan melapangkan rezeki halal untuk kita.</p>
<p>Wallahu Ta’ala a’alam.</p>
<p><strong>Sumber: Majalah Cetak Pengusaha Muslim Indonesia</strong></p>
<blockquote>
<p>PengusahaMuslim.com didukung oleh Zahir Accounting, <a title="Software Akuntansi Terbaik di Indonesia" href="http://zahiraccounting.com/id" target="_blank">Software Akuntansi Terbaik di Indonesia</a>.</p>
<p>Anda juga dapat menjadi sponsor, silakan hubungi: marketing@yufid.org / Telp: 081326333328</p>
</blockquote>
 