
<p>Bagaimana hidup sehat ala Rasulullah<em> shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>? Hadits kali ini dari <a href="https://rumaysho.com/tag/jamiul-ulum-wal-hikam">Jamiul Ulum wal Hikam</a> akan menjawabnya.</p>
<p><strong><span style="color: #ff0000;">Baca juga:</span> <span style="color: #000000;"><a style="color: #000000;" href="https://rumaysho.com/25266-khamar-itu-segala-yang-memabukkan-hadits-jamiul-ulum-wal-hikam-46.html" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Khamar itu Segala yang Memabukkan (Hadits Jamiul Ulum wal Hikam #46)</a></span></strong></p>
<p></p>
<h2 style="text-align: center;"><span id="Hadits_Ke-43_dari_Jamiul_Ulum_wal_Hikam_Ibnu_Rajab" style="font-size: 18pt;"><strong>Hadits Ke-47 dari Jamiul Ulum wal Hikam Ibnu Rajab</strong></span></h2>
<p dir="RTL" style="font-family: Calibri; font-size: 23px; text-align: center;">الحَدِيْثُ السَّابِعُ وَالأَرْبَعُوْنَ</p>
<p dir="RTL" style="font-family: Calibri; font-size: 23px; text-align: center;">عَنِ المِقْدَامِ بْنِ مَعْدِيْكَرِبَ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ:</p>
<p dir="RTL" style="font-family: Calibri; font-size: 23px; text-align: center;">مَا مَلَأَ آدَمِيٌّ وِعَاءً شَرًّا مِنْ بَطْنٍ بِحَسْبِ ابْنِ آدَمَ أُكُلَاتٌ يُقِمْنَ صُلْبَهُ فَإِنْ كَانَ لَا مَحَالَةَ فَثُلُثٌ لِطَعَامِهِ وَثُلُثٌ لِشَرَابِهِ وَثُلُثٌ لِنَفَسِهِ</p>
<p dir="RTL" style="font-family: Calibri; font-size: 23px; text-align: center;">رَوَاهُ الإِمَامُ أَحْمَدُ وَالتِّرْمِذِيُّ وَالنَّسَائِيُّ وَابْنُ مَاجَهْ وَقَالَ التِّرْمِذِيُّ:حَدِيْثٌ حَسَنٌ</p>
<h3></h3>
<h2><span style="font-size: 18pt;"><strong>Hadits ke-47</strong></span></h2>
<p>Dari Al-Miqdam bin Ma’dikarib <em>radhiyallahu ‘anhu</em>, ia berkata bahwa ia mendengar Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda, “<em>Tidak ada tempat yang lebih jelek daripada memenuhi perut keturunan <a href="https://rumaysho.com/19757-syarhus-sunnah-penciptaan-adam-01.html">Adam</a>. Cukup keturunan <a href="https://rumaysho.com/19842-syarhus-sunnah-penciptaan-adam-02.html">Adam</a> mengonsumsi yang dapat menegakkan tulangnya. Kalau memang menjadi suatu keharusan untuk diisi, maka sepertiga untuk makannya, sepertiga untuk minumannya, dan sepertiga untuk nafasnya</em>.” (HR. Imam Ahmad, Tirmidzi, An-Nasai, Ibnu Majah. Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan) [HR. Ahmad, 4:132; Tirmidzi, no. 2380; Ibnu Majah, no. 3349. Syaikh Syuaib Al-Arnauth mengatakan bahwa perawi hadits ini tsiqqah, terpercaya].</p>
<p> </p>
<h2><span style="font-size: 18pt;"><strong>Faedah hadits</strong></span></h2>
<ol>
<li>Hadits ini dijadikan landasan untuk memahami kiat hidup sehat dari Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam.</em> (<em>Jaami’ Al-‘Ulum wa Al-Hikam,</em> 2:468)</li>
<li>Ada seorang dokter di masa silam bernama Ibnu Masawaih ketika ia membaca hadits ini di dalam kitab Abu Khaitsamah, ia berkata, “Andai kaum muslimin mengamalkan isi hadits ini, niscaya mereka akan selamat dari berbagai penyakit. Kalau demikian, rumah sakit dan farmasi akan jadi kosong.” Beliau mengatakan demikian dikarenakan berbagai penyakit disebabkan oleh perut yang terbiasa terisi penuh. Sebagian pakar juga mengatakan, “Asal dari berbagai penyakit adalah perut yang selalu terisi penuh.” (<em>Jaami’ Al-‘Ulum wa Al-Hikam,</em> 2:468)</li>
<li>Ibnu Rajab <em>rahimahullah</em> berkata, “Sedikit makan itu lebih baik daripada banyak makan. Ini lebih manfaat bagi sehatnya badan.” (<em>Jaami’ Al-‘Ulum wa Al-Hikam</em>, 2:468)</li>
<li>Ibnu Rajab <em>rahimahullah </em>mengatakan, “Manfaat dari sedikit makan bagi <strong>baiknya hati</strong> adalah hati akan semakin lembut, pemahaman semakin mantap, jiwa semakin tenang, hawa nafsu jelek tertahan, dan marah semakin terkendali. Hal ini berbeda dengan kondisi seseorang yang banyak makan.” (<em>Jaami’ Al-‘Ulum wa Al-Hikam,</em> 2:469)</li>
<li>Imam Syafii <em>rahimahullah</em> berkata, “Aku tidaklah pernah kenyang selama 16 tahun kecuali satu kali saja yang aku berusaha untuk mengeluarkannya. Kekenyangan itu membuat badan menjadi sulit bergerak, kecerdasan semakin berkurang, jadi sering tidur, dan melemahkan seseorang dari beribadah.” (<em>Jaami’ Al-‘Ulum wa Al-Hikam</em>, 2:474)</li>
<li>Hadits ini menerangkan adab syari bahwa kita ketika makan hendaklah sesuai kadar kebutuhan.</li>
<li>Hadits ini mengingatkan agar tidak membuat perut kekenyangan karena dampaknya adalah mudah datang penyakit, dan mudah malas.</li>
<li>Secukupnya dalam mengisi perut lebih memanjangkan umur.</li>
<li>Jika memang mau makan lebih dari cukup, jadikanlah jangan sampai lebih dari sepertiga untuk perut.</li>
</ol>
<p> </p>
<h3><span style="font-size: 14pt;"><strong>Referensi:</strong></span></h3>
<ol>
<li>
<em>Jaami’ Al-‘Ulum wa Al-Hikam.</em> Cetakan kesepuluh, Tahun 1432 H. Penerbit Muassasah Ar-Risalah.</li>
<li>
<em>Fath Al-Qawi Al-Matin fii Syarh Al-Arba’in wa Tatimmah Al-Khamsiin li An-Nawawi wa Ibnu Rajab rahimahumallah.</em> Cetakan kedua, Tahun 1436 H. Syaikh ‘Abdul Muhsin bin Muhammad Al-‘Abbad Al-Badr.</li>
</ol>
<p> </p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 14pt;"><strong><span style="color: #ff0000;">Baca juga hadits:</span> <span style="color: #000000;"><a style="color: #000000;" href="https://rumaysho.com/2512-terlalu-kenyang-bikin-malas-ibadah.html" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Berhentilah Makan Sebelum Kenyang</a></span></strong></span></p>
<p> </p>
<p style="text-align: center;">Selesai disusun Malam Rabu, 17 Dzulqa’dah 1441 H, 7 Juli 2020</p>
<p style="text-align: center;">Oleh: <a href="https://rumaysho.com/about-me" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Muhammad Abduh Tuasikal</a></p>
<p style="text-align: center;"><strong>Artikel <a href="http://Rumaysho.Com" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Rumaysho.Com</a></strong></p>
 