
<p style="text-align: center;"><strong>Fatwa Syaikh Muhammad Ali Farkus </strong></p>
<p><strong>Soal: </strong></p>
<p>Bolehkah bagi orang non Arab untuk berdoa dalam shalat dengan bahasa selain Arab? <em>Wa jazakumullah khairan. </em></p>
<p><strong>Jawab: </strong></p>
<p>Bagi orang yang mampu berbahasa Arab maka wajib baginya untuk berdoa dan melafalkan bacaan shalat dengan bahasa Arab. Terlebih pada bacaan surah al-Fathihah, tasyahud dan lainnya. Sementara bagi orang yang belum mampu bahasa arab, maka diperbolehkan baginya shalat menggunakan bahasanya sendiri kecuali bacaan surah al-Fatihah, sebagaimana sabda Rasûlullâh <em>shallallahu alaihi wa sallam</em>:</p>
<p style="text-align: right;">لاَ صَلاَةَ لِمَنْ لَمْ يَقْرَأْ بِفَاتِحَةِ الكِتَابِ</p>
<p>“<em>Tidak ada shalat (tidak shalat shalatnya -pen.) bagi yang tidak membaca al-Fatihah”</em> (HR. Bukhari No. 756, dan Muslim No 394).</p>
<p>Bacaan al Fatihah adalah bacaan Al-Quran yang paling minimal yang membuat sah shalatnya. Apabila setelah bersungguh-sungguh untuk mempelajari bacaan surat Al Fatihah namun tetap belum mampu, maka hendaklah ia ganti bacaan tersebut dengan tasbih, tahmid, tahlil dan takbir serta bacaan hauqalah (<em>Laa haula walaa quwwata illa billaah</em>). Sebagaimana sabda Nabi <em>shallallahualaihi wasallam</em> kepada seorang sahabat yang mengadu kepadanya dengan berkata: “Sungguh aku tidak dapat menghafal apapun dari al-Qur’an, mohon ajarilah aku cara shalat yang sah bagiku”. Maka Rasulullah <em>shallallahualaihi wasallam</em> bersabda:</p>
<p style="text-align: right;">قُلْ: سُبْحَانَ اللهِ، وَالحَمْدُ للهِ، وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ، وَاللهُ أَكْبَرُ، وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ العَلِّيِّ العَظِيمِ</p>
<p>“<em>Ucapkanlah Subhanallah, Walhamdulillah, Wa Laa Ilaaha illallah wallahu Akbar wa Laa Haula wa Laa Quwwata illa billaahil ‘aliyyil ‘adzhiim</em>” (HR. Abu Dawud no. 832 dan an-Nasa-i No. 924, dihasankan Al Albani dalam <em>al-Misykah</em> no. 819).</p>
<p>Dan juga karena orang yang tidak punya kemampuan, ia tidak dibebani untuk melaksanakan perintah Allah <em>Ta’ala</em> kecuali sebatas yang dimampunya. Sebagaimana firman Allah:</p>
<p style="text-align: right;">لاَ يُكَلِّفُ اللهُ نَفْسًا إِلاَّ وُسْعَهَا</p>
<p>“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kemampuannya” (QS. Al-Baqarah: 286)</p>
<p>Dalam ayat lain Allah berfirman:</p>
<p style="text-align: right;">فَاتَّقُوا اللهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ</p>
<p>“<em>Bertaqwalah kepada Allah semampu kalian</em>” (QS. at-Taghabun: 16)</p>
<p>Begitu pula sabda Rasûlullâh <em>shallallahu alaihi wa sallam</em> :</p>
<p style="text-align: right;">إِذَا أَمَرْتُكُمْ بِشَيْءٍ فَأْتُوا مِنْهُ مَا اسْتَطَعْتُمْ</p>
<p>“<em>Apabila Aku perintahkan kalian untuk mengerjakan sesuatu, maka lakukanlah sesuai kemampuan kalian</em>” (HR. Bukhari No. 7288 dan Muslim No. 1337).</p>
<p>(Dalil-dalil di atas-pen.) selaras dengan sebuah kaidah:</p>
<p style="text-align: right;">لاَ تَكْلِيفَ إِلاَّ بِمَقْدُورٍ</p>
<p>“Tidak ada pembebanan kecuali dengan kesanggupan”.</p>
<p>Oleh karenanya, terhadap persoalan doa (yang dimaksud dalam pembahasan ini -pen.) tidak lepas dari makna dalil-dalil dan kaidah di atas. Maka dibolehkan berdoa dengan bahasa apapun yang mengandung makna <em>taqarrub</em> (mendekatkan diri kepada Allah) dan mengandung makna perendahan diri kepada Allah, memelas dan ketundukan kepada-Nya. Berdasarkan keumuman firman Allah:</p>
<p style="text-align: right;">ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ</p>
<p>“<em>Berdoalah kepada-Ku, maka pasti Aku kabulkan”</em> (QS. Ghafir: 60).</p>
<p>Dalam ayat lain Allah juga berfirman:</p>
<p style="text-align: right;">فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ</p>
<p>“<em>Sesungguhnya Aku amatlah dekat, Aku menjawab doa orang yang memohon kepada-Ku</em>” (QS. Al-Baqarah: 186).</p>
<p>Lebih lagi bagi yang tidak mampu berbahasa Al Qur’an dan tidak mampu bahasa Arab atau bagi yang mendapatkan kesulitan dalam melafalkannya. Allah <em>Ta’ala</em> pasti akan mengabulkan doanya jika terpenuhi syarat-syarat pengabulan doa dan tidak ada penghalang-penghalang dikabulkannya doa. Allah akan kabulkan baik dengan cara menyegerakan pengabulannya, atau Allah simpan di akhirat, atau dengan Allah lindungi ia dari bala dan bencana.</p>
<p style="text-align: right;">والعلمُ عند الله تعالى، وآخر دعوانا أنِ الحمد لله ربِّ العالمين، وصلى الله على نبيّنا محمّد وعلى آله وصحبه وإخوانه إلى يوم الدين، وسلّم تسليمًا</p>
<p>Sumber: <a href="https://ferkous.com/home/?q=fatwa-610">https://ferkous.com/home/?q=fatwa-610 </a></p>
<p>***</p>
<p>Penerjemah: Fauzan Hidayat, S.STP., MPA</p>
<p>Artikel Muslimah.or.id</p>
<p> </p>
<div class="nf-post-footer"><a class="ads-mobile" href="https://www.instagram.com/souvenirnikahislami/" target="_blank" rel="noopener"><img class="ads-mobile aligncenter wp-image-10075 size-medium" src="https://muslimah.or.id/wp-content/uploads/2018/03/souvenir-nikah-islami-buku-saku-dzikir-pagi-petang-300x300.png" alt="" width="300" height="300"></a></div> 